
Dengan penuh kasih sayang Harvan memberikan pelukan hangat pada Revy. Ia sadar anak itu tidak pernah mendapatkan pelukan dari seorang ayah yang seharusnya didapatkan anak gadis pada umumnya. Karena pelukan dan kasih sayang dari seorang ayah sangat berarti bagi seorang anak gadis, apalagi usia anak gadis itu masih sangat muda.
“Mulai sekarang, mau kah kau Memanggilku ayah seperti Harin memanggil ayah padaku?.” Tanya Harvan. Revy mengangguk pelan dengan mata sembabnya.
“Sudah, sekarang kau tidak perlu bersedih lagi, sekarang kau sama seperti Harin, punya ayah dan ibu dalam satu tubuh yaitu aku.” Sambung Harvan.
“Terima kasih ayah.” Kata Revy lirih.
Lalu tiba-tiba Harin dan Jodi mendekati mereka membuyarkan kesedihan yang menyentuh relung hati Revy.
“Kak Revy kita main ke pantai yuk!.” Ajak Harin.
“Ayo.” Sambut Revy seraya menarik tangan Harin berlalu menuju pantai.
“Awas hati-hati ya. Jangan terlalu ketengah nanti ada ombak besar.” Teriak Harvan.
“Iya ayah.” Jawab mereka serempak.
“Apa yang kalian bicarakan tadi?.” Tanya Jodi. Ia mendekat dan duduk di sebelah Harvan.
“Revy menceritakan segalanya Jod.” Kata Harvan.
“Revy pernah menguping pembicaraan Selvy dan Reyhan. Mereka merencanakan akan merebut segalanya dari gue dengan menggunakan data-data yang Revy miliki sebagai alatnya.” Sambung Harvan.
“Sebentar, maksudnya apa? Gue masih kurang faham nih.” Tanya Jodi penasaran.
“Elo tahu kan? Pada akta kelahiran Revy bahwa nama ayahnya adalah gue, karena pada saat dia lahir, status Selvy masih istri gue.” Jawab Harvan.
“Oh jadi mereka akan menggunakan akta kelahiran Revy untuk menguasai aset-aset elo? Pantas saja ambisi banget mereka buat melenyapkan kalian.” Kata Jodi.
“Iya Jod. Padahal tanpa mereka melakukan kejahatan itu, gue juga gak akan lupa sama kebaikan Revy yang sudah menjaga Harin, gue juga akan memindahkan sebagian aset-aset gue atas nama Revy.” Kata Harvan.
“Apa!! Elo udah gila apa?! Sama aja elo ngasih dengan percuma sama mereka hasil keringat dan kerja keras elo, Enak bener hidup mereka.” Protes Jodi.
“Gue melakukan itu, karena gue punya rencana Jod.” Jelas Harvan dengan mimik berfikirnya.
“Apa yang elo rencanakan Har?.” Tanya Jodi penasaran.
__ADS_1
“Setelah urusan dengan pak Ahmad selesai. Elo segera hubungi notaris Jod.” Kata Harvan.
“Maksudnya?.” Tanya Jodi semakin penasaran.
“Secepatnya gue harus mengganti semua aset gue atas nama Harin dan Revy.” Kata Harvan.
“Elo serius mau kasih aset begitu saja sama mereka? Gila kali ya!.” Jodi tidak setuju.
“Gue udah gerah sama kelakuan Selvy dan Reyhan Jod, kalau selama ini mereka selalu membuat rencana-rencana untuk menghancurkan gue. Sekarang saatnya gue membuat permainan untuk mereka.” Jelas Harvan.
“Permainan apaan??! Elo pikir memberikan sebagian aset elo pada mereka itu main-main?. Gila kali luh.”Heran Jodi.
“Gue akan menjadikan akta kelahiran Revy itu sebagai alat permainan gue Jod.”
“Gila! Yang ada itu seharusnya elo cepat-cepat menghapus nama elo dari akta kelahiran si Revy agar aset-aset elo tidak bisa berpindah atas nama dia. Kita lakukan test DNA pada Revy untuk membuktikan kalau dia itu bukan anak elo, jadi dia gak ada hak sedikitpun atas aset-aset elo. Ini malah kebalikannya. Dengan mudah elo malah mau ngasih sebagian aset elo sama si Revy. Heran gue.” Kata Jodi.
“Elo salah Jod, justru dengan menjadikan sebagian aset gue atas nama Revy akan memancing reaksi mereka. Kita nanti akan beri tahu mereka kalau aset-aset gue sudah berganti atas nama Revy. Tapi kita tahan Revy dibawah kendali gue. Sehingga mereka tidak bisa menikmati harta itu sekali pun atas nama Revy. Lalu jika mereka menggugat hak asuh Revy dengan menggunakan akta lahir itu. Kita bongkar rekam jejak mereka, bahwa mereka adalah pasangan selingkuh sehingga pengadilan akan menjatuhkan hak asuh itu pada gue. Dan jika itu terjadi akan sangat menyulitkan bagi mereka untuk tetap menguasai Harta gue.” Jelas Harvan. Jodi mendengarkan untuk memahami maksud dari apa yang Harvan jelaskan padanya.
“Oke, gue mengerti. Bagus juga ide elo itu, terus selanjutnya bagaimana? Kalau seandainya mereka melakukan cara lain. Misalkan mereka menculik Revy pada saat Revy berada di Jerman, atau mereka malah melakukan test DNA pada Revy agar elo gak dapat hak asuh Revy?.” Tanya Jodi.
“Nanti pada saat gue mengantar Revy ke Jerman, Revy pasti akan bilang semuanya pada oma dan opanya. Dan itu akan membuat opa dan oma membenci Selvy dan akan menutup akses Selvy disana sehingga dia akan sulit mendapatkan Revy kembali. Dan jika mereka melakukan test DNA pada Revy, itu sama saja mereka telah melakukan bunuh diri. Secara jika test DNA itu membuktikan Revy itu sebenarnya memang bukan anak gue, buat apa mereka menuntut harta dari gue yang sama sekali gak ada ikatan darah antara kita, sama seperti apa yang elo bilang tadi.” Jelas Harvan.
“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya sebisa kita, memberikan Revy perhatian penuh sehingga dia merasa gue sangat sayang padanya, yang otomatis akan membuat dia sayang sama kita dan itu adalah salah satu bagian dari rencana kita. Sehingga jika suatu saat dia dalam keadaan terdesak yang akan pertama kali dia bela adalah kita, bukan ibunya atau si Reyhan itu.” Jelas Harvan.
“Sip! Mantaps! Gue setuju!.” Kata Jodi.
“Dan rencana gue pada Harin demi keamanannya, sebaiknya dia sekolah dirumah saja Jod, kita panggil guru pembimbing ke rumah, bagaimana?.” Tanya Harvan.
“Oke siap! Nanti gue audisi dulu guru pembimbing buat Harin.” Jawab Jodi.
“Oke, dan satu lagi Jodi, gue minta sama elo agar elo memerintahkan team elo untuk memberikan pengawalan ketat di rumah gue dan sekitar rumah opa dan oma di Jerman, karena bisa saja kan? Saat akses Selvy dan Reyhan disana ditutup mereka akan melakukan kejahatan pada orang tuanya?.” Jelas Harvan.
“Siap! Nanti gue akan suruh mereka buat menurunkan personil, Har.” Kata Jodi semangat.
“Mungkin seperti itu saja dulu rencana kita Jod, dan elo tetap pantau si Reyhan sama si Selvy dengan sistem elo itu Jod. Dan mulai saat ini kita kendalikan gerak gerik mereka, tanpa mereka sadari bahwa hidup mereka dibawah kendali gue.” Jelas Harvan.
“Oke. Siap!. Well come to the simulation conspiracy duo dajjal haha.” Kelakar Jodi mantap.
__ADS_1
Pada saat mereka menutup pembicaraan penting mereka, saat itu juga Harin dan Revy menghampiri mereka.
“Ayaaah.” Teriak Harin berlari kearah ayahnya.
“Wah anak kesayangan ayah penuh pasir baju nya.” Sambut Harvan.
“Seru main pasir sama kak Revy ayah.” Riang Harin
“Ayo bersihankan tubuhmu dulu.” Kata Jodi seraya mengangkat tubuh Harin tinggi-tinggi membuat gelak tawa pecah dari mulut mungil Harin.
Sementara Harvan meraih Revy membawanya masuk kedalam pondok, dengan pelukannya seperti pada anaknya sendiri membuat Revy merasa mendapatkan kasih sayang yang nyata dari seorang ayah yang ia rindukan.
*
*
Sementara itu di tempat lain tepatnya di Ibukota Jakarta. Nampak Reyhan dan Selvy yang berada di dalam kendaraan mereka, setengah putus asa karena sudah beberapa hari mencari Revy dan Harin tetapi tidak kunjung mereka temukan.
“Aku sudah muak dengan keadaan ini Rey! Lebih baik kita sudahi mencari mereka! Membuat aku pusing saja.” Kata Selvy dengan kesal.
“Kenapa sih kamu selalu berisik! Kamu mau kalau si Harvan lebih cepat menemukan mereka hah?!.” Teriak Reyhan.
“Terus Kemana lagi kita cari mereka!! Aku sudah bosan! Lebih baik kita hentikan pencariannya!.” Selvy balas teriak.
“Kalau kamu mau pulang! Sana pulang saja sendiri! Rese memang kau! Dasar iblis betina!.” Pekik Reyhan.
“Dengar baik-baik Rey! Seandainya kamu langsung bunuh itu bocah kemarin! Gak mungkin kita jadi susah seperti ini! Dasar bocah sialan! Awas ya kalau ketemu! Akan aku patahin langsung lehernya!.” Selvy dengan emosi yang membara.
“Ah dasar perempuan gila! Bisanya cuma nyalahin doang! Lama-lama gue bunuh juga luh!.” Teriak Reyhan dengan geplakan tangannya mengenai kepala Selvy.
“Coba saja kalau kamu berani bunuh aku! Akan aku laporkan semua kelakuan kamu pada polisi!.” Teriak Selvy.
“Heh! Pelacur! Kalau elo laporin gue! Elo juga akan gue seret masuk penjara! Mau luh anjing!.”
Perdebatan diantara duo dajjal itu semakin memanas hingga baku hantam pun terjadi. Rasa putus asa mereka telah membuat emosi mereka semakin tak terkendali.
Hingga akhirnya mereka sama-sama merasa lelah dengan emosi mereka masing-masing dan sepakat untuk kembali dulu menuju kediaman mereka di Villa puncak Cianjur.
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥