Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Micro Robot


__ADS_3

“Hallo Boss!.”


“Ya.. ada info apa?.”


“Gue ada info menarik nih Boss.”


“Ya sudah katakan! Ada apa?! Jangan bertele-tele sama gue!!.”


“Sabar dong Boss, gue yakin info yang akan gue sampaikan ini sangat berguna.”


“Cepat katakan!!.”


“Begini Boss, gue melihat jelas kalau Revy putri Boss dan kakeknya ada di rumah si Harvan itu!.”


“Apa! Yang bener kau Arman!.”


“Gue berani bersumpah kalau apa yang gue lihat 100% benar Boss! Jadi meraka sekarang memang tinggal bersama dirumah itu. Bukti kuat lain Gue dapatkan dari hasil bertanya pada pembantu tetangga mereka. Menurut pembantu itu memang di rumah si Harvan, sekarang ada dua anggota keluarga baru. Dan itu adalah Revy beserta kakeknya, mereka baru tinggal di rumah itu dari seminggu yang lalu Boss.”


“Sialan si Harvan anjing itu! Apa maksudnya dia membiarkan Revy dan lelaki tua itu tinggal bersamanya? Untung saja aku belum berangkat ke Jerman. Ya sudah Arman, elo terus pantau mereka! Gue tunggu info selanjutnya.”


Reyhan menutup pembicaraan dengan informan nya itu. Lalu ia bergegas masuk ke kamarnya menemui Selvy.


“Ada apa?.” Tanya Selvy yang tengah merias wajahnya.


“Arman baru saja mengabariku kalau Revy dan papamu tinggal di rumah si Harvan!.”


“Apa!! Kok bisa mereka tinggal sama dia!.”


“Menurut Arman mereka sudah satu minggu tinggal bersama si Harvan.”


“Apa?! Sudah satu minggu?! Berarti waktu kita mencari Revy beberapa hari yang lalu keliling Jakarta, Revy sudah tinggal disana dong! Brengsek si Harvan! Bisa-bisanya dia mengelabui kita!.” Geram Selvy.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?.” Sambung Selvy.


“Tentunya kita akan ambil mereka!.” Kata Reyhan.


“Kapan kita ambil mereka!.”

__ADS_1


“Sekarang juga kita berangkat ke Jakarta untuk mengambil mereka!.”


“Bagaimana kalau si Harvan menghalangi kita?.”


“Kita laporkan saja ke polisi bahwa si Harvan menculik Revy dan tua bangka itu!.”


“Bagaimana kalau mereka malah melapor balik kita ke polisi karena kemarin kita telah menculik anaknya?!.”


“Aku rasa dia tidak akan pernah bisa melaporkan kita karena dia tidak memiliki bukti kalau kita telah menculik anak sialan itu. Si Harvan kelihatannya sudah berani terang-terangan melawan kita. Dan sekaranglah saatnya kita tidak perlu lagi kucing-kucingan sama dia! Sekaranglah saatnya kita pasang badan untuk menghadapi si Harvan itu.” Geram Reyhan.


“Kalau begitu. Ayo kita berangkat!.”


Akhirnya mereka berdua pun berangkat ke Jakarta menggunakan kuda besi mereka.


*


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah gedung kantor, Harvan dan Jodi tengah mendengarkan percakapan Reyhan dan Selvy melalui layar monitor dan airphone yang mereka gunakan.


“Elo dengar sendiri kan Har? Kalau mereka sekarang mau pasang badan menghadapi kita secara terang-terangan.”


“Ya sudah! Kita hadapi mereka!. Bagaimana dengan team elo Jod?.” Tanya Harvan.


“Oke, bagus deh kalau begitu. Elo pantau terus saja si Selvy dan si Reyhan, tujuan mereka kemana? Ke kantor apa ke rumah duluan.”


“Siap! Ini gue lagi pantau mereka!.” Ujar Jodi. Kemudian Jodi meraih ponselnya hendak menghubungi seseorang.


“Hallo John, perketat pengawalan di area rumah kemungkinan rumah menjadi target awal mereka!.”


“Siap Boss!.” Jawaban dibalik sambungan seluler.


“Oya Har, kita mau langsung balik sekarang?.” Tanya Jodi.


“Tenang saja Jod. Kita selesaikan saja dulu urusan perusahaan kita. Mereka sampai rumah paling sekitar 2 jam lagi kurang lebih.” Jawab Harvan.


“Oke.” Jawab Jodi sembari terus menyelidik dan memantau percakapan Reyhan dan Selvy juga melihat titik koordinat pergerakan mereka melalui layar monitor.


“Oya Har, kemarin ada ilmuwan dari universitas California, San Diego menghubungi gue, katanya mereka lagi menciptakan terobosan baru. Dan mereka meminta kerja sama dengan kita untuk mendukung inovasi mereka. Ilmuwan di sana tengah menciptakan Micro robot dalam bentuk softlens. Sejauh ini penemuan mereka masih dalam bentuk prototipe yang masih dikembangkan untuk benar-benar dapat digunakan. Karena awalnya mereka menciptakan micro robot ini untuk penderita katarak agar dapat membantu penglihatan si penderita. Kemudian mereka mengembangkan micro robot ini untuk digunakan dalam kepentingan lain, seperti untuk dapat mengatur ukuran tampilan objek di hadapan mata. Caranya hanya dengan kedipan mata objek dapat zoom in atau zoom out. Pemrograman nya dengan mengukur potensi aliran listrik pada mata pengguna yang disebut sinyal elektro-okuler. Ada lagi inovasi lain dimana micro robot dalam bentuk softlens itu di ciptakan untuk kegunaan kontrol tubuh. Dimana ia dapat mentransmisikan apa yang kita inginkan, seperti misalkan dalam hal kecantikan dan kesehatan. Caranya sel DNA pengguna dimasukkan ke dalam program komputer sehingga semua nya dapat dikontrol melalui monitor. Misalkan si pengguna ingin mengubah warna rambut, warna kulit atau merasa tubuh tidak sehat, kondisi itu dapat di lihat dan langsung dapat di atasi sesuai dengan yang kita inginkan hanya tinggal mengklik sesuai dengan kebutuhan kita, karena sel DNA kita sudah dimasukkan ke dalam program komputer tersebut.” Jelas Jodi.

__ADS_1


“Boleh juga tuh Jod, terus bagaimana tanggapan elo terhadap apa yang mereka sampaikan?.”


“Ya gue bilang ke mereka, gue masih belum bisa jawab karena gue harus ngomong dulu ke elo. Nah sekarang bagaimana menurut elo? Kalau elo setuju kerja sama dengan mereka, gue tinggal bilang ke mereka sekarang juga.” Kata Jodi.


“Ya sudah elo hubungi saja mereka. Gue setuju.”


“Oke, karena kata mereka kerja sama ini akan berlanjut mana kala produk itu telah siap digunakan. Dan perusahaan kita akan menjadi perusahaan yang pertama untuk di rekomendasikan dalam produksi dan pemasarannya.” Jelas Jodi.


“Oke, bilang sama mereka gue setuju.”


“Siap! Sekarang juga gue hubungi mereka.” Kata Jodi yang kemudian langsung menghubungi ilmuwan yang pernah menghubungi Jodi.


Setelah Jodi selesai menghubungi ilmuwan yang ia maksud, kemudian


“Ya sudah, ayo sekarang kita siap-siap balik ke rumah. Bukannya kita akan menyambut kedatangan Selvy sama Reyhan?.” Ajak Harvan.


“Har, apa perlu kita siapkan karpet merah untuk menyambut kedatangan mereka? Haha.” Kelakar Jodi.


“Haha.. bisa aja luh.”


Dan mereka berdua pun berlalu meninggalkan gedung kantor mereka menuju kediaman mereka.


Di dalam mobilnya Harvan mengontrol apa yang dilakukan putrinya melalui layar ponselnya. Sejauh apa yang ia lihat, putrinya, Revy dan opa masih dalam keadaan aman dan terkendali.


“Oya Jod? Apa Selvy dan Reyhan membawa senjata?.” Tanya Harvan.


“Sejauh ini gue tidak menemukan mereka membawa senjata Har, kalau pun mereka bawa gue pasti tahu, jadi elo tenang saja, gak usah panik pada saat berhadapan denga mereka. Elo relaks aja, percayakan semuanya pada gue.” Jelas Jodi.


“Iya karena urusan dengan mereka sepertinya masih panjang, karena apa yang mereka inginkan belum mereka dapatkan Jod.” Kata Harvan menghela nafas panjang.


“Ya kita kan sama-sama tahu, target mereka itu kekayaan elo! Kalau elo masih hidup mereka akan terus kejar sampai dapat. Kecuali kalau mereka sudah mati, baru hidup elo aman!.” Ujar Jodi.


“Yang paling gue khawatirkan sih sebenarnya Harin Jod, dia masih kecil tapi harus menghadapi tantangan yang besar seperti ini. Gue kasihan sama dia, seharusnya dia bisa mendapatkan kebebasan seperti anak-anak pada umumnya. Tapi apa yang ia dapat? Malah menanggung masalah di usianya yang masih dini. Kadang gue mikir, gak apa-apa deh gue mati asal nyawa anak gue selamat dan hidupnya aman. Cuman gue mikir lagi, bagaimana hidupnya tanpa gue.” Kata Harvan dengan tatapan lurus kedepan.


“Elo salah kalau berfikir kayak gitu Har, semua ini adalah resiko hidup putri elo karena dia punya ayah yang istimewa. Jadi wajar kalau dia beda dengan anak-anak lain di luar sana. Toh selama ini yang kita lihat, dia santai-santai saja kan? Tidak merasakan bahwa semua yang terjadi membebani dia?. Sekarang bagaimana kitanya saja membuat dia merasa aman dan memberikan semua yang ia butuhkan terutama dalam hal kasih sayang.” Jelas Jodi.


“Jadi, ayo kita hadapi semua ini bareng-bareng. Gue juga gak akan tinggal diam Har, apa yang menjadi urusan elo! Itu akan menjadi urusan gue juga. Termasuk mengenai Harin. Dan untungnya Revy dan Opa ada di pihak kita, sehingga membuat kekuatan kita semakin penuh. Dan gue yakin, Selvy dan Reyhan akan gagal membawa Revy dan opa kembali.” Sambung Jodi.

__ADS_1


“Iya Jod, semoga saja Tuhan selalu melindungi kita semua dan menyadarkan mereka.” Ujar Harvan.


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2