
Di dalam van itu, harvan di apit oleh dua orang berbadan kekar. Dua orang lagi bereda di depan, di belakang kemudi dan di samping kemudi, dan satu orang berada di belakang Harvan.
Dalam kegelapannya karena matanya di tutup. Harvan berfikir, kemana lagi mereka akan membawa dia? Apa yang akan mereka lakukan, kemudian di mana Jodi? Mungkin kah Jodi kehilangan jejaknya?.
(Oh Tuhan, aku tidak tahu siapa dalang di balik ini semua, aku rindu istriku tercinta. Seharusnya kini aku sedang memeluk tubuh indahnya. Seharusnya tubuhku malam ini menjadi sandaran dalam mimpi indahnya) gumam Harvan.
Van itu terus membawanya entah kemana. Semakin jauh dan jauh terasa lama. Seolah akan membuang jauh tubuh Harvan yang tengah lemah. Sampai Harvan terbuai mimpi karena lelahnya.
*
*
Saat Harvan terjaga. Ia merasa van itu sudah tidak bergerak. Van itu berhenti di suatu tempat. Kemudian kelima orang itu menggiring Harvan memasuki suatu tempat yang ia tidak tahu kemana ia di bawa.
Mereka menaiki anak tangga yang terasa terus dan terus tidak ada ujungnya. Kemudian mereka berhenti di sebuah ruangan. Mereka mendudukkan Harvan di sebuah kursi.
“Tolong kerja samanya Tuan! Sedikit saja anda bergerak! Peluru ini siap bersarang di kepala anda!.” Kata seseorang.
Harvan terdiam, terasa ada sebuah benda menempel di pelipisnya. Yang kemungkinan itu mulut senjata yang di todongkan pada kepalanya.
“Bunuh saja gue sekarang juga kalau kalian mau!.” Kata Harvan.
“Tidak semudah itu Tuan, karena masih banyak kejutan lain untuk anda!.” Ujar seseorang itu.
Kemudian seseorang membuka ikatan pada tangan Harvan. Harvan mengibas-ngibaskan tangannya setelah ikatannya terbuka. Lalu Seseorang membuka penutup kepalanya.
Tak terlihat apa pun, sejauh mata memandang gelap gulita tak ada cahaya setitik pun. Dan tiba-tiba, cekrek sepertinya seseorang menyalakan saklar lampu, TRING lampu menyala
“HAPPY BIRTHDAY BOSSKU!!!!”
“Selamat ulang tahun! Semoga panjang umur.!!!!” Seru semua orang yang berada di ruangan itu. Harvan tersentak! Dan terkejut. Di hadapannya sudah berkumpul banyak orang, ada karyawan kantornya, beberapa kepala cabang beserta istri-istrinya, dan para stakeholder bersama pasangannya.
Jodi dan Diana sang sekretaris pun tentu hadir di sana, berdiri paling depan dengan berkata :
ANDA KENA PRANK!!!!!!
“Apa-apaan ini?!!!!.” Seru Harvan dengan muka merah padam menahan amarah,
“Sorry boss hehe aku di paksa sama pak Jodi.” Kata Diana malu, sedikit takut lihat muka pak boss.
__ADS_1
“Jodiii!!! Apa maksudnya ini?!!!.” Sentak Harvan.
“Hehe slowly boss, gue cuma pengen ngasih kejutan di hari ulang tahun elo hehe.” Ujar Jodi.
“Kejutan macam apaan lo!! Gila elo memang!!.” Kata Harvab dengan wajah marahnya.
Kemudian tiba-tiba muncul dari arah pintu samping Sang Istri tercinta membawa kue ulang tahun untuknya, di balut tubuh indahnya itu dengan gaun yang begitu cantiknya, ia menghampiri dan mengecup pipi suaminya seraya berkata:
“Selamat ulang tahun suamiku tercinta. semoga dengan bertambahnya usiamu, dirimu semakin mencintaiku.” Kata Istrinya seraya memeluk sang suami dengan eratnya.
Meleleh hati Harvan melihat kedatangan Istri tercintanya, rasa kesal dan marah sirna seketika.
“Udah jangan marah-marah. Gak bagus marah-marah di hari bahagia mu.” Bisik sang Istri dengan mesra di telinga suaminya itu.
Kemudian semua tamu hadirin bertepuk tangan, menyalaminya dan mengucapkan selamat padanya.
meski suasana telah membuyarkan amarahnya tetap saja Harvan masih kesal dengan kelakuan Jodi yang menjadi dalang dari prank yang di buatnya itu.
“”Jodi sini lo!.” Panggil Harvan.
“Apa Har? Galak banget sih lo!.” Kata Jodi.
“Hehe iya, abisnya gue bingung mu ngasih hadiah apa buat ulang tahun elo, Ya udah, akhirnya gue kasih prank aja ya hahah.” Gelakgak Jodi.
“Emang elo ya.. gak punya ahlak! Gila lo.. bikin Gue sport jantung, gue pikir beneran Intan dalam ancaman.” Ujar Harvan.
“Berarti gue sukses dong bikin elo terkejut! Haha.” Kelakar Jodi.
“Gila lo ya.. apa sih yang ada di otak elo! Pake nge prank gue kayak gini.!” Ujar Harvan kesal.
“Gue pengen tahu aja sekuat apa hati seorang Harvan Hartawan haha.” Kata Jodi.
“Sialan lo.! Sejak kapan elo planing prank begini sampai berhasil buat gue jantungan?!.” Tanya Harvan.
“Sorry Har, dari Kemaren gue rencanain ini semua, awalnya Diana sama bini elo gak mau gue ajak kerja sama, katanya takut elo kenapa-napa, setelah gue desak akhirnya mereka setuju, dari mulai nyiapin merpati berdarah sampai bawa elo ke sini, haha.” Kelakar Jodi.
“Bener-bener elo ya udah ngeracunin otak bini gue.” Ujar Harvan.
“Sorry Har, gak lagi-lagi deh gue haha.” Tawa Jodi.
__ADS_1
“Udah sayang marah nya ya.. yang penting kamu gak kenapa-napa kan?.” Ucap Intan.
“Sayang… gak kenapa-napa gimana, aku di keroyok sama lima orang suruhan dia tahu.!” Ujar Harvan.
“Hah! Yang bener?!.” Kata Intan terkaget.
“Eh siapa bilang elo di keroyok.. orang elo yang nyerang mereka juga.” Jelas Jodi.
“Iya gue serang mereka karena mereka datangin gue.. pantesan mereka cuma nangkis doang gak balas serangan gue, dapat nemu dari mana luh lima orang Kemaren?.” Tanya Harvan.
“Mereka team gue Har, haha.. keren kan akting mereka! Haha.” Kelakar Jodi kembali.
“Sialan lo! Bisa-bisa nya elo ngerjain gue kayak gini.” Kata Harvan.
“Ya kan gue udah bilang minta maaf sama elo Har, gak lagi-lagi deh gue, sumpah!.” Ujar Jodi.
“Awas ya elo sekali lagi bikin gue kaya gini, mampus lo.” Sentak Harvan.
“Boss maaf ya aku bersekongkol sama Pak Jodi hehe..” kata Diana.
“Ah kamu sama Jodi sebelas dua belas, tahu gak!?..” Kesal Harvan.
“Aku juga minta maaf ya sayang… Jodi maksa aku tuh, katanya kalau kamu telepon jangan di angkat.. kita kasih kejutan karena sekarang hari ulang tahunmu. katanya gitu, aku gak tahu kalau prank nya sekejam ini.” Kata Intan seraya memeluk sang suami.
“Tahu gak sayang? Kalau bukan karena buat nyelamatin kamu, aku gak mau di giniin, awas ya entar malam aku balas.” Kata Harvan seraya mencubit hidung istrinya.
Ternyata semua kejadian yang membuat Harvan terkejut adalah prank yang di rencanakan Jodi dengan bantuan istri dan sang sekretaris juga team nya. Sungguh prank yang aneh. Membuat Harvan tak percaya kalau Jodi bisa merencanakan prank yang berhasil membuat Harvan sport jantung.
Harvan yang awalnya kesal dengan apa yang di lakukan Jodi, akhirnya meleleh setelah sang istri datang mengucapkan selamat di hari jadinya.
Akhirnya semua yang hadir di sana bercengkrama merayakan hari jadi Harvan yang di rencanakan oleh Jodi itu. Tempat yang mereka pakai untuk acara yang lumayan mewah itu adalah di ballroom salah satu hotel mewah di Ibu kota.
Harvan yang kala itu berpenampilan hancur karena telah di kerjai, kini sudah berganti dengan pakaian mewahnya yang sengaja di siapkan oleh Sang Istri.
Semua para tamu undangan turut berbahagia karena Harvan pun memperkenalkan Istri nya pada rekanan kerjanya juga stakeholder yang hadir di acara tersebut.
SELAMAT!!!
ANDA KENA PRANK READERS🤣🤣🤣
__ADS_1
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂