Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Kawah Candradimuka


__ADS_3

Hari pun berganti dengan hari baru yang lebih baik. Mereka yang gemar bersyukur akan menjadikan hari ini adalah hari yang lebih baik dari hari kemarin.


Pagi itu suasa di pondok emak begitu ramai karena pak Ahmad beserta keluarga tengah menyambangi, seisi penghuni pondok emak dengan hangat menyambut kehadiran mereka.


Anak-anak mereka dibiarkan main ditepi pantai, sementara pak Ahmad berserta ibu, emak, Harvan dan Jodi tengah berkumpul di atas dipan pondok emak.


Mereka berbincang dengan suka cita, terutama pak Ahmad yang masih tidak percaya akan apa yang terjadi pada keluarganya. Kehadiran Harin dirumahnya telah membawa berkah bagi seluruh kehidupannya. Bagaimana tidak? Meski kehadiran putri keberuntungan itu hanya dua hari satu malam di kehidupan mereka, tetapi telah membawa sejuta kebaikan bagi keluarga pak Ahmad.


“Emak, setelah saya tahu bahwa emak adalah seorang guru yang tidak bisa diragukan lagi, dan telah banyak menelurkan banyak pendekar milenial, saya ingin menjadikan Sulaiman murid di padepokan emak ini. Dan Sulaiman yang memintanya sendiri tadi malam.” Kata pak Ahmad membuka pembicaraan di antara mereka.


“Tentu saja boleh, siapapun yang ingin berguru disini, akan emak terima dengan lapang dada. Dan kalian perlu tahu, yang masuk kedalam perguruan emak bukan orang sembarangan, mereka yang bisa masuk ke dalam padepokan emak adalah mereka yang sudah menjalani seleksi alam tanpa mereka sadari.” Jelas emak.


“Oh begitu ya mak? Berarti Sulaiman termasuk didalamnya?.” Tanya pak Ahmad.


“Tentu saja putramu itu adalah salah satunya, makanya dia bisa masuk kesini, tidak mudah menemukan padepokan emak ini kalau kalian ingin tahu. Jika memang berjodoh, siapa yang mencari emak ia akan menemukan emak, tetapi jika belum ada jodoh, sampai ujung dunia pun mereka mencari emak, mereka tidak pernah akan bisa menemukan emak.” Jelas emak.


“Kau tahu Ahmad? Setiap doa yang kau ucapkan dari ujung lidahmu adalah harapanmu yang terdalam. Dan Allah telah mengabulkan satu permintaanmu itu. Mungkin kau lupa kapan kau mengucapkan doa terikhlasmu, dan saat ini lah Allah mengabulkan satu permintaanmu itu. Perlu kau tahu. Hanya orang berhati ikhlas yang mampu menembus Kawah Candradimuka tempatku ini. Karena tak setiap orang bahkan hanya sedikit sekali orang yang menjiwai ilmu tertinggi itu.” Jelas emak kembali.

__ADS_1


“Kalau dulu para guru menggembleng pendekar atau ksatrianya agar menjadi pendekar yang kuat dan tangguh, dengan tujuan memiliki ilmu bela diri yang akan digunakan untuk membela agama dan negaranya dengan berperang melawan penjajah. Tapi kini. Ilmu bela diri yang emak ajarkan untuk pendekar-pendekar emak itu adalah dengan tujuan agar mereka menjadi manusia yang cerdas dalam berfikir, tajam dalam memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi serta mampu mengendalikan diri dan nafsunya, juga menjadikan mereka manusia baru yang mampu bersaing dimasa yang akan datang. Dan untuk melawan tantangan dari luar ataupun dari dalam diri, saat ini tidak perlu lagi menggunakan senjata tajam seperti jaman dulu. Tapi emak akan menjadikan lidah kalian sebagai senjata tajam untuk mempengaruhi lawan dengan nilai-nilai kebaikan, dari jurus-jurus yang emak berikan menjadi sebuah simbol yang harus ditanamkan pada hati seorang pendekar. Dan pendekar yang emak ciptakan hari ini adalah pendekar milenial dan pendekar generasi Z yang akan mampu mengolah hati dan pikirannya menjadi manusia baru yang memiliki keistimewaan dalam cara pandang, cara berfikir dan cara bertindak.” Jelas emak.


Harvan, Jodi, pak Ahmad beserta istri begitu khusuk menyimak apa yang emak sampaikan.


“Kalau dahulu agar diri kita memiliki kekuatan magis, berharap kita dapat meraih ilmu tertinggi yaitu ilmu ikhlas. Lalu senjata yang harus di miliki itu adalah kekuatan batu merah delima. Tapi saat ini, merah delima itu yang harus kita tanam dalam diri kita. Dengan cara bagaimana? Merah Delima artinya, Merah : apa yang berwarna merah yang ada dalam diri kita?, jawabannya adalah Hati. Lalu apa itu Delima : jawabannya adalah: ( د : dal ) lima. Dimana letak ( د : dal ) yang lima itu?, jawabannya ada dalam kitab Suci Al-Quran. Dari 114 ayat yang tertuang dalam Al-Quran, surat apa yang memiliki ( د : dal ) lima? Jawabannya adalah Surat Al-Ikhlas.



Jadi kesimpulannya adalah, jika kau ingin mendapatkan ilmu tertinggi, pelajari surat Al-Ikhlas, kenali maknanya dan resapi artinya serta tanamkan dalam hati kalian. Maka kau telah mendapatkan ilmu tertinggi itu. Jadi Merah Delima itu adalah hati yang dinaungi oleh keikhlasan. Jika hatimu telah dinaungi keikhlasan, apapun yang terjadi, dimanapun kalian berada, bersama siapapun kamu hidup dan seberapa pun hasil yang kau dapatkan hari ini. Semua itu tidak akan mempengaruhimu. Kau akan tetap Istiqomah dijalanmu dan hatimu akan selalu menuntunmu dalam kebaikan. Dan kau akan merasa puas dengan semua hal meski hal itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan.


Mereka semua terdiam mencerna apa yang emak sampaikan. Ilmu tingkat tinggi yang emak lontarkan membuat mereka berfikir bahwa apa yang mereka miliki didunia ini adalah semua hanya fatamorgana.


“Lalu kau Jodi!! Kau pikir aku tidak tahu masa lalumu yang penuh dengan kebohongan! Demi tugasmu kau rela memanipulasi dirimu menjadi sosok yang durjana padahal kau adalah kesatria. Walau aku tahu kau kadang mudah sekali tergoda oleh wanita?. Tapi aku tahu hatimu selembut hello kitty.”


(Waduh! Ini nenek-nenek mau buka kartu gue depan mereka!! Gak usah gitu juga kali emak ah! Bikin gue malu aja. Sampai bawa-bawa hello kitty segala lagi ah.) Bathin Jodi.


“Jadi siapa kalian sebenarnya hah!? Kalian itu bukan siapa-siapa, setinggi apa pun pangkat dan jabatan kalian! Sebanyak apa pun harta yang kalian punya! Sebesar apa pun kekuasaan kalian! Kalian itu hanya butiran debu di hadapan Sang Khalik, kalian hanya Mahkluk yang diwajibkan untuk menghamba pada Tuhannya saja tidak lebih dari itu. Lalu setelah ini apa yang harus kalian lakukan? Tidak perlu banyak bertanya dan meminta, cukup kalian jalani hidup ini dengan ikhtiar dan doa. Sudah cukup itu saja. Tapi kenapa kalian begitu sulit untuk menjalankan semuanya? Karena kalian terlalu sibuk memikirkan dunia ini sehingga kalian lupa akan akhirat kalian!.”

__ADS_1


“Sekarang aku tanya padamu Ahmad? Apa tujuanmu hidup?.”


“Kau Harvan? Apa tujuan hidupmu?.”


“Dan kau Jodi? Apa tujuan dalam hidupmu?.”


“Aku memiliki tujuan hidup hanya satu mak! Yaitu menjadi manusia yang yang mendapatkan ridhoNya dunia akhirat.” Jawab Ahmad.


“Kalau aku, tujuan dalam hidup ini adalah, bagaimana aku selalu dapat memberikan yang terbaik buat semua orang, tanpa ingin menjadi yang lebih baik dari mereka mak.” Jawan Harvan.


“Kalau tujuan aku sih, ingin memperbaiki diri saja mak agar Tuhan memaafkan segala kesalahanku dimasa lalu.” Jawab Jodi.


Kemudian emak melanjutkan kembali ceramahnya setelah mendengar tujuan dari mereka masing-masing.


“Setelah kalian tahu apa tujuan kalian dalam hidup. Fokuslah pada tujuan kalian masing-masing dan tetap Istiqomah dan itu adalah merupakan bentuk menghamba kalian padaNya. Urusan diterima atau tidaknya itu bukan urusan kalian. Tidak perlu kalian fikirkan. Karena kau akan masuk kedalam surga atau nerakaNya adalah hak prerogratif Allah.” Jelas emak.


Semua terdiam.

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2