
Warning!!
Mengandung konten 21+
Harap bijak dalam membacanya!!
Malam yang dihiasai senyuman sang Dewi malam kian menambah kehangatan dua insan yang tengah memadu kasih. Belaian sang istri terasa menambah gejolak asmara, kala sang suami membenamkan kepalanya diatas dada sang istri sebagai sandarannya.
Letupan deru jantung kian terdengar menggema saat kecupan mesra mertubi-tubi meraup dada kenyal sang cinta. Hanya ******* mesra yang mampu ia lontarkan.
Kedua tubuh polos itu semakin merasakan panas yang membara kala bibir kokoh sang suami semakin menjalar ke area yang lebih sensitif lagi.
Tak mampu keduanya menahan gairah yang semakin tak terkendali. Semakin dalam silatan lidah itu memasuki kuncup kenikmatan, semakin haus dahaga yang mereka rasakan. Hingga hujaman tongkat komando memaksa masuk meruntuhkan benteng pertahanan yang semakin terbawa arus.
Bertubi-tubi hujaman itu menembus hingga membuat buliran hangat membuncah membanjiri pucuk kenikmatan yang berpadu dengan peluh hingga keduanya melemas pasrah.
“Terima kasih sayang.” Bisik sang suami dan Sang istri mengangguk pelan dengan senyuman termanisnya.
Kali ini Harvan terjaga dengan sendirinya. Setelah ia merasakan sesuatu membasahi celananya, bergegas ia melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.
(Untung Harin sekarang tidak tidur bersamaku, jadi tidak ada lagi yang mengomentari keadaanku). Bathin Harvan.
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti celana, ia turun kelantai bawah karena tiba-tiba saja cacing di dalam perutnya meronta-ronta.
Belum sampai ia kelantai bawah, ia mendengar suara beradunya sendok dan garpu di ruang makan, terdengar olehnya seperti ada seseorang yang tengah melakukan aktivitas di dapur itu.
Pada saat ia melihat ke meja makan, nampak dalam pandangannya Jodi tengah menikmati sesuatu.
“Lagi ngapain luh malem-malem di dapur?.” Tanya Harvan.
“Lapar gue!.” Jawab Jodi.
“Sama, gur juga lapar, elo makan apaan?.” Tanya Harvan kembali.
“Gue makan mie.”
“Wah enak tuh, bikinin buat gue dong Jod.”
“Oke.” Jawab Jodi seraya berlalu kearah dapur dan segera memasak mie instan untuk Harvan. Sementara Harvan duduk pada kursi makan berhadapan dengan kursi yang Jodi duduki tadi.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Jodi memberikan mie instan yang ia masak tadi pada Harvan.
“Mh.. enak bener bau nya.” Kata Harvan sembari meraih mie yang Jodi berikan.
“Elo belum tidur Jod?.” Sambungnya.
“Belum Har, gue gak bisa tidur. Kayanya lapar kali ya?… Eh elo abis mandi malam-malam gini?.”
“Iya, emang kenapa?.” Tanya Harvan sembari menyuapkan mie instan itu pada mulutnya.
“Pasti elo udah mantap-mantap ya?.”
__ADS_1
“Ya biasalah hehe.” Harvan dengan senyuman di bibirnya.
“Enak bener ya hidup elo. Gak perlu susah-susah nyari.”
“Iya gue gak perlu juga Solo karier di kamar mandi kayak elo haha.” Kelakar Harvan.
“Anjir! Haha… Malang bener ya nasib gue?!” Jodi menimpali.
“Ya makanya, carilah Istri lagi Jod, apa elo masih trauma?.”
“Kayaknya sekarang udah gak begitu deh Har.” Jawab Jodi.
“Ya udah, elo cari lagi bini yang bener biar elo punya keturunan Jod.” Kata Harvan.
“Entar deh gue coba. Eh tapi bagaimana sama elo? Elo gak ada niatan buat nyari ibu sambung buat Harin gitu Har?.”
“Gak Jod, gue gak ada minat. Intan sudah cukup buat gue. Apa lagi yang gue cari? Anak, gue udah ada, kebutuhan biologis masih dapat dari Intan walau cuma di mimpi doang. Yang harus kawin lagi itu gue rasa elo Jod!.” Jawab Harvan.
“Tapi… gue bingung Har, kenapa ya? Disaat gue pengen bener-bener, susah nyari ceweknya, tapi pada saat gue lagi gak bener, gampang banget itu cewek gue dapat.” Kata Jodi.
“Elo belum ketemu aja Jod, nanti juga kalau udah waktunya, semuanya akan terasa mudah.” Jelas Harvan.
“Oya Har, urusan sekolahnya Harin bagaimana ya? Kita belum menghubungi pihak sekolahnya Harin lagi.” Kata Jodi.
“Oh iya ya gue sampai lupa. Ya udah gini aja Jod, kalau sempet, besok elo datang saja ke sekolah, cabut berkas Harin. Biar Harin sama Revy ikut metode Home schooling aja. Karena mereka masih terancam dari Selvy dan Reyhan. Gue khawatir mereka mencari cara buat menculik Harin dana Revy lagi kalau mereka tahu.” Jelas Harvan.
“Terus urusan sama emak-emak gank Kejo Empire Bagaimana? Bukannya waktu itu elo ikut arisan trus udah bayar juga?.” Tanya Jodi.
“Ya elo bilang saja sama mereka kondisi kita sekarang, terus kalau memang duit itu bisa kita ambil, ya ambil saja. Kalau tidak bisa, biarin saja lah.” Jawab Harvan.
“Oke kalau begitu, gue duluan tidur ya Jod. Udah selesai gue makannya.” Kata Harvan meninggalkan jodi diruangan makan itu.
“Oke.” Jawab Jodi, dan ia pun meninggalkan ruang makan tersebut.
*
Singkat kata pagi pun tiba. Pagi itu Harvan dan Jodi telah bersiap pergi ke kantor, sementara Harin dan Revy ditemani opa hanya tinggal di rumah saja. Karena kalau mereka keluar khawatir akan diketahui Selvy dan Reyhan.
Setelah Harvan dan Jodi selesai sarapan, akhirnya mereka meninggalkan kediamannya setelah pamit pada semua orang yang tinggal di rumah.
Setelah kendaraan yang mereka tumpangi sampai di halaman parkir gedung kantor, Harvan turun dari kendaraannya sementara Jodi yang duduk dibelakang kemudi melanjutkan perjalanannya menuju sekolah Harin.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya jodi sampai di sekolah Harin.
Betapa ramainya pada saat gank emak-emak Kejo Empire melihat kehadiran Jodi. Mereka saling berbisik dan penasaran dengan kabar terbaru dari ayah Harin dan putrinya itu.
“Ulala.. akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga bunda Cira.” Kata bunda Claire.
“Eh iya si tampan baru kelihatan batang hidungnya lagi.” Kata bunda Cira.”
“Eh tapi kok sendiri ya? Gak bawa Harin. Apa Harin masih belum ketemu?.” Kata bunda Ajriel.
__ADS_1
“Nanti kalau dia sudah selesai dari ruang guru kita panggil saja bunda.” Kata bunda Lolita.
“Iya nanti kita tanya saja, bagaimana kabar Harin sama ayahnya.” Ujar bunda Valent.
“Kasihan ya Harin, jadi korban penculikan, mungkin kah ayahnya Harin punya musuh?.” Selidik bunda Ajriel.
“Bisa saja begitu, mungkin saingan bisnisnya ya bun?.” Ujar bunda Cira.
“Oya? Terus urusan sama arisan gimana ya? Minggu depan kan kita mau buka arisan yang pertama.” Kata Bunda Claire.
“Nanti aja sekalian tanyain bun sama asistennya.” Kata bunda Valent.
“Iya kita tanya langsung aja nanti, soalnya chat kita aja gak pernah di balas.” Ujar bunda Cira.
“Saking sibuknya kali ya, jangankan chat, telepon kita aja gak pernah di angkat.” Kata bunda Lolita.
Begitu ramainya the gank emak-emak berkomentar. Sementara itu Jodi yang sudah berada di ruang ketua yayasan menjelaskan dengan gamblang semua yang terjadi pada Harin,
Kepada ketua yayasan dan wali kelas Harin, Jodi mengatakan kalau Harin tidak akan masuk sekolah lagi dengan alasan bahwa Harin akan mengikuti metode Home schooling mengingat peristiwa penculikan itu membuat kekhawatiran ayah Harin terhadapnya.
Dan pihak sekolah pun tidak bisa berbuat banyak selain menyetujuinya. Jodi pun mengatakan kalau Harin sudah ketemu dan sekarang ia tengah diamankan.
Setelah Jodi menceritakan segalanya kepala pihak yayasan, akhirnya Jodi pun berpamitan.
Pada saat Jodi keluar dari ruangan ketua yayasan, Jodi melihat salah seorang personil gank emak-emak memanggilnya, lalu Jodi menghampiri mereka.
“Hallo tuan asisten apa kabar?.” Tanya bunda Claire.
“Bagaimana kabar Harin?.” Tanya bunda Ajriel.
“Alhamdulillah Harin sudah ada di rumah bunda.” Jawab Jodi.
“Oh syukurlah kalau begitu.” Bunda Valent.
“Mungkin Harin untuk saat ini mengikuti metode Home schooling bunda, mengingat keamanannya. Jadi mungkin Ini pertemuan saya yang terakhir dengan bunda-bunda semua.” Jelas Jodi.
“Oh jadi Harin gak bakalan sekolah di sini lagi ya?.” Kata bunda Lolita sedikit terkejut.
“Iya bunda, atas nama Harin dan keluarga kami minta maaf apabila selama Harin sekolah banyak merepotkan.”
“Sama sekali tidak tuan, hanya saja kami sangat menyayangkan, karena untuk kedepannya kami tidak dapat bertemu lagi dengan kalian.” Kata bunda Valent.
“Iya bunda mohon maaf, mungkin di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali dalam suasana yang berbeda.” Kata Jodi.
“Oya? Bagaimana dengan arisannya ayah Harin ya?.” Tanya bunda Cira.
“Untuk perihal arisan tadi ayahnya Harin berpesan, mohon maaf kalau bisa cancel saja bunda.” Kata Jodi.
“Ya sudah kalau begitu, nanti kita kembalikan dana yang sudah dibayarkan ayah Harin, bisa minta No rekeningnya tuan asisten?.” Tanya bunda Cira.
“Baik bunda segera akan saya kirimkan.” Jawab Jodi yang langsung saat itu juga memberikan nomor rekening pada bunda Cira.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu bunda.” Kata Jodi kemudian ia langsung pergi meninggalkan gank kejo Empire itu.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖