World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kekhawatiran Laura


__ADS_3

Benar-benar mengesal kan gadis bodoh ini, bagaimana bisa dia sangat ceroboh. Untung saja baru satu kaki ku yang masuk ke dalam sana, kalau sempat seluruh tubuhku...akan ku habisi gadis itu! Arsenio mengumpat Laura habis-habisan di dalam hati nya. Mata tajam nya terus menatap ke arah pintu kamar nya.


Di luar kamar Arsenio, Laura sedang berdiri di depan pintu dengan wajah yang terlihat cemas dan khawatir. Bagaimana jika pria gila itu membunuh nya jika kaki nya mengalami luka para. "Apakah tuan muda ada di dalam Nona?" tanya dokter Leon yang baru saja tiba.


"Iya dokter, Tuan Muda berada di dalam." ucap Laura dengan suara yang sedikit pelan.


Sungguh Laura tidak berani lagi menggeluar kan suara sehari-hari nya, dia sangat takut jika orang-orang di mansion mewah ini menyakiti nya, apalagi Arsenio mafia kejam nan gila itu. "Baiklah Nona, saya masuk dulu ya." ucap dokter Leon seakan meminta izin kepada Laura.


"Silahkan dokter." ucap Laura mempersilah kan dokter Leon untuk masuk ke dalam kamar Arsenio.


"Tok-tok-tok," dokter Leon mengetuk pintu kamar milik Arsenio.


"Cklek." pintu terbuka, Kepala Pelayan seakan tahu bahwa Dokter Leon sudah berada di depan pintu.


"Maaf Tuan, seperti nya Dokter Leon sudah tiba," ucap Axel sembari melirik Arsenio.

__ADS_1


"Biarkan dia masuk." ucap Arsenio dengan nada yang terdengar datar dan dingin.


"Silahkan dokter." ucap Pak Mun mempersilah kan dokter pribadi itu masuk dan memeriksa kaki Arsenio.


"Terima kasih Pak Mun." ucap Dokter Leon pada Pak Mun sembari tersenyum.


"Sama-sama Tuan." ucap Pak Mun sembari tersenyum simpul lalu mengangguk kan sedikit kepala nya pada Dokter Leon. Dokter Leon pun segera berjalan ke arah Arsenio. Dia meletakkan barang-barang bawaan nya di rajang king size di kamar itu.


Setelah selesai dengan barang barang nya, dokter Leon pun mulai memeriksa keadaan kaki Arsenio. Dokter Leon mengoleskan salep dan memperban kaki Arsenio yang melepuh.


"Baik dokter ,terima kasih." ucap Pak Mun dengan kepala yang mengangguk sesaat.


"Sama-sama Pak," ucap dokter Leon kepada kepala pelayan.


"Baiklah tuan muda, saya permisi pulang dulu." ucap Dokter Leon berpamitan kepada sahabat nya Arsenio.

__ADS_1


Arsenio hanya menganggu, pertanda mengizin kan dokter Leon untuk pulang.


"Ambilkan aku makanan dan antarkan ke kamar ku ini, aku sudah tak berminat untuk mandi lagi." ucap Arsenio dengan sangat kesal.


"Baik tuan." ucap pak mun dengan kepala sedikit mengangguk lalu membalikkan tubuh nya ke arah pintu.


"Tunggu." panggil Arsenio menghentikan langkah kaki pak mun. Pak Mun yang di panggil lagi pun segera membalikkan tubuh nya dengan cepat.


"Iya Tuan," ucap Pak Mun menunggu ucapan Arsenio.


"Di mana gadis itu?" tanya Arsenio pada pak mun.


"Nona Laura sedang berada di luar Tuan." ucap Pak Mun


"Suruh dia masuk!" perintah Arsenio dengan tegas dan arogan.

__ADS_1


Pak mun yang mendapat perintah segera memanggil Laura dan menyuruh gadis itu untuk masuk. "Cklek." terdengar suara pintu yang di buka. Laura mengangkat kepala nya yang sedang menunduk. Gadis itu melihat siapa yang keluar dari kamar Arsenio.


__ADS_2