Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Terima kasih untuk malam ini sayang


__ADS_3

WARNING!!!


Mengandung konten 21+


Harap dengan bijak menyikapinya!.


“Sayang, ayo bangun! Hari sudah siang, bukannya kamu akan pergi ke kantor?” Kata Sang Istri.


“Aku masih ngantuk sayang, kemarilah, aku masih ingin memelukmu.” Manja Sang Suami.


“Kamu selalu saja begitu, bangunlah, ayo cepat mandi.” Ujar sang Istri.


“Aku akan mandi asal kau kemari dulu sebentar.” Paksa Sang Suami.


Perlahan Sang Istri mendekat, dengan cepat Sang Suami menariknya keatas tempat tidur membuat Sang Istri terjatuh diatas tubuhnya. Didekap erat tubuhnya itu kemudian dibanting sehingga posisinya berbalik. Kini Sang Istri yang berada dibawah tubuhnya. Perlahan ia kecup bibir istrinya dengan penuh gairah. Perlahan tapi pasti, hingga Sang Istri membalas pautan itu dengan penuh nafsu. Sang Istri begitu tertantang dengan remasan jemari Sang Suami pada buah dadanya yang membuat Ia mendesah pasrah. Terus dan terus kecupan itu membuat Ia melayang mabuk kepayang. Hentakan-hentakan tongkat komando Sang Suami yang semakin cepat dan dalam membuat ia menyuarakan rintihan yang menggoda. Semakin lama semakin panas hingga ia tak mampu lagi menahan buliran hangat hingga membuncah membuat ia lemas dan pasrah. Perlahan. Sang Suami mendekatkan wajahnya hingga dekat dan berbisik,


“Terima kasih untuk malam ini sayang.” Bisik Sang Suami. Dengan kecupan mesra dikeningnya.


Tiba-tiba PLAK!!!


Harvan terbangun dari mimpinya, ia terkejut dengan tamparan pada pipinya.


“Ah Harin, kenapa bangunkan ayah, ayah sedang mimpi bertemu ibumu sayang. Urusan ayah belum selesai, tadi baru satu ronde.” Sesal Harvan.


Kemudian Ia meraih Harin yang tubuhnya menindih wajah ayahnya. Tapi baru saja Ia akan meraih putrinya itu. Ia merasakan ada sesuatu yang basah pada celananya.


“Tuh lihat Harin, ibumu sudah buat ayah ngompol, sebentar ya sayang, ayah mau ganti celana dulu, abis itu membuat susu kamu ya.” Ujar Harvan, lantas ia pergi kekamar mandi mengganti celan tidurnya. Setelah selesai lalu Ia membuatkan susu untuk Putrinya itu dan memberikan susu itu pada Harin sembari memangkunya.


Harin kini sudah berusia enam bulan, Ia semakin terlihat sehat dan lucu dibawah asuhan ayahnya sendiri. Harvan benar-benar menjaga dan merawatnya dengan baik. Walau tanpa dibantu baby sitter, Ia mampu melakukan pekerjaan dalam mengurus anak seperti seorang Ibu untuk Harin. Harin pun sangat dekat dengan ayahnya, saking dekatnya Ia tidak mau digendong oleh orang lain.


Setelah menghabiskan susunya, Harin pun tertidur disamping Ayahnya. Seperti biasa agar Harin bisa tidur nyenyak. Harvan selalu memutarkan Lullaby yang dinyanyikan Intan disamping putrinya itu.


*


Pagi pun tiba. Seperti biasa Harvan membawa Harin dalam gendongannya untuk sarapan. Hal biasa yang mereka lakukan sebelum berangkat ke kantor.



Jodi sudah menanti mereka di ruang makan.


“Hei kesayangan om, sudah siap ya berangkat ke kantor.” Kata Jodi.


“Siap om. Sekarang Harin mau sarapan dulu.” Jawab Harvan.


Harvan membuat sarapan untuk Harin kemudian menyuapinya sambil Ia pun menikmati sarapannya.


“Seribu satu Ayah seperti elo di dunia ini Har.” Kata Jodi.

__ADS_1


“Hehe.. gue kira semua ayah bisa kayak gue kalau gak punya bini Jod, kebetulan saja gue yang ada di posisi ini.” Jelas Harvan.


“Anjing memang tuh orang! Dosa besar dia sudah misahin Ibu sama anaknya. Sampai mati gue akan cari dia!.” Kesal Jodi.


“Kok elo bisa setenang ini sih Har? Jelas-jelas itu manusia udah bunuh bini elo! Kenapa gue lihat elo seakan gak ada reaksi?!.” Sambung Jodi.


“Terus gue harus ngapain Jod? Marah? Apa dengan gue marah bisa bikin bini gue hidup lagi! Gak kan? Bukannya menemukan pembunuh itu tugas elo?.” Tukas Harvan.


“Ya setidaknya lah elo tunjukin kek kemarahan elo, atau elo gimana gitu, misalkan sumpahin tuh orang biar mati membusuk kalau bisa!.” Kata Jodi.


“Buat apa? Gue gak ada waktu buat mengumpat manusia seperti itu. Ada yang lebih penting buat gue, yaitu menjaga anak gue dan mencurahkan seluruh kasih sayang gue dan kehidupan gue buat Harin.” Jelas Harvan.


“Har, gara-gara pembunuh itu elo tidak bisa lagi menikmati kebersamaan sama bini elo lagi. Gue gak bisa bayangin, yang gue tahu elo tiada hari sama bini Elo tanpa bermesraan, sekarang elo jadi pria kesepian, apa itu gak bikin hidup elo tersiksa?.” Tanya Jodi.


“Gak, gue sama sekali gak kesepian, tiap malem gue bercumbu sama bini gue. Tadi malam saja gue habis mantap-mantap sama dia.” Jelas Harvan.


“Apa??!, gila, tapi kan itu beda Har, cuman mimpi, gak semantap di dunia nyata.” Kata Jodi.


“Buat gue sama saja, didunia nyata atau mimpi, sama nikmatnya udah bikin gue basah. Gue puas kok Jod, kalau semalam Harin gak bangunin gue, kayaknya sampai pagi gue mantap-mantap sama bini hehe, setiap hari tuh kayak gitu, Harin gak boleh lihat ayah senang sama ibu ah.” Jelas Harvan sembari mengecup putrinya.


“Serius luh, tiap malam mimpi mantap sama bini elo?.” Tanya Jodi tidak percaya.


“Serius lah masa gue bohong.” Jawab Harvan.


“Kok bisa gitu ya? Heran gue, berarti elo gak pernah Solo karier gitu dong dikamar mandi? Haha.” Tanya Jodi.


“Kok bisa ya begitu?” Heran Jodi.


“Gue juga gak ngerti bisa setiap malam dia datang ke mimpi gue cuma sekedar buat muasin gue. Makanya gue gak pernah ngerasa kehilangan dia, gue merasa dia gak pernah mati. Karena dia selalu ada nemenin gue. Jadi buat apa gue mikirin pembunuh itu, buang-buang energi saja.” Ujar Harvan.


“Oya Har, seandainya gue nemuin pembunuh itu, elo mau apain dia?.” Tanya Jodi.


“Biar hukum yang mengadili dia. Gue serahkan saja sama pihak yang berwajib. Lagian di video Intan bilang, kalau gue jangan menaruh dendam, karena semua yang terjadi sudah kehendak Allah.” Jelas Harvan.


Jodi terdiam mendengar penuturan Harvan. Sampai mereka tidak sadar bahwa sarapan mereka sudah habis sedari tadi saat mereka berbincang.


“Yuk, berangkat!.” Ajak Harvan.


Akhirnya mereka berlalu dari ruang makan memasuki kuda besinya. Dan JIUS kuda besi pun melaju meninggalkan kediaman mereka.


*


Siang hari Harvan bersiap untuk membawa Harin nge Mall, Ia hendak berbelanja perlengkapan Harin, dari pakaian, makanan dan cemilan, perlengkapan mandi dan pernak pernik untuk penampilan putrinya itu, juga membawa putrinya itu ke salon dan spa.


Harvan mengganti jas nya dengan stelan preman. Agar Ia bisa lebih santai membawa putrinya jalan-jalan dan bersenang-senang.


“Gaya banget nih ayahnya Harin, mau kemana Har?.” Tanya Jodi, yang masuk ke ruangan Harvan, dan melihat Harvan sudah berganti pakaian.

__ADS_1


“Biasa nge Mall dong om, aku mau belanja, terus aku kan mau ke salon sama ayah, terus mau spa deh mau massage.” Jawab Harvan mewakili Putrinya.


“Idih gayanya baby sultan ini, om ikut dong Harin, boleh ya?.” Tanya Jodi.


“Boleh dong, kan om sopir aku.” Jawab Harin yang diwakili suara Sang Ayah.


“Eh anjir, Ayah gebleg! masa gue dibilang sopir sih, Bodyguard kali.” Protes Jodi geplak lengan Harvan.


“Haha.. lagian elo banyak nanya, udah tahu biasanya juga kita pergi nge mall kalau udah dandanan seperti begini.” Jelas Harvan.


“Ya gue iseng aja kali Har, ngehibur anak elo.” Jawab Jodi.


“Ya udah yuk ah kita berangkat.” Ajak Harvan yang berlalu meninggalkan ruangannya.


“Eh bentar dong, tunggu ya Harin sayang, om juga mau dandan kaya Ayahnya Harin biar gaya kaya Bodyguard.” Kata Jodi yang bergegas keruangannya berganti pakaian preman. Tak lama kemudian,


“Kemon Harin sayang, om siap mengantarkan Harin kemanapun.” Jawab Jodi. Menyusul Harvan yang mengais Harin.




Sampailah mereka di sebuah Mall terbesar di ibukota. Semua mata memandang pria tampan memakai jas kulit hitam dan berkacamata.


Sekumpulan anak ABG yang masih memakai seragam sekolah menyapa.


“Om itu anaknya apa adek nya?.” Tanya pelajar A.


“Wow, silau man, mau dong aku jadi mamanya hehe.” Pelajar B.


“Anjay! Baby sitter paling tampan dibumi.” Pelajar C.


“Om tampan, mau dong aku digendong kamuh.” Pelajar D.


Harvan menanggapi mereka dengan senyuman tertampannya membuat mereka klepek-klepek.


Kemudian Harvan berjalan melewati sekumpulan tante-tante.


“Aduh, tante mau dong diasuh kamu hihi.” Kata Tante A.


“Boleh ya selfie bareng Tante.” Tante B.


“Istrinya ngapain aja ya! Membiarkan suaminya ngasuh anak! Dasar istri gak punya ahlak, suami seganteng itu disuruh gendong anaknya!.” Tante C.


Dan banyak lagi beragam komentar lainnya dari orang-orang yang melihat penampakan Harvan dan Harin. lagi-lagi Harvan hanya melemparkan senyuman pada mereka. Sementara Jodi berjalan berdampingan dengan keduanya.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


__ADS_2