
Waktu begitu cepat berlalu. Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu. Selama berjalannya waktu, selama itu lah suasana penghuni rumah mewah Harvan semakin menemukan keutuhannya kembali.
Kini Delima sudah terbiasa dengan panggilan sayang terhadap suaminya begitu pun sebaliknya. Dan Jodi sang asisten tetap dengan kesetiaannya walau sering bertingkah konyol, kehadirannya selalu menambah kehangatan melengkapi kebahagiaan mereka.
Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan untuk mereka, dimana hari ini adalah hari di tetapkannya putusan pengadilan mengenai hak asuh Revy. Meski Jodi dan Harvan yakin kemenangan ada di tangan mereka, tetapi tetap saja rasa deg-degan harus mereka lewati.
Pagi itu mereka bersiap akan berangkat meninggalkan rumah mereka menuju kantor pengadilan. Jodi yang sudah bersiap, melangkahkan kakinya ke halaman rumah tempat kuda besi mereka sudah menanti.
Sementara Harvan, sebelum berangkat dia berpamitan pada putrinya dan Delima.
“Do’ain ayah ya sayang… semoga keberuntungan berpihak pada kita hari ini.” Kata Harvan pada putrinya seraya mencium pipinya. Kemudian ia melangkah menuju istrinya yang tengah mencuci piring kotor bekas sarapan mereka.
“Sayang do’ain aku ya?.” Kata Harvan pada istrinya seraya memeluknya dari belakang kemudian mencium pucuk kepalanya. Lalu Delima berbalik menghadapkan tubuhnya.
“Pasti aku do’ain sayang.” Delima memeluk erat suaminya.
Lalu Harvan dan Jodi pun meninggalkan kediamannya.
Sesampainya di pengadilan mereka menunggu pengacara mereka di ruangan yang telah di sediakan oleh pihak pengadilan. Sementara pihak lawan berada di ruangan lain.
Setelah beberapa lama kedua kubu telah siap mendengarkan putusan Hakim ketua. Dan pada saat inilah mereka berada pada ruangan yang sama.
Selvy dan Reyhan mengarahkan pandangannya pada Harvan dengan tatapan membunuhnya. Sementara Harvan yang di tatap mereka, memasang wajah tenang begitu pun dengan Jodi.
Malah Jodi seperti tidak merasakan kehadiran mereka saking tidak perduli nya dan menganggap mereka sudah seperti makhluk astral baginya.
Dan waktu yang ditunggu-tunggu pun telah tiba. Semua hadirin mendengarkan dengan seksama ringkasan dari keputusan pengadilan yang di sampaikan Hakim Ketua:
‘Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 102 K/Sip/1973 tanggal 24 April 1975. Dalam putusan ini dikatakan bahwa dalam penentuan pemberian hak asuh anak dalam perceraian haruslah mengutamakan ibu kandung. Terlebih lagi untuk hak asuh anak yang masih di bawah umur atau 12 tahun kebawah. Hal ini ditetapkan dengan melihat kepentingan anak yang membutuhkan sosok ibu.’
‘Meski begitu, pemberian hak asuh anak kepada sang ayah juga bisa saja terjadi dalam perceraian. Pasal 156 huruf (c) KHI menjelaskan bahwa seorang ibu bisa kehilangan hak asuh anak sekalipun masih berusia di bawah 12 tahun apabila ia tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak. Bila demikian, atas permintaan kerabat yang bersangkutan, Pengadilan Agama dapat memindahkan hak asuh pada kerabat lain.’
‘Hak Asuh Anak Menurut KHI;
Sedangkan dalam hukum Islam, aturan hak asuh anak yang perceraian orang tuanya diputus oleh Pengadilan Agama tercantum di Pasal 105 KHI yang menyatakan:
Dalam hal terjadinya perceraian:
Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya;
Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya;
Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.’
‘Namun pada kenyataan pada kasus yang di hadapi oleh penggugat dan tergugat menjadi catatan khusus bagi pengadilan dimana pada berkas lampiran perkara terdapat hasil test DNA yang menyatakan bahwa Revy Angelica bukanlah anak kandung dari tergugat maka dari itu, tidak ada hak atas tergugat untuk menanggung biaya pemeliharaan.’
‘Kemudian mengingat terdapat bukti autentik yang di berikan oleh tergugat mengenai perselingkuhan antara penggugat dengan lelaki lain pada saat tergugat dan penggugat masih dalam ikatan pernikahan, maka pengadilan memutuskan bahwa penggugat kehilangan hak asuh anak karena apa yang dilakukan penggugat merupakan contoh yang tidak baik dan melanggar norma agama serta dapat merusak keselamatan jasmani dan rohani anak. Sehingga pengadilan memutuskan hak asuh anak jatuh pada kerabat terdekat yang tiada lain adalah Ronald yang merupakan kakek dari Revy Angelica. Sehingga pengadilan memutuskan tuntutan penggugat terhadap tergugat; DITOLAK!!!’ TOK… suara ketok palu!
DUUUAAARRR!!!!!!!
Suara ketuk palu yang di lakukan oleh Hakim Ketua laksana suara petir di siang bolong di telinga Selvy dan Reyhan. Wajah merah dengan suara rekatan gigi nampak pada keduanya.
Berbeda dengan Harvan dan Jodi yang menghela nafas panjang seolah mereka merasa terbebas dari belenggu yang selama ini mengikat mereka. Di iringi puja dan puji serta syukur pada Sang Maha Kuasa mereka tersenyum penuh kemenangan.
Karena Jodi melihat gelagat Selvy dan Reyhan di penuhi nafsu amarahnya membuat khawatir akan mengancam keselamatan Harvan, akhirnya Jodi menelepon team nya yang dia perintahkan untuk melakukan pengawalan pada Harvan dan mengawasi mereka berdua.
__ADS_1
Setelah segala urusannya selesai akhirnya mereka meninggalkan gedung pengadilan itu dan melangkah menuju kuda besi mereka yang terparkir di halaman gedung.
Selvy dan Reyhan yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kuda besinya, dari kejauhan memperhatikan pergerakan Harvan dan Jodi dengan pengawalan yang sangat ketat.
“Cih… jangan senang dulu luh anj*ng! Gue janji elo akan mati di tangan gue!.” Geram Reyhan.
“Aaarrrggggh….. aku muak dengan semua ini….. kenapa tadi tak kau bawa saja senjata itu! Agar kita bisa bunuh mereka sekarang juga!.” Pekik Selvy.
“Kau pikir kita bisa dengan mudah membawa senjata ke tempat ini! Itu sama saja bunuh diri! Bodoh!.” Teriak Reyhan.
“Aaah! Kau yang bodoh… pantas saja kau selalu berada jauh di belakang dia karena kau memang bodoh!.”
“Heh! Set*n! Iblis betina!! Lebih bodoh mana?? Wanita yang tidak bisa menarik lelaki kaya raya! Atau lelaki yang sedang berusaha merebut harta kekayaan dari si kaya itu!!!! Tentu saja lebih bodoh wanita seperti kau! Dasar tidak berguna!.” Teriak Reyhan.
“Kamu yang tidak berguna!! Apa yang bisa kau hasilkan hah?!! Kerjamu hanya duduk di atas tongkat komandomu saja tanpa mau berusaha mencari penghidupan!! Memangnya selama ini kau bisa punya segalanya dari mana kalau bukan dari aku hah!! Dasar maling teriang maling!!! Manusia tidak berguna kau!!!.”
“Apa kau bilang?! Kau berani mengataiku dan mencemoohku?!.” PLAAAKK!!!!!! Tamparan Reyhan pada pipi Selvy dan Selvy pun tidak mau kalah, “Dasar manusia Toxic!!!” BUGH pukulan bertubi-tubi pada tubuh Reyhan di lancarkan Selvy dengan membabi buta.
Terjadilah saling pukul dan saling serang juga saling umpat pada keduanya.
Sementara itu di mobil lain, nampak Harvan dan Jodi tengah menikmati kebahagiaannya.
“Ayo gass keun!!!.” Kata Harvan dengan senyum kemenangan. Dan mobil pun melaju dengan membawa bendera kemerdekaan.
“Mampus tuh duo dajjal!!! Gue miris banget waktu lihat muka mereka tadi haha.” Kelakar Jodi. “Coba-coba berani lawan gue!!! Siap-siap aja membusuk tak berdaya!!!.” Sambung Jodi.
“Tapi kita harus tetap hati-hati Jod, mereka tidak akan berenti sampai disini.” Kata Harvan dengan sorot mata penuh ke khawatiran.
“Selama gue masih hidup, elo aman bersama gue Har, kecuali kalau elo udah gak mau denger omongan gue lagi.” Jelas Jodi.
“Iya. Gue akan patuh deh sama elo kalau urusan keamanan kecuali urusan lain.”
“Ya iyalah itu mah ranah gue, Jadi elo harus tutup mata dan telinga.”
“Ya udah sekarang kita balik, biar elo bisa rayakan kemenangan elo sama bini elo di atas ranjang. Sementara Harin, biar gak ganggu kalian, gue mau ajak dia nge mall.”
“Ngerti aja luh haha.”
“Gue ingetin elo ya… elo harus hati-hati, jangan sampai malam pertama berdarah terulang kembali haha.” Kelakar Jodi.
“Anjir!! Kali ini gue bakal siap pasang kuda-kuda kalau tiba-tiba ada serangan mendadak haha.”
“Pasang kuda-kuda apa kuda-kudaan? Haha.”
“Dua-duanya haha.”
Begitu bahagianya mereka tertawa seakan tiada beban dalam hatinya. Saking merasakan kebahagiaan hingga mereka lupa bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Bergegas Harvan dan Jodi memasuki kediaman mereka. Namun Harvan tidak menemukan putri kecil dan istrinya di lantai bawah. Kemudian dia ingat kalau di jam-jam seperti ini mereka tengah belajar di kamar.
“Jod, ayo kita ke kamar mereka.” Ajak Harvan.
“Ngapain gue ke kamar mereka?.”
“Yah… udah lupa aja! Katanya elo bilang tadi mau ajak Harin nge-mall. Gue kan mau kuda-kudaan sama bini gue.”
__ADS_1
“Jadi nya siang pertama dong bukan malam pertama, haha.”
“Ah masa bodoh dengan istilah itu, gue udah gak kuat.”
“Anjir!! Duda gatel udah gak kuat haha.”
“Sialan luh!.”
Lalu mereka berdua masuk kedalam kamar putrinya. Dan terlihat Delima bersama Harin tengah belajar di atas sofa.
“Sayang… lagi ngapain??.” Jodi langsung memeluk Harin dan menciumnya. Sementara Harvan tengah asik memandangi Delima.
“Ish om Ijong ganggu saja. Aku lagi belajar sama ibu.”
“Tapi om Kangen sama kamu sayang… om mau ajak kamu ke suatu tempat.” Kata Jodi seraya membenamkan wajahnya pada tubuh kecil itu.
“Memangnya om mau ajak aku kemana?.” Tanya Harin mulai tergoda.
“Om pengen kita berdua kencan, kita nge-mall yuk sayang… Om mau ajak kamu ke salon terus SPA dan belanja deh.” Rayu Jodi.
“Benarkah om mau traktir aku?.”
“Tentu saja sayang… bukankah sudah lama kita gak pernah jalan keluar? Apa yang kau mau akan om belikan, mau gak sayang.” Jodi seolah mengiba.
Mendengar bujuk rayu Jodi akhirnya Harin tergiur.
“Baiklah. Ayo om Ijong kita berangkat!.” Harin merentangkan tangannya tanda siap di gendong oleh Jodi. Lalu Jodi membawa Harin keluar dari kamar tersebut.
Melihat Jodi telah membawa Harin keluar kamar perlahan Harvan mendekati Delima. Kemudian duduk di sampingnya.
“Bagaimana hasil keputusan pengadilan?.” Tanya Delima.
“Coba tebak!.” Harvan balik tanya seraya membawa Delima keatas pangkuannya. Kemudian Delima melingkarkan kedua tangannya pada leher kokoh suaminya.
“Kalau melihat dari air mukamu sih, sepertinya Dewi Fortuna tengah berpihak padamu, betul tidak?.”
“Pinter.” Kata Harvan seraya memeluk erat istrinya itu dan mulai menciuminya. Pada saat mereka tengah menikmati tautan bibirnya tiba-tiba Jodi membuka pintu dan masuk.
“Oops…. Sorry!.” Jodi yang melihat adegan mereka merasa malu sendiri. Sontak membuat keduanya terkejut. Dengan cepat Delima langsung berdiri.
“Mau ngapain sih!.” Kesal Harvan.
“Mau ngambil tas hellokity cewek gue, ketinggalan hehe… lupa.” Kata Jodi seraya mengambil tas hellokity milik Harin diatas tempat tidur kemudian bergegas pergi.
Sementara Harvan yang kesal karena Jodi yang telah mengganggunya, menarik tangan Delima keluar dari kamar itu menuju kamarnya.
“Kita mau kemana??.” Tanya Delima heran.
“Ke sorga dunia!.” Jawab Harvan kemudian masuk ke kamarnya membawa Delima seraya menutup pintu itu dan Cekrek!!! Menguncinya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mau ngintip mereka?????😂
Ayo pantau di episode selanjutnya🤭
__ADS_1
Tapi tinggalkan jejak dulu ya readers tersayang🥰
Makasih🤗🥰