Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Tuan Chin-Hwa & Min Joon


__ADS_3

Tamu dari Korea yang akan bekerja sama dengan Harvan telah menunggu di restoran Hotel Y. Mereka begitu ramah menyambut kedatangan Harvan dan Jodi. Terlihat pancaran kebahagiaan dari kedua orang Korea tersebut, tetapi Harvan merasakan feeling yang berbeda melihat sorot mata tamu nya itu. Entah apa yang di rasakan Harvan terhadap kedua orang Korea tersebut.


Tuan Chin-Hwa adalah pemilik perusahaan terbesar di Korea Selatan. Pengusaha muda nan tampan, yang ketampanannya ala-ala bintang Korea itu Membuat harvan merasa sedikit curiga dan bertanya-tanya dalam benaknya, mengenai tujuan dari tamu nya tersebut, yang secara tiba-tiba ingin bertemu dengannya dan menjalin kerja sama dengan perusahaannya.


Perusahaan tuan Chin Hwa bergerak dibidang (TIK) Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Information and Communication (ICT). Yang tentunya selaras dengan perusahaan milik Harvan. Karena itu mereka ingin bekerja sama untuk mengembangkan sayap perusahaannya.


Karena Tuan Chin Hwa sudah lama sering bolak-balik Korea-Indonesia, jadi ia mampu berbahasa Indonesia dengan baik, meski pun logat Korea nya masih kental.


“Selamat siang Tuan Harvan, saya senang bertemu anda di sini.” Kata Tuan Chin Hwa.


“Sama-sama Tuan Hwa saya juga senang bisa bertemu dengan anda di Negara kami tercinta ini.” Jawab Harvan.


“Kenalkan ini asisten saya Jodi.” Sambung Harvan, kemudian Tuan Hwa menyalami Jodi.


“Oh iya, saya juga membawa seorang asisten, perkenalkan dia adalah Tuan Min Joon.” Kata Tuan Hwa, kemudian Harvan dan Jodi menyalami Tuan Min asisten Tuan Chin Hwa.


“Baik Tuan Harvan, apakah anda mau pesan makan atau minum?.” Tawar Tuan Chin Hwa.


“Oh tidak terima kasih Tuan, baru saja saya sudah makan siang dengan asisten saya.” Jawab Harvan.


“Baik kalau begitu, kita langsung saja membahas perihal maksud dan tujuan saya menemui anda di sini.” Kata Tuan Chin Hwa.


“Baik Tuan Hwa, langsung saja pada pokok masalah yang akan kita bahas, sebenarnya maksud dan tujuan kedatangan Tuan kesini ada keperluan apa?.” Tanya Harvan.


“Oke, Tuan Harvan, akan kami jelaskan. Perusahaan kami merupakan salah satu perusahaan terbesar di Negara kami, tentunya kami ingin melebarkan sayap demi kemajuan perusahaan kami yaitu, untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan anda. Dan tujuan kami adalah bukan untuk investasi, tetapi sebagai partner perusahaan anda atau sebagai mitra dagang..” jelas Tuan Chin Hwa.


“Oya, Tuan Hwa, kalau boleh saya tahu, produk-produk apakah yang sedang anda kembangkan?.” Tanya Harvan, kemudian asisten Tuan Chin Hwa yaitu Tuan Min Joon menjelaskan.


“Baik Tuan Harvan, perusahaan kami bergerak pada Drone manufacturing, drone system development, robot manufacturing, software development, Electronic book production dan e-commerce.” Jelas Taun Min Joon.


“Baik Tuan, apa yang anda jelaskan sangat menjanjikan bagi kami tentunya, dan saya yakin ini prospek yang bagus untuk masa datang dan saya sangat tertarik, mengingat di negara kami bahwa penggunaan TIK sudah menjadi kebutuhan tidak hanya untuk kebutuhan perkantoran swasta dan pemerintahan tetapi bagi individual.” Jelas Harvan.


“Iya Tuan Harvan, untuk mendukung bidang pendidikan pun agar dapat beradaptasi dengan kemajuan TIK, kami memiliki produk yang dapat memudahkan dalam bertransformasi dimana sekolah-sekolah dapat terintegrasi dengan sistem TIK dalam mendorong “21st Century learning” yang sudah kami kembangkan di negara kami. Adapun produk yang kami luncurkan di antaranya, adalah: Papan tulis elektronik, VR, notebooks, digital textboks, dan tablet yang dapat di gunakan oleh setiap Individu, dalam tim dan dalam ruang kelas..” jelas Tuan Min Joon.


“Baik, produk anda sangat menarik sekali dan saya sangat mendukung apabila di negara kami ini seperti negara anda, yang sudah lebih maju. dimana dunia pendidikan sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi di era sekarang ini, dan kami pun mengharapkan tidak hanya di perkotaan tetapi juga merambah ke perdesaan, mengingat negara kami adalah negara kepulauan dan tentunya masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau oleh teknologi informasi dan komunikasi.” Jawab Harvan.


“Iya Tuan Harvan, semoga dengan kerja sama yang kita jalin ini sebagai partner perusahaan kami, anda dapat merealisasikan harapan dan mendukung program pemerintah di negara anda ini. Terutama dalam bidang pendidikan.” Ujar Tuan Chin Hwa.


“Baik, kalau begitu Tuan Hwa karena kerja sama yang akan kita lakukan ini adalah projek besar, yang tentunya saya membutuhkan dukungan dari stakeholder kami, jadi kami akan melakukan meeting dengan mereka terlebih dahulu dan mengurusi perijinan dan lain sebagainya, tentunya kami meminta waktu pada anda untuk mempersiapkan segalanya, jadi mungkin kami akan menghubungi anda kembali dalam beberapa hari lagi.” Jelas Harvan.


“Siap Tuan Harvan, terima kasih atas waktunya, dan saya sangat senang sekali menjadi partner anda.” Tukas Tuan Chin Hwa.


“Sama-sama Tuan Hwa, senang berbisnis dengan anda.” Jawab Harvan.


“Baiklah, karena saya ada kepentingan lain, mungkin hari ini cukup sampai di sini Tuan Hwa.” Jelas Harvan.


“Baik Tuan Harvan, sampai bertemu lagi di hari-hari mendatang.”Kata Tuan Chin Hwa.


Kemudian Harvan pamit kepada mereka untuk undur diri. Lalu menyalami mereka dan berlalu meninggalkan mereka di restoran itu.


Harvan dan Jodi kemudian naik ke dalam kendaraannya dan kendaraannya pun berlalu meninggalkan hotel itu. Di dalam mobil, mereka berbincang,


“Jod bagaimana menurut elo tentang Tuan Chin Hwa?.” Tanya Harvan.


“Menurut gue sih, dia pebisnis yang agile, smart dan ramah, sama kayak elo.” Jawab Jodi.


“Tapi, gue ngerasa ada sesuatu Jod.” Kata Harvan.


“Maksud elo.?” Tanya Jodi.


“Feeling gue selain dia mau kerja sama dengan kita, kayaknya dia mempunyai tujuan lain.” Jelas Harvan.


“Tujuan lain gimana maksud elo?.” Tanya Jodi.


“Ya gue gak tahu tujuan dia yang lainnya apa, cuman lihat tatapan matanya sama gue, gue jadi curiga.” Jelas Harvan.


Kemudian Jodi terdiam seperti berfikir,


“Gue gak merhatiin sih tadi Har.” Kata Jodi.


“Kalau gue sih merhatiin dari sorot matanya, jelas dia punya maksud lain, Jod.” Ujar Harvan.

__ADS_1


“Ya udah kita cari tahu Company profile sama Bio datanya ya Har!.” Kata Jodi.


“Oke.” Ujar Harvan.


“Sip!.” Kata Jodi.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke kantornya dengan kuda besi mereka yang di iringi musik di dalamnya. Lagu yang mereka dengarkan adalah lagu dari, Imagine dragons-believer.


I was broken from a young age


(Aku hancur dari usia muda)


Taking my sulking to the masses


(Membawa saya merajuk ke massa)


Writing my poems for the few


(Menulis puisiku untuk segelintir orang)


That look at me, took to me, shook to me, feeling me


(Tatapan itu padaku, mentapku, mengguncangku, merasakanku)


Singing from heartache from the pain


(Bernyanyi dari sakit hati dari rasa sakit)


Taking my message from the veins


(Mengambil pesan saya dari pembuluh darah)


Speaking my lesson from the brain


(Berbicara pelajaran saya dari otak)


Seeing the beauty through the...


Pain!


(Rasa sakit)


You made me a, you made me a believer, believer


(Kamu membuatku menjadi, membuatku menjadi orang yang selalu percaya, orang yang selalu percaya)


Pain!


(Rasa sakit)


You break me down and build me up, believer, believer


(Kamu menghancurkanku dan membangunkan ku, orang yang selalu percaya, orang yang selalu percaya )


Pain!


(Rasa sakit)


Oh, let the bullets fly, oh, let them rain


(Oh biarkan peluru terbang, oh biarkan hujan)


My life, my love, my drive, it came from...


(Hidupku, cintaku, doronganku, itu berasal dari )


Pain!


(Rasa sakit)


You made me a, you made me a believer, believer

__ADS_1


(Kamu membuatku menjadi seorang, menjadi seorang yang selalu percaya, yang selalu percaya )


*


Sementara itu di sebuah kamar presidential suite, dari hotel mewah Y tersebut, nampak dua pria Korea tengah berbincang.


“Apa Tuan yakin dia orang nya?.” Tanya Min Joon sang asisten.


“Aku yakin sekali, dia orangnya Min.” Jawab Tuan Chin Hwa.


“Lalu apa yang akan kita lakukan padanya?.” Tanya Min Joon.


“Tidak akan ada yang kita lakukan untuknya Min.” Jawab Tuan Chin Hwa.


“”Lalu untuk apa kita mendatanginya Tuan? Dan mau bekerja sama dengan perusahaan nya?.” Tanya kembali Min Joon.


“Yang harus kita lakukan adalah, harus semakin intens melakukan pertemuan dengan nya.” Jelas Tuan Chin dengan senyum penuh arti.


“Lalu bagaimana seandainya tiba-tiba mereka menolak kerja sama dengan kita Tuan?.” Tanya Min Joon lagi.


“Dia tidak mungkin menolak bekerja sama dengan kita Min, bukan kah tadi dia bilang bahwa bekerja sama dengan perusahaan kita adalah merupakan kemajuan untuk masa depan perusahaan nya?.” Jelas Tuan Chin Hwa.


“Iya Tuan.” Jawab Min Joon.


“Tidak lama lagi... waktunya akan segera tiba. Pertemuanku dengan Eun Kyung, akan semakin dekat, seandainya saja kita terus intens melakukan pertemuan dengan dia Min.” Ujar Tuan Chin Hwa.


“Baik Tuan.” Jawab Min Joon.


“Pergilah ke kamamu, aku hendak istirahat sebentar.” Kata Tuan Chin Hwa.


“Baik Tuan, saya permisi dulu.” Ijin Min Joon, lalu Min Joon meninggalkan Tuan Chin Hwa di ruangan president suite nya. dan berlalu ke kamarnya.


*


Sementara itu, Harvan dan Jodi telah sampai di gedung kantornya. Mereka berlalu dari kendaraannya dan beranjak pergi keruangannya.


Harvan dan Jodi kini sudah berada di ruangan kantornya, mereka tengah menyelidik Company profile milik perusahaan Tuan Chin Hwa sekaligus Bio datanya. Melalui internet dengan laptopnya, mereka mencari informasi tersebut di ruangan Harvan.


Tidak ada yang aneh dari hasil temuannya. Perusahaan Tuan Chin Hwa memang perusahaan besar yang telah melebarkan sayapnya ke negara-negara ASEAN. Dan perusahaan nya memiliki kemampuan yang cepat dalam beradaptasi terhadap teknologi, bisnis yang agile dan mampu menciptakan teknologi informasi yang terintegrasi dengan baik.


“Kalau perusahaannya sih cukup oke Har, bisa menambah nilai plus buat perusahaan kita, seandainya kita jadi partner perusahaan mereka.” Jelas Jodi.


“Oke, berarti kalau pun ada sesuatu yang lain dari niatan merek sama gue, berarti masalah lain Jod, tapi apa ya?.” Ujar Harvan, kemudian ia berfikir.


“Oke, kalau kita lihat pada data pribadinya. dia adalah pengusaha yang smart dan baik, lalu track record nya pun tidak ada masalah, nyaris sempurna. Sementara kehidupan pribadinya pun, tidak ada yang aneh-aneh, dia pria normal seperti kita, pernah pacaran dengan satu wanita, yang kemudian dia nikahi. Dan wanita yang telah ia pacari selama 3 tahun itu, yang kemudian menjadi istri nya bernama Eun Kyung. Bisa elo lihat ini foto istrinya, cantik, pintar, berasal dari kalangan atas dan berprofesi sebagai dokter kecantikan. Sempurna!. namun hal yang tidak di duga-duga istrinya itu alami kecelakaan kira-kira satu tahun yang lalu Har.” Jelas Jodi kembali.


“Sebentar Jod, bukan kah tahun lalu gue sama Intan masih di Korea?!.” Tanya Harvan.


Kemudian mereka berdua terdiam dan berfikir.


Mencoba memecahkan masalah yang tengah bergelayut di dalam pikirannya.


“Oke Jod, coba elo cari tahu lagi mengenai istrinya.” Kata Harvan penasaran.


“Oke, lanjut!. Akibat dari kecelakaan itu istrinya meninggal!.” Kata Jodi.


“Apa?! Meninggal?.” Harvan terhenyak,


“Iya, menurut info yang gue dapat begitu.” Ujar Jodi.


Kemudian mereka diam sejenak dan berfikir kembali.


“Oya Jod, tadi kan dari informasi yang elo dapat, istrinya Tuan Chin Hwa berprofesi sebagai dokter kecantikan. Cari tahu di rumah sakit mana ia bertugas?.” Selidik Harvan.


Kemudian Jodi kembali mencari informasi mengenai Eun Kyung istri dari Tuan Chin Hwa. Setelah Jodi mencari-cari, akhirnya ia menemukannya. Pada saat ia melihat di mana istri Tuan Chin bekerja, Jodi di kejutkan dengan informasi yang ia temukan ,…. WHAT!!!!! 😮


BERSAMBUNG


🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔🌔


Ada apa ya?????

__ADS_1


Kawal terus ceritanya ya!!😉


__ADS_2