
Dirumah mewah harvan.
Jodi dan Harvan semakin serius berbincang hal-hal yang mungkin akan menjadi masalah yang sangat besar yang tentunya akan mempengaruhi hidup dan mati keluarga Harvan. Kenapa?! Karena sepertinya kembalinya si bondon silvy 😀🤭 akan membawa teror yang lebih mencekam di banding virus corona🙈. Bagaimana tidak! Silvy adalah merupakan perempuan yang berkarakter sadis. Dia rela menghalalkan segala macam cara agar tujuan jahatnya tercapai. Dengan bermodalkan wajah cantik kebule-bulean ( kira-kira visual nya mirip-mirip Angelina Jolie lah ya 😁). Body **** bak gitar Spanyol. Dan yang lebih gila lagi si bondon ini memiliki relasi yang cukup dekat dengan para mafia-mafia kelas berat tingkat internasional. Bisa di bayangkan kan? Bagai mana dia melakukan tindakan-tindakan kejahatannya?!.
Harvan dan Jodi menjadi lebih serius memikirkan hal ini, terlebih setelah Jodi menggebrak meja yang sepertinya dia sedikit mendapat titik terang.
“Ada apa sih loh?! Bikin gue kaget aja!.” Sentak Harvan.
“Kayaknya gue udah dapet benang merahnya nih dari masalah ini!. Oke Har, coba sekarang elo telepon nyokap elo. Loadspeaker ya biar gue bisa denger.”selidik Jodi.
“Apa urusan nya sama nyokap gue Jod?.” Tanya Harvan penasaran
“Udah jangan banyak tanya entar juga elo tahu sendiri, ayo elu telepon sekarang, pura-pura aja nanyain kabar atau apalah.” Desak Jodi.
“Oke, sekarang ya gue telepon.” Kata Harvan seraya merogoh ponsel dari saku jas nya. Dan Harvan pun menelepon ibu nya.
“Percakapan di telepon” loadspeaker mode on
Harvan : halo bu, Assalamu’alaikum
Ibu : wa’alaikum salam nak
Harvan : gimana kabar Ibu sama Bapak?
Ibu : Alhamdulillah sehat nak
Harvan : syukurlah kalau ibu sama bapak sehat
Oya kenapa ibu kemarin pulang gak bilang-bilang?
Ibu : oya sayang maaf, ibu sama bapak buru-buru berangkat subuh karena dapat telepon mendadak dari ajudannya Pak Mentri, bapak di suruh menghadiri giat di luar daerah mewakili pak mentri. Waktu itu Mau bangunin kamu buat pamit gak
Enak takut ganggu kamu. Tapi bapak udah telepon kan bilang ke kamu nak?
Harvan: iya udah bu
Ibu : Maaf ya nak, oya gimana kabar Intan?
Harvan : alhamdulilah baik bu
Ibu : salam dari ibu dan bapak buat dia ya.
Harvan : iya bu
Ibu : kapan operasinya? Percepat lah, biar
Kalian cepat halal. Ibu pengen cepet-
Cepet punya cucu hehe
Harvan : operasinya minggu depan bu, lusa kita berangkat ke Korea. Do’ain ya bu
Ibu : syukurlah.. oya kemarin om kamu Helmi dan tante Sinta telepon ibu, Kita ngobrol banyak dan ibu juga cerita kalau Intan udah ketemu, dan sekarang ada bersama kamu!
JLEB
Mata Jodi melotot begitupun dengan Harvan.
Jodi memberi kode agar Harvan cepat menyelesaikan obrolan dengan ibunya.
__ADS_1
Harvan : oh iya bu, sampaikan saja salam dari
Saya kalo ibu ketemu mereka ya. Udah dulu ya bu
Ibu : iya nak. Baik-baik kamu di Indonesia ya,
Sekarang ibu lagi di Malaysia dampingi Bapak, urusan kerjaan. Udah ya bye.
Dan telepon pun di tutup!
“Oke, kalau elo dan seluruh keluarga elo pengen selamat termasuk Intan! Sekarang gue minta elo matiin ponsel elo.” Perintah Jodi sedikit berbisik.
“Dah Gila lo! Kenapa coba?.” Tanya Harvan heran.
“Sekali lagi gue minta elo matiin ponsel elo!.” Kata Jodi serius. Masih dengan suara berbisik.
“Oke, Tuh udah gue matiin! Rese banget luh! Dasar Ditektif gadungan! Huh!.” Sentak Harvan kesal,
“Bodo amat! Elo mau ngomong apa juga gue gak peduli yang jelas apa yang gue lakuin ini buat keselamatan elo. Denger baik-baik!!!. PERTAMA:Kenapa gue suruh elo matiin ponsel elo? Bisa jadi ponsel elo udah diretas dan dipasang penyadap di aplikasi yang ada di ponsel elo. Jadi mereka bisa denger apa yang kita omongin. KEDUA: om elo tuh Helmi yang istrinya Sinta adalah orang tuanya si Reyhan kan?. Kalau om elo udah tahu Intan ada di sini, otomatis si Reyhan juga tahu. Kalau si Reyhan tahu otomatis si bondon Selvy juga tahu! Secara mereka pasangan dajjal yang sama jahatnya. Selalu berkolaborasi dalam hal kejahatan. KETIGA:Setelah si bondon tahu elo udah nemuin Intan, itu merupakan ancaman besar buat dia, karena kalau elo kawin sama Intan hancur sudah harapan dia buat nguasain elo. Karena sampe sekarang si bondon tetap keukeuh ngincar elo, pengen nguasain elo dan harta elo. Makanya dia datang ke Indonesia buat ngancurin elo terutama Intan!. Faham elo sampe sini?!.” Jelas Jodi.
Harvan diam seribu basa. berpikir serius dalam diam. dia mencerna apa yang telah dijelaskan oleh Jodi.
“Oke, terus seandainya prediksi elo bener? Apa yang harus gue lakuin?.” Tanya Harvan serius,
“Baik!. Gue gak mau menduga-duga ya Har, mari kita buktikan kalau prediksi gue bener. Baru selanjutnya kita susun rencana. Sekarang gue mau hubungi team cyber gue buat ngeretas nomor ponselnya, Reyhan dan si bondon Selvy biar semuanya jelas.” Ujar Jodi serius.
Kemudian Jodi cepat-cepat menghubungi team cyber dia.
Percakapan di telepon Jodi vs tim cyber :
“Jodi : Halo Tomi. Ini gue Jodi. Ada kerjaan buat elo. Tolong elu retas nomor ponsel atas nama Reyhan dan Selvy, datanya nanti gue kirim. Terus bikinin aplikasi yang aman buat penyelidikan. Skemanya akan segera gue kirim, malam ini juga harus selesai. Bisa gak?.” Perintah Jodi tegas.
“Jodi: Ok. Ditunggu ya! Bayarannya gue transfer setelah elo kirim hasilnya, tapi yang Paling gue tunggu secepatnya sekarang juga hasil retas kedua bangsat itu!.”
“Tim cyber: siap boss!.”
TUT… Telepon di tutup.
Kemudian Jodi langsung mengirim data Reyhan dan Selvy pada Tomi. Sementara Harvan diam memandangi kelakuan sibuk Jodi.
Dalam diam Jodi dan Harvan menunggu data hasil retas dari team cyber.
10 menit mereka menunggu team cyber memgirim data. Ting bunyi ponsel Jodi tanda data yang dikirim team cyber masuk.
Bergegas Jodi mengecek data tersebut. Dan seketika Jodi tersentak, terkejut dengan mata melotot dan mulut menganga pada saat membaca data tersebut.
“Elo lihat ini.” Seru Jodi seraya memberikan ponselnya pada Harvan. Lalu Harvan membaca data di ponsel Jodi. Sontak Harvan pun mendapatkan reaksi yang sama seperti Jodi.
Keduanya sama-sama terkejut. dengan isi data yang mereka baca. Bagaimana tidak terkejut. Pada data Reyhan mereka menemukan percakapan Reyhan dengan Silvy yang isi nya adalah bahwa mereka sudah meretas nomor ponsel Harvan dengan bantuan hacker, kemudian mereka berdua tengah merencanakan pembunuhan pada Intan yang akan di lakukan pada tanggal 5 pukul 01.00 WIB, itu artinya pembunuhan itu akan di lakukan 2 hari yang akan datang tepat sebelum Intan dan Harvan melakukan perjalanan ke Korea. dengan lokasi pembunuhan di kediaman Harvan sendiri, dan jika pembunuhan itu gagal maka alternatif kedua pembunuhan itu akan di lakukan di RS tempat Intan melakukan operasi. Itu artinya mereka sangat mengetahui sekali seluk beluk apa yang akan Intan dan Harvan lakukan. Dan banyak lagi data-data yang mengerikan lainnya. Terutama pada data hasil retas milik Selvy.
Kemudian kembali mereka berdua diam berpikir. Tiba-tiba saja Jodi berdiri dari duduknya dan mengajak Harvan naik ke lantai dua.
“Ayo ikut gue.” Ajak Jodi pada Harvan. Kali ini Harvan tidak banyak komentar langsung mengikuti ajakan Jodi.
“Dimana spot yang bagus buat lihat ke jalanan depan?!.” Tanya Jodi.
“Mh..kayaknya di kamar Intan deh Jod.” Jawab Harvan.
“Ah tapi gak enak nanti dia keganggu. Lagian dia dan yang lainnya gak boleh tahu kalau kita lagi nyelidikin sesuatu.” Jawab Jodi.
__ADS_1
“Iya ya… oh di lantai 3 aja Jod.” Ujar Harvan.
“Sip. Ayo kita naik kesana.”gegas Jodi.
Sesampainya mereka di lantai 3 mereka sampai di suatu ruangan yang di jadikan Harvan sebagai ruang kerjanya. Di balik jendela yang di tutupi gorden tipis Jodi menyelidik, mengintip melihat kondisi keluar jalanan. Dan Jodi menemukan ada satu mobil hitam yang terparkir mencurigakan di seberang jalan seperti sedang mengawasi rumah Harvan.
“Coba elo ke sini, lihat tuh mobil hitam di seberang jalan sana. Mobil hitam itu kayaknya lagi ngawasin rumah elo.” Selidik Jodi.
“Iya. Bener gue lihat Jod… eh eh ada yang buka kaca mobilnya, orang di dalam mobil pake teropong di arahkan kerumah gue Jod.” Harvan sedikit panik.
“Gimana? Sekarang elo percaya kan sama gue?.”tegas Jodi.
“Iya gue percaya. Terus apa yang harus kita lakuin Jod, gue khawatir sama Intan.” Jawab Harvan.
“Oke, Sekarang elo dengerin gue.. jangan nunggu waktu lagi, sebaiknya elo sama Intan berangkat malam ini juga keluar negeri. Masalah kerjaan elo serahin ke gue. Perkembangan perusahaan, elo bisa kontrol lewat aplikasi kantor di ponsel elo. Terus buat kita komunikasi, gue akan carikan elo ponsel baru. Kita akan ganti ponsel dan nomor baru buat komunikasi rahasia ini biar gak di retas mereka. Ubah jadwal operasi Intan di RS lain karena sudah pasti RS yang direkomendasikan sama dokter Anton udah jadi target mereka. Gue akan urus keberangkatan elo malam ini sama Intan tanpa sepengetahuan dokter Anton. Karena gue yakin dokter Anton juga udah di incar. Terus, masalah RS yang baru, gue akan suruh orang gue yang di Korea untuk mengkondisikan. Yang terpenting adalah sekarang elo berangkat malam ini buat mengecoh mereka. Nanti gue suruh orang nyiapin hotel buat elo dan Intan di sana. Yang penting kita amankan Intan dulu. Jelas kan elo?.” Kata Jodi.
“Iya gue faham.” Jawab Harvan.
“Sekarang elo samperin Intan sana. Bilang sama dia kalau kalian berangkat malem ini. Jangan bilang dia kalau dia lagi di incer orang. Takutnya dia jadi stress.” Seru Jodi.
“Ok siap!” Jawab Harvan.
Harvan pun bergegas pergi mencari Intan untuk menyampaikan rencana Jodi dan dirinya.
Sementara itu, Jodi masih menyelidiki mobil hitam yang ada di seberang jalan.
*
*
Di sisi lain dari rumah mewah tersebut. Di sebuah ruang kamar, nampak Intan sedang packing pakaian yang dia siapkan untuk keberangkatan ke Korea.
Tok tok tok
Pintu di ketuk.
“Ya masuk.” Sahut Intan. Kemudian pintu di buka oleh Harvan dan dia pun masuk, kemudian duduk di ujung tempat tidur.
“Lagi packing ya?.” Tanya Harvan.
“Iya aku packing dari sekarang soalnya kalau besok waktu nya mepet.” Jawab Intan.
“Ada yang mau aku omongin sama kamu.” Kata Harvan.
“Apa itu?.” Tanya Intan.
“Begini, Jadwal operasi di majukan, jadi terpaksa kita harus berangkat malam ini, kamu siap ya?, gak usah bawa baju terlalu banyak, nanti kita beli aja di sana. Sekarang kamu istirahat ya?. Biar Nanti fresh” Ujar Harvan.
“Oh baiklah. lebih cepat lebih bagus. Ya udah aku istirahat dulu sekarang.” Kata Intan.
Dan Harvan pun meninggalkan kamar Intan.
Sementara itu Jodi tengah sibuk menelepon sana sini untuk mempersiapkan keberangkatan Intan dan Harvan malam ini. Jodi juga menghubungi orang suruhannya di Korea untuk kesiapan di sana. Dari mulai di mana Harvan dan Intan akan di tempatkan di tempat yang aman tentunya, agar tidak terdeteksi oleh orang-orang yang berniat jahat pada mereka. termasuk menghubungi RS yang di anggap aman.
Begitulah Jodi dalam bertindak, meski julukan Jodi adalah penjahat kelamin tapi kalau sudah menyangkut tanggung Jawab, jiwa pahlawannya akan muncul. Mungkin tidak banyak yang tahu termasuk orang tua nya, kalau sebenarnya Jodi itu adalah seorang intelijen yang tergabung dalam organisasi swasta yang bernama shadow man. Organisasi shadow man ini adalah organisasi rahasia yang sulit terlacak. Dan organisasi shadow man ini dibentuk dengan tujuan memberi pelayanan terbaik kepada kliennya. Dalam mengungkap kasus-kasus besar skala internasional. Dan organisasi shadow man ini hanya bisa di akses di darkweb. Dimana hanya orang-orang tertentu lah yang bisa mengakses dan memakai jasa mereka. Tidak ada yang tahu kalau Jodi itu adalah seorang shadow man termasuk Harvan. Strategi untuk mengelabui orang-orang agar tidak di ketahui kalau dirinya adalah seorang agen shadow man, jodi bergaya slengean dan terkesan manusia bengal yang tidak bisa di atur.
Lalu apa alasannya Jodi mau membantu Harvan dengan suka rela?.
🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗
__ADS_1
Jawabannya ada di episode-episode selanjutnya😉😉😉