
Pagi telah menunjukkan dirinya, diiringi sang fajar dengan cahayanya yang menghangatkan stiap makhluk untuk memulai segala aktivitasnya.
Harvan dan putrinya juga Jodi telah kembali ke kediamannya di Ibukota.
Pagi ini seperti biasa mereka selalu sarapan pagi sebelum berangkat beraktivitas. Setelah selesai sarapan, mereka meninggalkan kediamannya dengan kuda besi yang selalu setia mengantarkan mereka.
“Har, hari ini elo ada rapat penting yang gak bisa diwakilkan, jadi harus elo yang berada disana.” Jodi membuka pembicaraan dalam perjalanan mereka.
“Oke, kalau begitu elo yang tungguin Harin di sekolah ya Jod?.” Kata Harvan.
“Oke, sayang hari ini om Ijong yang temenin kamu di sekolah ya?.” Tanya Jodi pada Harin yang tengah duduk dipangkuan ayahnya sedang asyik menonton video ibunya.
“Iya om.” Jawabnya singkat tetap fokus melihat ke layar ponsel.
Sesampainya di sekolah, Jodi turun kemudian membawa Harin dari pangkuan Harvan. Sementara Harvan beranjak ke belakang kemudi setelah Harin lepas dari pangkuannya.
Harvan meninggalkan halaman parkir sekolah itu membawa kuda besi tersebut setelah mengecup pipi dan kening sang anak.
Jodi membawa Harin masuk ke halaman sekolah. Karena Ia yang pertama mendatangi sekolah itu untuk daftar masuk, jadi ia telah hafal dimana ruangan kelas Harin.
Sepanjang Jodi dan Harin berjalan menuju gedung kelas, nampak dari taman playground, bunda-bunda yang biasa mengantarkan anaknya sekolah, memperhatikan kedatangan Jodi dan Harin.
“Eh bunda Cira lihat! Kok sekarang yang antar Harin ke sekolah bukan ayahnya, siapa dia ya?.” Kata Bunda Claire.
“Entahlah, mungkin pamannya kali ya.” Jawab Bunda Cira.
“Eh tapi yang ini juga sama gantengnya ya? Hehe.” Celoteh bunda Lolita.
“Iya, sepertinya mereka masih saudara.” Ujar Bunda Ajriel.
“Kita panggil aja yuk, biar kita tahu siapa dia.” Kata Bunda Valent.
“Ya sudah, ayo bunda Loli yang panggil dia.” Kata Bunda Cira.
“Harin! Sini sayang.” Panggil Bunda Cira setengah berteriak karena posisi diantara mereka jauh.
Kemudian Harin mendekat kepada bunda-bunda itu menarik Jodi. Setelah Harin dan Jodi mendekat, Jodi memperhatikan kelima bunda-bunda tersebut.
(Buset dah, ini mau nganter anak sekolah apa mau pashion show ya? Dasar emak-emak ganjen!.) Bathin Jodi.
“Harin, ayahnya kemana? Kok gak nganter kamu sayang?.” Tanya bunda Claire yang matanya terus memandangi wajah Jodi. Sementara Jodi melihat kearah lain.
“Ayah lagi sibuk tante.”
“Oh sibuk ya, terus itu yang antar Harin siapa?.” Tanya Bunda Valent yang juga matanya tidak lepas memandangi dada bidang Jodi yang kancing kemejanya terbuka setengah dada.
“In om Ijong, om aku tante.”
“Oh, om nya ya, kenalin dong om nya sama tante hehe.” Kata bunda Valent.
(Yah dasar emak-emak ganjen gak boleh lihat tampang ganteng kayak gue, langsung dah nyamber.) Bathin Jodi kembali.
“Om kenalin ini bundanya teman-teman aku.” Kata Harin mengoyang-goyang tangan Jodi yang menggenggamnya, sementara Jodi melihat ke arah lain.
“Oh iya, perkenalkan bunda-bunda, saya Jodi om nya Harin.” Ujar Jodi dengan senyum terpaksa.
“Salam kenal ya, saya bundanya Claire, dan ini bundanya Cira, yang itu bunda Ajriel, ini bunda Lolita dan yang ini bunda Valent.” Jelas bunda Claire menunjuk satu-satu personil ganknya.
Jodi menganggukan kepalanya seraya tersenyum pada mereka. Kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah lain.
__ADS_1
Tak lama jam masuk tiba, lalu ibu-ibu tadi mengantarkan anaknya masuk ke kelas begitu pun dengan Jodi.
“Sayang, om menunggumu di taman samping ya?.” Kata Jodi pada Harin, kemudian ia berlalu ke taman samping karena untuk menghindari Bunda-bunda genit tadi.
Saat Jodi melangkahkan kakinya ke taman samping sekolah, pandangannya terpaku pada sosok anggung yang tengah duduk sendiri di kursi taman.
Melihat wanita itu Jodi sedikit tertarik dibandingkan pada saat melihat bunda-bunda centil tadi. Lalu ia mendekati wanita anggun yang mirip dengan Natasya Willona itu.
“Boleh saya duduk dsini mbak?.” Sapa Jodi.
“Oh, iya silahkan.” Jawab ramah wanita itu.
Jodi sedikit gugup kala duduk berhadapan dengan wanita itu, sementara wanita itu sibuk sendiri dengan ponselnya. Jodi mencoba memberanikan diri membuka pembicaraan dengan wanita itu.
“Maaf mbak, lagi nunggu anaknya ya?.” Tanya Jodi dengan santun, kali ini ia tidak memakai jurus buaya daratnya, sepertinya dia sudah berubah menjadi pria yang lebih baik.
“Iya.” Jawabnya lembut.
“Anaknya kelompok apa ya? Kalau boleh tahu.”
“Kelompok Playgroup.” Jawabnya kembali.
“Loh kenapa tidak gabung sama ibu-ibu yang disana?.” Jodi menunjuk dengan wajahnya ke arah bunda-bunda genit.
“Hehe, saya tidak termasuk kedalam gank nya mas.” Jawabnya.
“Oh jadi mereka nge-gank ya, kaya anak sekolah aja, anaknya yang sekolah emaknya yang nge-gank hadeuh.” Kata Jodi.
“Mereka orang-orang kaya mas, mana bisa aku masuk lingkungan mereka.” Jawabnya sembari tetap sibuk dengan layar ponselnya.
“Kalau mereka nge-gank berarti punya nama dong gank nya hehe.” Celoteh Jodi yang terus memandangi wajah yang mirip Natasya Willona itu.
(Buset itu nama grup, apa nama aliran sesat.) gumam Jodi.
“Aneh-aneh aja ya emak-emak jaman sekarang, udah punya anak juga macem-macem kelakuannya.” Ujar Jodi.
“Hehe, kata orang-orang, kegiatan mereka tidak lepas dari kulliner, makanya mereka menamai grup nya KEJO (Nasi\=dalam bahasa Sunda).” Kata wanita itu.
(Anjir, ada-ada aja ya tuh emak-emak, hadeh. Eh tapi Ini cewek manis juga ya, cuman sayang bini orang hehe.) Bathin Jodi.
Sepanjang Jodi berbincang dengan wanita itu. Emak-emak di ujung taman memperhatikan mereka.
“Tuh lihat, om nya Harin malah ngobrol sama si Rury janda miskin itu.” Sinis Bunda Lolita.
“Ya gak apa-apa kali bun, orang lain yang ngobrol kok bunda yang sewot sih.” Kata bunda Claire.
“Ya aku gak suka aja kalau ada cowok ganteng dan kaya deketin dia, emang apa bagusnya dia! Dandanan nya aja kampungan.” Ketus bunda Lolita.
“Iya aneh deh, harusnya om Harin itu gabung sama kita bukannya sama si janda miskin itu.” Sambung bunda Valent.
“Habisnya kalian suka pada heboh sih jadi cowok pada takut tuh haha.” Bunda Cira.
“Eh siapa yang suka heboh bun, kita heboh kalau lagi kulliner aja kali haha.” Tawa bunda Ajriel.
“Oya, sekarang kita kulliner dimana dong bun?.” Tanya bunda Claire.
“Eh dekat sekolah sini ada restoran baru bun, kita kulliner disitu aja yuk, katanya restoran Korea.” Jelas bunda Cira.
“Ayo kita kesana setelah anak-anak pulang sekolah ya?.” Sambung bunda Lolita yang matanya terus saja melihat ke arah Jodi dan wanita itu.
__ADS_1
“Eh kasihan bener ya si Rury, ditinggal mati suaminya waktu dia hamil, mana almarhum suaminya itu pekerjaannya cuma pegawai biasa, yang pensiunannya pasti kecil.” Kata bunda Valent.
“Iya makanya dia gak akan bisa gabung sama kita, secara kita jauh diatas dari pada dia.” Kata bunda Lolita.
“Iya untung kita mah punya suami yang kaya raya jadi kita bebas ngabisin duit suami haha.” Bunda Claire terbahak.
“Iya, dan bunda Valent sama bunda Lolita juga biar ditinggal suami, punya orang tua yang kaya jadi kita gak susah kaya si Rury itu.” Jelas bunda Cira.
Tiba-tiba terdengar suara anak-anak ramai keluar dari kelasnya masing-masing tanda belajar mereka telah usai.
Terlihat Jodi dan wanita bernama Rury itu menghampiri kelas. Kemudian Rury membawa anak laki-laki yang seusia dengan Harin pergi meninggalkan gedung kelas itu.
“Saya duluan ya mas.” Kata Rury yang bergegas pergi meninggalkan Jodi.
“Iya.. Eh, tunggu…” Kata Jodi pada wanita itu namun wanita itu terlalu cepat beranjak sehingga tak mendengar panggilan Jodi.
Kemudian Jodi mencari Harin, tak lama Harin menghampirinya.
“Ayo sayang kita pulang, ayahmu pasti sudah menunggu di halaman parkir.” Jodi langsung memangku Harin dan menciuminya seperti pada anaknya sendiri.
Sampai dihalaman parkir, Harvan sudah menunggu di dalam kuda besinya. Harvan keluar dari mobil mengambil anaknya dari pangkuan Jodi lantas menciumnya, lalu duduk di jok samping kemudi, sementara jodi sudah siap dengan kemudinya, dan mobil pun berlalu meninggalkan halaman parkir itu.
Karena lelah Harin tertidur dalam pangkuan sang ayah. Dengan lembut sang ayah mengelus dan mengecup kepala anaknya itu, jodi melirik pada mereka.
“Cape dia ya, langsung tidur aja.” Kata Jodi.
“Eh Har, gila ya emak-emak wali murid pada kayak begitu.” Sambung Jodi.
“Begitu gimana?.” Tanya Harvan.
“Ya pada genit-genit.” Jelas Jodi.
“Iya bener, kadang gue suka risih kalau ada mereka.” Harvan membetulkan posisi duduk Harin.
“Apalagi itu yang nge-gank, buset dah itu penampilan udah kaya model aja tuh mereka, kayak mau pashion show haha. Udah gitu lucu banget nama gank nya, katanya Kejo Empire haha.” Kelakar Jodi.
“Haha, tau dari mana luh?.” Tanya Harvan.
“Tau dari Natasya Willona.” Jelas Jodi.
“Siapa Natasya Willona?.” Harvan mengernyitkan dahinya.
“Itu Har, ibu muda yang sama juga lagi nungguin anaknya, dia gak masuk gank itu karena gank itu khusus buat emak-emak tajir.” Pikiran Jodi melayang pada wanita tadi.
“Itu cewek anggun banget loh Har, cuman gue tadi lupa gak nanyain namanya, dia keburu ngilang.” Sambung Jodi.
“Hati-hati loh sama bini orang Jod!.” warning Harvan.
“Gue kan cuman mengagumi aja Har gak sampai mau ngapa-ngapain, udah insaf gue.” Ungkap Jodi serius.
“Baguslah kalau gitu.” Kata Harvan memeluk erat putrinya.
“Eh kita ke kantor apa pulang nih?.” Tanya Jodi
“Ke kantor aja Jod, kalau pulang masih siang, Harin kan bisa istirahat diruangannya.” Jelas Harvan yang memang menyediakan ruangan khusus di kantornya untuk putri tercintanya itu.
Dan kuda besi mereka pun melaju melesat menuju kantor mereka.
❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader tersayang🥰