
Pantai palabuhanratu juga ternyata mengukir kenangan manis untuk Jodi dan Siti. Bagaimana tidak? Yang asalnya Jodi merasa takut pada Siti karena kegagahannya yang selalu membawa golok sakti di pinggangnya, kini berubah menjadi rasa nyaman yang penuh makna.
“Kak, aku pulang dulu ya mau pergi kuliah.” Kata Siti.
“Apa! Kamu kuliah Siti?.” Tanya Jodi.
“Iya aku kuliah Kak, kampusku di Palabuhanratu kota, gak jauh dari Kantor Pemerintahan.” Jelas Siti.
“Oh gitu. Fakultas apa? Dan kamu ngambil jurusan apa Siti?.” Tanya Jodi.
“ Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Administrasi Negara.” Jawab Siti.
“Wah.. keren tuh.. sukses ya Siti..semangat…” Kata Jodi.
“Oke, makasih Kak.” Jawab Siti seraya berlalu dari tempat tersebut.
“Eh Siti! Kapan-kapan main lagi ya ke sini.” Ujar Jodi.
“Siap Kak!.” Jawab Siti dengan tersenyum manis.
Kemudian mereka meninggalkan tempat itu. Jodi menuju pondok Emak dan Siti menjauh keluar pantai menuju rumahnya.
Jodi sampai di pondok, ia menghampiri Emak yang sedang membersihkan benda-benda pusaka di dipan belakan pondok Emak. Tak di dapatinya Harvan dan Intan, karena mereka tengah pergi ke Pasar.
“Mak… lagi ngapain Mak?.” Tanya Jodi menghampiri Emak dan duduk di dipan itu.
“Ini Emak lagi ngebersihin anak-anak Emak.” Jawab Emak.
( Lah anak-anak?… bukannya itu keris?. ) bathin Jodi.
“Oh.. benda pusaka ya Mak?.” Tanya Jodi.
“Iya… ini si Jago sama si Kukut jarang mandi.” Jawab Emak.
(Buset.. keris di kasih nama hahaha) gumam Jodi.
“Mandiin yang bersih Mak, tuh banyak daki nya hehe.” Kata Jodi.
“Iya.. ini mereka pada nakal-nakal. Main melulu.. menghilang terus! Pulang-pulang udah dekil saja.. dasar anak-anak bangor.” Kata Emak seraya nyentil keris-kerisnya.
( Yaelah… aneh- aneh aja nih Nini-Nini nyentil keris kaya sama bocah) Gumam Jodi kembali.
“Maksudnya menghilang bagaimana sih Mak?.” Penasaran Jodi.
“Iya nih.. Emak simpen di lemari, di enak-enakin tempatnya, di wangi-wangiin pake kembang tujuh rupa, suruh diam jangan kemana-mana eh.. besoknya hilang kabur lagi.. datang-datang malam Purnama… dasar bangor maneh mah (Dasar nakal kalian ya).” Kata Emak seraya menyentil kembali pusaka-pusakanya.
“Oh jadi itu pusakanya suka hilang sendiri dari tempatnya, terus balik lagi sendiri gitu ya Mak?.” Tanya Jodi penasaran.
“Iya.. kitu (gitu).. giliran di biarin, gak emak mandiin pada nangis-nangis, berisik goyang-goyang ngegebrak-gebrak lemari….” Jelas Emak.
“Oh gitu ya Mak?.” Ujar Jodi ngangguk-ngangguk seperti berfikir.
“Oya Mak.. aku mau cerita seru sama Emak.” Kata Jodi.
“Nak Jodi mau cerita apa? Sok atuh caritakeun (silahkan cerita ).” Kata Emak.
“Mak tahu tidak? Waktu malam pertama Harvan dan Intan? pagi-paginya itu kamar pengantin mereka kaya kapal pecah Mak, terus muka Harvan pada benyok Mak.. katanya mereka tempur dulu haha.” Kata Jodi.
“Hihihihihi… hheheheh… hihihihi.” Emak tertawa Ngikik.
(Yaelah… ini Nini-Nini ketawa lampir lagi dah) Gumam Jodi.
“Mereka sama kayak Emak sama si Abah hihihi.”pekik Emak.
“Maksud Emak bagaimana.” Tanya Jodi.
“Dulu juga Emak sama si Abah kalau mau bercinta tarung dulu.. hihihihi.” Jawab Emak.
( Waduuuh! Sebelas dua belas ini mah. )
“Masa sih Mak? Kok bisa gitu? jangan-jangan si Abah wafat sebelum boboin Emak ya karena kalah bertarung.” Tanya jodi.
“Hihihi… tidak seperti itu.. si Abah mah wafatnya karena sakit.” Jelas Emak.
“Oh gitu kali aja si Abah kalah tempur Hehe.” Kata Jodi.
“Si Abah sangat jago nak Jodi, Padepokan yang Emak pegang sekarang kan asalnya di Pimpin sama Abah..” Jelas Emak.
__ADS_1
“Oh gitu ya Mak.” Jawab Jodi.
“Assalamu’alaikum.” Suara Harvan dan Intan yang baru pulang dari Pasar.
“Wa’alaikum salam.” Jawab Emak dan Jodi.
“Lagi ngapain elo di sini?.” Tanya Harvan pada Jodi.
“Ini lagi nemenin Emak mandiin anak-anak Emak yang nakal katanya tuh.” Jawab Jodi.
“Hah.. anak-anak?! Mana.. siapa?.” Tanya Harvan.
“Tuh…” jawab Jodi, yang menunjuk ke arah sekumpulan benda Pusaka.
“Tambah gila luh di sini.” Kata Harvan.
“Yah.. gak percaya.” Ujar Jodi.
Kemudian Harvan dan Jodi berlalu ke depan pondok Emak, duduk-duduk di dipan, sementara Emak masih asyik membersihkan Pusaka-pusakanya, dan Intan memasak di dapur sederhana Emak menggunakan tungku.
“eh si Siti mana?.” Tanya Harvan pada Jodi.
“Balik dulu, katanya mau berangkat kuliah dia.” Jawab Jodi.
“Oh, selain Pendekar dia mahasiswi juga.. bagus deh.. cocok sama elo haha.” Gelak Harvan.
“Eh Har, tahu gak? Gue tadi di ajarin si Siti pakai golok nya.” Jelas Jodi.
“Yang bener luh?!. Emang boleh?!. ” Harvan penasaran.
“Iya Har, boleh… gila.. sensasinya Har, bener-bener aura mistisnya terasa pas gue pakai, dahsyat bener Har.. .” Jelas Jodi.
“Srius luh ?!.” Tanya Harvan seakan tak percaya.
“Serius gue Har… gue serasa jadi Pendekar Golok Sakti.” Terang Jodi.
“Hahaha… gila luh.” Gelak Harvan.
“Beneran Har, kapan-kapan gue mau pinjem golok nya, mau gue bawa ke Jakarta sama gue.” Kata Jodi.
“Eh buat gaya-gayaan aja kali Har, kan keren tuh setelan jas tentengan di pinggangnya golok hahaha.. apa lagi kalu gue bawa balik ke rumah, buat nakut-nakutin bokap gue hahaha.” Gelak Jodi.
“Anjir luh.. parah… hahaha… gila … hahaha” Tawa Harvan.
“Eh, itu si Emak mandiin anak-anaknya, maksudnya apa?.” Tanya Harvan penasaran masih mode tertawa.
“Itu si Emak nganggap benda-benda Pusakanya, anak-anaknya Har, terus di kasih nama segala, kata nya si Jago sama si Kukut, hahah… kenapa gak di kasih nama si Agus sama si Bambang aja ya?hahahah.” Kelakar Jodi.
“Hahaha.. gila… haha… lama-lama elo di sini ikut-ikutan gila luh.” Gelakgak Harvan.
“Haha.. Kayaknya sekarang juga gue udah di bikin gila ini Har, hahaha… .” Jodi terbahak.
“Heh.. pada ngetawain apa sih? senang bener.. ayo makan dulu!.” Bentak Intan.
“Aih Pendekar wanitaku.. kalau lagi marah-marah tambah gemes aja.” Kata Harvan seraya memeluk pinggang Intan dari belakang, lalu mendorongnya masuk ke dalam pondok sambil menciumi kepalanya.
“Ah elah.. terus aja… terus.. ******* sana! Huh!.” Sindir Jodi seraya mengikuti di belakang mereka.
“Masak apa sayang?.” Tanya Harvan masih dalam posisi memeluk.
“Cah kangkung, Goreng ikan jangilus, Sambel cobek, lalapan, ada Sambel terasi juga sama Ikan asin dan Sayur asem.” Jelas Intan.
“Wah.. menu sultan nih… gak ada pepes beyawaknya ya sayang?! Nih menu buat buaya darat bapak nya beyawak hahaha.” Kata Harvan menunjuk pada Jodi.
“Ah.. sialan luh.” Timpal Jodi.
Akhirnya mereka makan bersama dengan lahapnya di dipan belakang Pondok emak.
Terlihat Jodi begitu bersemangat karena baru kali ini dia merasakan makan bersama dalam suasana yang berbeda.
Makan bersama (botram) di Pondok emak yang sederhana lagi Asri, yang terletak sekitar bibir pantai yang menyajikan pemandangan indah, dengan cuaca sejuk dan semilir angin Samudera tanpa batasnya menambah kehangatan mereka.
“Intan, malam nanti pada sepertiga malam temani Emak ya Nak.” Kata Emak.
“Iya Mak.” Jawab Intan.
“Mau pada kemana Mak?.” Tanya Jodi.
__ADS_1
“Kasih tahu gak yaa?.. mau tahu aja.. apa mau tahu banget…?” Kata Emak.
“Ya elah.. si Emak bisa becanda juga hahaha.” Gelak Jodi.
“Kok Intan saja yang di ajak Mak? Saya sama Harvan juga mau ikut dong Mak.” Sambung Jodi.
“Alah elo mah tidurnya aja kayak kebo.. bangunnya juga siang.. mana bisa di bangunin jam dua malem.” Ujar Harvan.
“Bisa gue kalau kepepet mah Har.” Kata Jodi.
“Iya boleh… semua boleh ikut.” Kata Emak.
“Oya Mak, itu si Kukut sama si Jago gak di ajak makan sama kita bareng di sini?” Kata Jodi yang menangkupkan mulutnya menahan tawa.
“Ah mereka mah makan nya beda sama kita, nak Jodi.” Kata Emak.
“Oh gitu ya Mak? Emang makanannya mereka apa sih Mak?.” Tanya Jodi.
“Makanan mereka mah kembang tujuh rupa sama minyak jafaron.. minumnya air jam-jam sama kopi hitam tanpa gula.” Jawab Emak.
(Buset si Jago sama si Kukut minum nya air jam-jam kayak orang Umroh aja.) Bathin Jodi.
“Gak pernah di kasih makan nasi gitu Mak? biar semua pada sehat & gemuk.?” Tanya Jodi.
Harvan dan Jodi saling lirik dan menangkupkan bibirnya menahan tertawa.
“Mereka mah manja gak mau makan nasi.” Jawab Emak serius.
“Paksa saja Mak, bilangin sama mereka nasi pake kecap sama telor dadar.. sehat itu.” Kata Jodi.
Harvan dan Jodi semakin tidak bisa menahan tawa menyaksikan obrolan konyol tersebut. Mereka semakin menangkupkan bibirnya menahan tertawa yang ingin segera di lepaskan.
“Iya nanti sama Emak mau di paksa, biar mereka mau makan nasi sama kecap.” Kata Emak.
Wkwkwkwkwkwk ini author yang ngakak ya🤣🤣
Begitulah suasana seru di Pondok emak. Penuh dengan kekonyolan yang membuat siapapun merasa senang dan terhibur.
Selesai makan, Emak masuk ke kamarnya meninggalkan mereka bertiga. Kemudian Mereka melepaskan tawanya bebas lepas setelah Emak masuk ke kamarnya.
“Heh.. pada becandain Emak.. kualat loh nanti.” Kata Intan.
“Yaah Intan, gue sama laki elo ketawa, bukan becandain si Emak.. tapi ngakak lihat kekonyolan si Emak sendiri. Bukan nya elo juga tadi ikut ketawa hah?.” Ujar Jodi.
“Iya sih.. lucu emang si Emak hehe.” Kata Intan.
“Oya Intan.. elo kan habis penganten nih sama laki elo.. emang elo gak mau pergi Honey Moon gitu? kaya cewek-cewek lain yang minta ke luar negeri, Paris , Perancis , Jepang , Cina dll. Minta tuh sama laki elo, laki elo mampu bawa elo kemana juga, tinggal elo minta .”Kata Jodi.
“Kan kita udah pernah ke Luar Negeri Kak Jodi.. itu ke Korea waktu aku operasi.” Kata Intan.
“Yah itu mah beda Tan.. itu sih dalam rangka pengobatan elo.” Kata Jodi.
“Iya sayang kita ke luar negeri lagi yuk, sekarang dalam rangka honeymoon sayang.” Ajak Harvan.
“Ayo Kak.. kayaknya seru ya.” Kata Intan.
“Iya nanti kita atur rencana ya, biar Jodi yang urusin.” Kata Harvan.
“Tan, emang elo pengen kemana? Tempat yang kira-kira berkesan buat elo?.” Tanya Jodi.
“Mmmmh… kemana ya?.. oh.. iya aku pengen Honey Moon di jalur Gaza, Kak.” Seru Intan.
“WHAT!! Jalur Gaza! Gila emang nih ya pendekar wanita! Elo pengen mantap-mantap sama laki elo sambil ngerasain sensasi bom meledak di atas kepala gitu?! Ada-ada aja sih. Atau elo mau enak-enak sambil nangkap bom gitu?! Parah…?sama gila nya nih kayak Emak hadeuh.” Jodi pusing.
“Elo kalau mau Honey Moon, cari tempat-tempat yang romantis Tan, bukannya di daerah konflik.” Jelas Jodi kembali.
“Iya sayang.. jangan ke jalur Gaza ya.. di sana lagi ricuh.. cari tempat lain aja ya sayang.” Kata Harvan.
“Abis kemana dong? Aku bingung… mmmmh iya.. aku pengen ke Rusia aja deh.” Kata Intan.
“Yaelah Tan.. elo ke Rusia mau ngapain? Emang ada gitu di sana tempat wisata?.” Tanya Jodi.
“Ada Kak banyak.. bagus-bagus.. ada Mesjid Lala Tulip, The Heart Of Chechcya Mosque, Benteng Kremlin Moslow dll.” Jelas Intan.
“Wah seru tuh kayaknya ke sana, ya udah Jod, urusin ya, cari waktu yang bagus.” Kata Harvan.
“Ok siap.” Jawab Jodi.
__ADS_1