
Setelah menempuh waktu kurang lebih 7 jam jarak tempuh Indonesia - Korea, penerbangan Harvan dan Intan pun landing di Seoul Incheon Internasional. Ada rasa haru dimana mereka jauh dari tanah air. Yang ada didalam pikiran Harvan adalah, Apa mereka dapat kembali pulang? Entahlah. Yang jelas saat ini Harvan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Intan. Tujuan utamanya adalah mengembalikan kepercayaan dirinya lagi agar dia dapat beraktivitas dalam produktifitasnya dengan normal.
“Ini adalah hari pertamaku menginjakkan kaki di Negri orang.” Ungkap Intan.
“Kalau aku sudah sering kesini, urusan bisnis.” Ujar Harvan.
“Oya?. Berati kamu bisa dong bahasa Korea?.” Tanya Intan.
“Tidak, aku pakai Translator. Aku hanya bisa bilang Salang Haeyo.. Intan Salang Haeyo.” Goda Harvan.
“Apa sih kamu…” Kata Intan dengan tersipu.
Kedatangan Mereka disambut oleh dua orang laki-laki dan satu orang perempuan kebangsaan Korea.
“Hangug-e osin geos-eul hwan-yeonghabnida seonsaengnim?! ( Selamat datang di Korea tuan dan nona.).” Kata mereka.
“Joh-eun yeohaeng doesenyo.” ( Semoga perjalanan kalian menyenangkan.).” Sambung mereka.
“Gamsa haeyo. (Terima kasih.).”Jawab Harvan.
“Ja, uliga gwanchal-eul wihae biyeong-won-eulo delyeogal geos-ibnida. ( Mari, kami akan mengantar kalian ke rumah sakit untuk obsevasi.) “Geu hu, ulineun dangsin-ui geojujileun baedalhabnida. (Setelah itu kami antarkan ketempat kalian.).” Ujar orang Korea yang perempuan.
Kemudian mereka berlima (Harvan, Intan dan ketiga orang Korea) itu berlalu dari tempat itu. Mereka naik mobil yang akan mengantarkan mereka ke rumah sakit dimana Intan akan di operasi di Rumah sakit tersebut.
Rumah sakit itu bernama Grand Plastic Surgery. Rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit Bedah Plastik yang menjadi Favorit Artis Korea dan Mancanegara. Lebih dari 165 Artis Korea telah menjalani operasi plastik di Rumah sakit tersebut. Beberapa diantaranya adalah penyanyi Sonamoo, Aktor Lee Dong Gun dan lain-lain. Rumah sakit ini di lengkapi dengan fasilitas yang mewah dah nyaman.
Intan telah dilengkapi dengan dokumen yang di manipulatif sehingga tidak akan mudah terdeksi keberadaannya. Yang mengurusi administrasi di Rumah sakit itu adalah dua orang laki-laki Korea utusan Jodi.
Intan dibawa keruangan dokter untuk pemeriksaan, sementara itu Harvan diruang tunggu tengah melihat-lihat ponselnya. Banyak informasi dari Jodi yang telah masuk. Dan Harvan pun mengecek satu per satu.
Kemudian Harvan mengirim pesan pada Jodi.
“Gue sama Intan sudah sampai di Korea Jod. Thanks semua info nya ya, gue udah cek semua, Sekarang Kita udah sampai di RS Grand Plastic Surgery. Sekarang Intan lagi di Observasi Jod.” Jelas Harvan.
Selang beberapa waktu, TING tanda pesan masuk,
“Syukurlah. Elo baik-baik disana ya. Sekarang gue lagi di Kantor. Oya rumah sudah disisir, terus sudah dipasang penyadap suara juga disetiap titik, semua yang kerja sudah gue kirim Wisata ke Bali haha, biar pada enjoy lah. Orang tua elo juga sudah aman. Jadi elo tenang aja disana. Pokoknya semua beres.”Laporan Jodi.
__ADS_1
“Oke, thanks ya Jod.” Ucap Harvan.
Diruangan lain. prosedur pemeriksaan Intan dengan teliti dilakukan oleh dua Dokter Spesialis. Setelah kurang lebih 4 jam akhirnya selesai. Dan dokter mengatakan dua hari lagi Operasi akan dilakukan.
Setelah pemeriksaan itu, Harvan, Intan dan orang kepercayaan Jodi, meninggalkan Rumah sakit menuju tempat yang akan di tinggali Harvan dan Intan.
Setelah beberapa waktu mereka sampai di sebuah tempat. Nama tempat itu adalah Jeonju Hanok Village. Jeonju Hanok Village merupakan sebuah Desa Tradisional yang berada di Jantung Kota Jeounju yang terletak di Provinsi Jeollabukdo, Korea Selatan. Desa ini merupakan Desa Hanok yang memiliki pemandangan serta infrastruktur yang unik serta rapih. Didesa ini kurang lebih terdapat 700 bangunan. Untuk rumah-rumah yang berada di Jeounju Hanok ini adalah rumah yang dibangun pada Era Dinasti Joseon ( 1392-1910 ).
Harvan dan Intan ditempatkan di salah satu rumah yang begitu indah ditempat itu. Dan rumah itu akan ditinggali Intan dan Harvan selama Pasca Operasi Intan. Dirumah itu ada beberapa pelayan untuk membantu selama mereka tinggal disitu. Dan mereka akan kembali ke Tanah Air setelah Intan pulih.
“Tempat ini nyaman, dan rumahnya sangat indah.” Tutur Intan.
“Kamu suka?.” Tanya Harvan.
“Ya aku suka sekali.” Jawab Intan.
“Syukurlah kalau kamu suka. Sekarang kita makan dulu yuk? Banyak kulliner Khas Korea disini, pasti kamu suka. Kamu mau makan apa?.” Tanya Harvan.
“Terserah kamu saja Har.” Ujar Intan.
“Baiklah, aku akan suruh pelayan bawakan makanan kesini.” Kata Harvan dan bergegas meminta pada pelayan untuk mengantarkan makanan pada mereka.
Setelah mereka makan, mereka pun beristirahat dikamarnya masing-masing.
*
*
*
Pagi hari waktu Korea,
Setelah mereka berdua sarapan, mereka berdua mempersiapkan diri untuk pergi ke Rumah sakit karena ke esokan harinya adalah jadwal bedah plastik pada Intan. Lalu mereka pun masuk ke mobil yang telah disediakan Jodi melalui utusannya.
Dalam perjalanan ke Rumah sakit.
“Kamu siap?.” Tanya Harvan.
__ADS_1
“Ya aku siap, do’ain ya Har, biar lancar.” Ujar Intan.
“Pasti aku do’ain, semua nya yang terbaik buat kamu.. Salang Haeyo...” Ucap Harvan.
“Salang Haeyo juga.” Jawab Intan dengan tersenyum pada Harvan.
Singkat cerita, mereka sudah sampai di Rumah sakit. Disana sudah disediakan ruang inap yang nyaman untuk Intan, karena Intan akan melakukan operasinya beberapa tahapan mengingat kondisi tingkat kerusakan pada beberapa titik alami keparahan, sehingga perlu dilakukan beberapa kali Bedah Plastik.
Intan sudah ditempatkan diruangan itu untuk beristirahat. Sementara Harvan diajak keruangan dokter bedah untuk mendapatkan informasi dari dokter bedah disana.
Percakapan Dokter Bedah dengan Harvan, dengan bantuan traslator.
“Baiklah Tuan, perkenalkan, saya adalah salah satu dokter yang akan melakukan bedah plastik pada nona Intan. Pembedahan akan dilakukan beberapa dokter dan asisten serta perawat disini. Mengingat luka yang terdapat pada Nona Intan termasuk kategori tingkat kerusakan berat, sehingga akan memakan waktu yang sangat lama. Untuk itu dimohon Tuan dapat bersabar. Kemudian Kami pun akan melakukan cangkok mata sesuai dengan yang anda harapkan setelah Operasi Plastis. Diharapkan Tuan dapat memberikan spirit pada Nona Intan. Karena apabila pasien alami ketidakseimbangan emosi, akan menghambat proses pemulihan, jadi saya mohon anda memberikan semangat agar psikisnya tidak terganggu oleh pikiran-pikiran yang dipengaruhi rasa takut dan cemas.” Jelas Dokter.
“Baiklah Dokter, lakukan saja apa yang terbaik untuk calon istri saya. Saya percayakan sepenuhnya pada anda. Terima kasih atas bantuannya Dok.” Kata Harvan.
Kemudian mereka pun bersalaman. Harvan kembali keruang inap Intan. Dimana dia menemui Intan di dalam tengah duduk termenung di sofa yang berada di dalam ruangan tersebut. Harvan pun menghampiri.
“Kenapa? Ada yang kamu pikirkan?.” Tanya Harvan.
“Gak ada apa-apa Har, aku cuman sedikit gugup saja.” Jawab Intan.
“Relaks ya agar prosesnya cepat dan lancar. Tadi kata Dokter kamu jangan banyak pikiran kalau banyak pikiran bakalan lama pulihnya, jadi kamu harus semangat.” Ujar Harvan menyemangati Intan.
“Kira-kira sakit gak ya?.” Tanya Intan.
“Gak lah kan kamunya juga di anestesi jadi gak bakalan kerasa sakit.” Jawab Harvan.
“Maksudnya nanti pemulihannya?.” Tanya Intan lagi.
“Kata Dokter sakitnya cuma sedikit, seperti digigit semut aja he.” Goda Harvan.
“Betul begitu?” Tanya Intan kembali.
“Iya, coba saja nanti rasakan he.” Goda Harvan kembali.
“Ih, kamu mah becanda aja.” Ujar Intan.
__ADS_1
“Pokoknya kamu jangan mikirin macam-macam, disini dokternya profesional dan obat-obatnya bagus. Pasti dokter memberi obat yang terbaik agar kamu gak ngerasain sakit pasca operasi.” Jelas Harvan.
Mendengar penjelasan Harvan, Intan mendapatkan semangat baru. Karena melihat situasi Rumah Sakit kadang membuat mental siapapun jadi down, karena itu menyemangati pasien adalah hal utama untuk membantu lancarnya proses pengobatan dan penyembuhan.