
"Baik tuan." ucap Axel menundukkan kepalanya lalu segera pergi meninggalkan Arsenio di ruang kerjanya.
Arsenio berjalan memasuki kamar mengganti bajunya dengan cepat lalu pergi menyusul Axel di lantai bawah. tak tau mau kemana mafia gila dan sangar itu. Laura hanya bingung dalam diam nya memperhatikan raut wajah kaku menyeramkan itu.
***
Di tempat lain tepat nya di mansion Alex, terlihat pria tampan itu tersenyum licik menatap ke luar perusahaan nya. Alex benar-benar sangat senang dengan kerja para anak buah nya yang sangat cepat dan gesit menggagalkan penjualan senjata Arsenio.
"Silahkan tuan." ucap kaki tangan Alex memberikan sebotol anggur termahal di dunia. Alex duduk di sopa di ruang kerja nya dengan tangan memegang segelas anggur.
Alex tersenyum devil melihat ke arah wanita berpakaian minim yang sudah ia bayar.
__ADS_1
"Aku merindukan mu sayang." ucap Sela menggoda Alex. Mereka sudah sering menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta dan gairah. Jadi sudah tak heran lagi jika gadis itu keluar masuk kediaman Alex.
"Kau memang tau cara menyenangkan ku sayang." goda Alex dengan jari yang mencolek dagu Sela. Sela tersenyum genit dan manja ke arah Alex. Tak ingin membuang waktu dan kebahagiaan nya, akhirnya Alex menarik tangan Sela masuk ke kamar yang berada di dalam ruangannya. Terjadilah perzinahan di sore itu.
Masih di kantor Alex terlihat dua sepasang kekasih menghentikan kegiatan nya yang belum selesai, Alex mengumpat kasar ketika mendengar deringan handphone milik nya. Sudah berkali-kali Alex mengacuhkan panggilan itu tapi kelihatan nya handphone itu terus berdering hingga puluhan kali.
"Astaga, padahal belum the and sudah ada yang ganggu saja." geram Alex lalu mengangkat handphone milik nya tanpa melepaskan diri dari Sela.
Siapa sih? ganggu saja! umpat Sela dalam hati. Bisa-bisa nya ada yang menggangu mereka di saat film hampir mendekati akhir cerita. Cacian dan segala umpatan berpadu menjadi satu di dalam hati kedua manusia itu.
"Tuan." ucap kaki tangan Alex di ujung sana.
__ADS_1
"Ada apa! tidak kah kau tak bisa menggangu ku sehari saja!" bentak Alex berapi-api pada asisten nya itu.
Asisten Alex menjauhkan handphone dari telinganya. Gendang telinganya bisa pecah jika terus mendengar teriakan Alex. "Maaf tuan, ini sangat penting." ucap asisten Alex mencoba menjelaskan.
"Cepat katakan! kau membuang waktu ku!" sentak Alex dengan satu tangan yang menopang tubuh berat nya. Rival Arsenio itu terlihat enggan memindahkan tubuh kekar nya. Sela memutar mata malas ketika mendengar pembicaraan Alex yang bertele-tele.
"Rival anda Arsenio dan anak buah nya berhasil mencuri kembali senjata yang kita curi tuan, dan-" ucap asisten Alex sedikit ragu melanjutkan kalimat nya.
"Dan apa!" bentak Alex yang langsung memisahkan diri nya dengan Sela. Sela berdecak kesal ketika Alex memutus kenikmatan nya, padahal wanita itu sudah tak sabar ingin melanjutkan kegiatan nya yang tertunda.
"Anak buah kita banyak yang tewas dan beberapa orang lain nya berhasil di tahan rival anda Tuan." ucap asisten Alex dengan jantung yang berdetak kuat.
__ADS_1
"Sial!" Alex memukul tembok dengan keadaan tubuh yang tak memakai busana. "Temui aku di markas, cepat!" perintah Alex di sertai bentakan.