Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Shadow Man beraksi


__ADS_3

Hari menjelang malam.


Dalam waktu yang singkat Jodi sudah mendapatkan tempat untuk mengkondisikan Harvan dan Intan di negara Korea selatan.


Negara yang terkenal dengan tempatnya oppa-oppa tamvan🤗(ajak dong author ke Korea buat ketemu oppa🤭).


Segalanya di planing dengan sangat rapi dan dipastikan keberadaan Harvan dan Intan tidak akan mudah diakses oleh siapapun. Kenapa?! Karena Jodi adalah shadow man dengan profesionalisme yang tidak ada tandingannya.


Singkat cerita. Jam menunjukkan pukul 8 malam.


Diruang kerja Harvan yang berada di lantai 3 di rumah mewahnya. Jodi dan Harvan tengah serius duduk di sofa yang berada di ruangan itu hendak koordinasi perihal rencana yang akan di lakukan mereka.


“Ini ponsel baru yang harus elo pegang Har. Di dalam nya cuma ada nomor gue dan team gue. Elo jangan gunakan ponsel elo lagi, ponsel elo di tinggal di sini buat mensiasati mereka, Hanya ponsel baru ini yang bisa elo gunakan di sana. Jaga ponsel ini baik-baik, karena hanya ponsel ini lah media yang bisa nyelamatin hidup elo dan Intan di sana. Apapun yang elo butuhin udah di atur sampai saat nya elo kembali ke tanah air dengan selamat. Urusan di sini gue yang handle dari urusan perusahaan sampai ngurusin duo dajjal itu.” Ungkap Jodi dengan mimik serius.


“Ok. Makasih ya Jod, elo bener-bener sahabat gue yang bisa gue andelin.” Ujar Harvan.


“Elo jangan dulu bilang makasih sama gue. karena ini baru permulaan dari strategi tempur kita. Bisa saja ke depannya akan banyak kejutan-kejutan yang akan membuat kita harus kerja keras. Makanya untuk sementara gue harap elo ikutin instruksi gue.” Jelas Jodi.


“Oke, Siap.” Jawab Harvan mantap.


“Sekarang elo bawa Intan pakai mobil gue. Ke gedung X. Di sana akan ada 2 orang suruhan gue yang bakal nganterin elo sama Intan pakai mobil lain ketempat jet pribadi yang udah gue siapin buat nganter elo ke tempat tujuan selanjutnya. Mobil gue tinggalin aja di parkiran gedung X. Info selanjutnya nanti gue Share di aplikasi. Oke?.” Tegas Jodi.


“Oke, Gue pergi sekarang ya Jod.” Tukas Harvan.


“Sip! Hati-hati ya Har.” Ucap Jodi.


Setelah mereka berpelukan, mereka berdua pun berpisah di ruang kerja milik Harvan di rumah mewah itu. Harvan berlalu menuruni tangga menuju kamar Intan. Kemudian membawa Intan masuk ke dalam mobil milik Jodi meluncur ke gedung X.


Saat mobil Jodi yang di bawa Harvan keluar dari gerbang, terlihat ada reaksi dari mobil yang dari kemarin mengintai rumah Harvan. Mereka menelepon seseorang. Sedangkan Jodi masih mengintip mobil tersebut di balik gorden lantai tiga ruang kerja Harvan.


Percakapan di telepon, si pengintai vs ?


“Si pengintai : Hallo boss, lapor! asisten tuan Harvan telah meninggalkan rumah target, menggunakan mobil pribadinya, sementara tuan Harvan dan wanitanya sepertinya ada di dalam rumah. Karena dari titik koordinat GPS ponselnya menunjukkan ada di dalam rumah.”


“ ? : Ok. Laporan di terima, kembali ketempat.”


(Laporan Kayak upacara bendera ya 😀)


Jodi yang masih di lantai 3 rumah Harvan memperhatikan mobil si pengintai itu meninggalkan tempat. Akhirnya Jodi pun keluar dari ruang kerja Harvan menuju lantai bawah.

__ADS_1


Jodi memanggil bu Nanah. Jodi mengatakan pada bu Nanah bahwa tuan Harvan akan membawa seluruh pegawai yang ada di rumahnya untuk pergi wisata ke Bali. Dan besok adalah keberangkatan mereka. Jodi pun mengatakan pada bu Nanah, tuan Harvan dan Intan sudah berangkat terlebih dahulu. Padahal tujuan Jodi membawa mereka wisata adalah agar supaya pada malam kejadian rumah kosong tak berpenghuni.


*


*


Di tempat lain. Di ceritakan Harvan dan Intan sudah sampai di gedung X. Pada saat mereka memarkirkan mobil Jodi, mereka langsung di sambut oleh 2 orang utusan Jodi yang memiliki badan tegap. dan langsung di bawa masuk ke mobil lain. Dan mobil pun meninggalkan gedung X. Sepanjang perjalanan Intan merasa ada sesuatu yang aneh. Dari mulai jadwal keberangkatan dan jadwal operasi yang berubah, kehadiran orang-orang yang asing, gonta ganti mobil dan sikap Harvan yang terlihat cemas. Tapi Intan tak ingin banyak bertanya. Dia berpura-pura tidak tahu.


Setelah melakukan perjalanan entah sudah berapa jam. Akhirnya mereka sampai di suatu tempat. Mereka di sambut oleh dua orang. Satu wanita dan satu lagi pria. Mereka di bawa ke dalam jet pribadi dan tak menunggu waktu lama, jet pribadi pun take off.


“Kamu takut?.” Tanya Harvan pada Intan.


“Gak, cuman sedikit.” Jawab Intan.


“Kamu lapar? Yuk kita makan.” Ajak Harvan.


“Iya, boleh.” Jawab Intan.


Tak lama orang utusan Jodi membawakan makanan dan minuman.


“Setelah makan Istirahatlah. Karena perjalanan kita masih sangat panjang. Yang sabar ya Intan karena Segala sesuatu butuh proses dan perjuangan.” Ucap Harvan menyemangati Intan, dengan lembut ia mengelus rambut Intan, lalu Intan pun menganggukkan pelan.


*


*


Semua orang yang bekerja di rumah itu tengah packing. Betapa senangnya mereka semua, karena bosnya membawa mereka wisata ke Bali.


Selang beberapa waktu, datanglah mobil ekspedisi masuk ke dalam gerbang rumah itu. Mobil itu akan di pakai untuk transportasi mengantar para pegawai yang hendak berwisata ke suatu tempat. Kemudian Jodi menyuruh mereka masuk satu persatu ke dalam mobil dengan hati-hati agar tidak terlihat oleh si pengintai. Setelah di pastikan semua sudah masuk. mobil itu pun berlalu meninggalkan kediaman Harvan.


Kini di rumah itu hanya menyisakan Jodi. Jodi bergegas memakain mobil Harvan, keluar dari rumah itu.


Aktivitas di rumah Harvan kembali di intai oleh mobil yang kemarin. Dari dalam mobil pengintai tersebut terjadi percakapan.


“Hallo boss, lapor! Tadi ada mobil ekspedisi masuk kerumah itu, Sepertinya si tuan rumah order furniture karena mobil pengantar barangnya besar. Tak lama dari itu mobil Harvan keluar rumah, sepertinya mereka berangkat ke kantor.” Ujar si pria misterius itu.


“Baik, ikuti mobil Harvan, pastikan mobil itu memang menuju ke kantornya. Setelah itu, kau kembali kesini.” Perintah seseorang di balik telepon.


“Siap boss.” Jawabnya.

__ADS_1


Kemudian mobil pengintai itu berlalu mengikuti mobil Harvan.


Mobil Harvan sampai di kantor yang di parkir di basement.


Jodi tak langsung turun karena melihat mobil pengintai itu masih mengintip di belakangnya. Setelah mobil pengintai itu pergi barulah Jodi keluar mobil. Meninggalkan basement menuju ruangan Harvan.


Sampai di ruangan Harvan, Jodi meletakan ponsel lama Harvan di meja. Untuk mengelabui si pengintai. Agar mereka mengira bahwa Harvan ada di ruangannya dengan bukti titik koordinat ponsel.


Kemudian Jodi berlalu keruangannya.


Di dalam ruangan, Jodi terlihat sibuk dengan ponsel dan laptopnya. Tak lama masuklah Diana.


“Oya Diana kalau ada yang telepon menanyakan boss. Suruh menghubungi saya ya? Bos tidak bisa di ganggu.” Ujar Jodi.


“Siap pak!.” Jawab Diana.


“Terus segala dokumen PDF kan, dan kirimkan ke ponsel saya, kamu boleh kembali keruangan” Tegas Jodi.


“Baik pak.” Jawab Diana dan berlalu meninggalkan ruangan Jodi.


Terlihat Jodi mengirimkan beberapa file dan pesan ke ponsel Harvan.


( Pesan yang dikirim Jodi )


“Har, saat elo buka pesan ini mungkin elo udah ada di Korea. Nikmati hari elo di sana ya, setiap hari pasti gue kirim file laporan. Itu file yang gue kirim laporan per hari ini ya. Sikon di sini untuk sementara aman terkendali. Hubungi gue kalau elo udah sampai di sana.”


*


*


*


Sementara di tempat lain seorang wanita dengan seorang laki-laki tengah berbincang di sebuah apartemen mewah. Wanita cantik, berbadan tinggi dengan pakaian seksi berwarna merah, rambut pirang dan ber makeup menor, dialah si bondon Selvy. Sementara yang laki-laki memiliki postur tinggi kurus dan berwajah kearab-araban, memakai celana jeans hitam dengan t-shirt hitam. Dialah yang bernama Reyhan sepupu dari Harvan.


“Siapa nanti yang akan mengeksekusi wanita itu? Dan berapa orang yang di kirim ke rumah itu?.” Tanya Reyhan.


“Buat yang berjaga di luar kurang lebih sepuluh orang, itu orang kita semua. Kalau yang eksekusi, pembunuh bayaran darkweb.” Tutur Selvy.


“Good job, baby.” Ujar Reyhan menyeringai sambil mendekati Selvy dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Di ciuminya tengkuk Selvy. Selvy pun menggeliat-geliat seperti penari ular yang sedang pentas di atas panggung. Kemudian dia membalikan badan menyambutnya, dan terjadilah pergulatan dua bibir dajjal yang sungguh menjijikan. Begitu lama mereka bercumbu. Cumbu kedua manusia itu semakin buas dan liar bagai binatang.


Begitulah kelakuan mereka, setiap bertemu pasti selalu terjadi pertempuran di atas ranjang. Kelakuan seperti itu berlangsung sudah sejak lama, bahkan pada saat Selvy berstatus istri Harvan. Sampai pada akhirnya, Selvy memiliki satu anak hasil dari pergulatannya dengan Reyhan.


__ADS_2