Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Selamat Tinggal Kenangan, Sampai Jumpa Lagi


__ADS_3

WARNING!!!!


Mengandung Konten 21+


Harap bijak menyikapinya.


Pagi itu di kota kecil palabuhanratu cuaca begitu cerah. Pondok emak yang selalu ramai dengan gelak tawa Harvan, Jodi dan Intan, selalu menambah kehangatan di dalamnya. Hari-hari emak menjadi lebih berwarna karena ke datangan mereka.


Tapi sesaat lagi pondok itu akan menjadi sepi kembali, karena ketiga tamu itu akan kembali ke tempat asalnya. Ada rasa haru di hati Harvan, Intan dan Jodi juga Emak. Karena kehangatan yang telah mereka jalin beberapa hari ke belakang di tempat itu, sangat membekas meninggalkan kesan yang mendalam. dan berakhir hari ini.


“Emak jaga diri baik-baik ya di sini, nanti kami akan sering datang ke sini lagi.” Kata Harvan.


“Iya nak Harvan, kalian juga jaga diri baik-baik ya. Ingat pesan emak. Tetaplah melakukan ritual-ritual keagamaan yang pernah emak ajarkan, agar kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.” Kata Emak.


“Siap! Mak, kami akan selalu ingat pesan Emak.” Jawab Harvan.


“Mak, aku minta maaf ya Mak, selama aku di sini banyak becandain Emak.” Kata Jodi.


“Hihihihi… heheheh…. Hihihi…. Tidak apa-apa nak Jodi, Emak senang kok ngobrol sama nak Jodi.” Kata Emak.


( Yah.. keluar lagi deh tawa mak lampirnya.. Heh. ) bathin Jodi.


“Iya Mak, nanti kapan-kapan kita main ke sini lagi ya Mak, kita ke Bukit batu karang lagi ya Mak?.” Kata Jodi.


“Iya nanti Emak ajak nak Jodi ke sana lagi.” Ujar Emak.


“Makasih juga ilmu peletnya ya Mak, hehe.” Kata Jodi.


“Iya sama-sama, tapi hati-hati ya, jangan di kasih tahu pada orang lain.” Kata Emak.


“Siap! Mak.” Jawab Jodi.


“Oya Mak, maaf ini ada sedik uang untuk Emak, Emak bisa gunakan untuk keperluan Emak atau Padepokan.” Kata Harvan seraya mengeluarkan amplop coklat bertuliskan nama Bank, dan memberikan pada Emak.


“Jangan repot-repot nak Harvan, dengan kedatangan kalian ke sini saja sudah membuat Emak senang, ambilah kembali, Emak tidak membutuhkannya. Emak dan Padepokan sudah merasa cukup.” Jelas Emak.


“Mak ambilah Mak, mungkin Emak dan Padepokan tidak butuh, tapi sepertinya anak-anak Emak akan membutuhkannya.” Kata Jodi.


“Maksud nak Jodi anak enak, si Jago sama si Kukut juga si Ihot?.” Tanya Emak.


“Iya Mak, kan nanti akan Emak paksa mereka makan nasi kecap dan telur dadar, nasi kan harus di beli, kebutuhan pokok sekarang mahal Mak, jadi Emak bisa menggunakan uang itu buat biaya anak-anak Emak.. sepertinya nanti anak-anak Emak akan banyak makan loh, jadi Emak terima ya?.” Jelas Jodi.


Sejenak Emak terdiam dan berfikir kemudian,


“Baiklah kalau begitu, Emak terima uang ini ya untuk biaya si Jago, si Kukut dan si Ihot.” Ujar Emak.


“Nah gitu dong Mak, anak-anak Emak pasti pada senang.” Kata Jodi sambil melirik ke arah Harvan menangkupkan mulutnya menahan tawa.


“Iya… makasih ya nak Harvan, nak Jodu dan neng Intan, yang sudah mengunjungi Emak dan berbaik hati pada Emak.” Kata Emak.

__ADS_1


“Sama-sama Mak.” Jawab mereka kompak.


“Oya kapan-kapan Emak main ya ke Jakarta, nanti a Harvan akan jemput Emak kalau Emak mau.” Kata Intan.


“Iya InshaAllah kalau Emak masih di beri umur panjang, Emak akan berkunjung ke tempat kalian.” Jawab Emak.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


“Hai Siti.” Sapa Intan.


“Hai semua.” Jawab Siti.


“Siti, kita mau pulang ke Jakarta hari ini, kamu mau ikut gak.?” Tanya Jodi.


“Wah kalau aku gak sibuk pasti mau deh ikut ke Jakarta sekalian main, tapi aku sibuk kak sama kuliah aku.” Jawab Siti.


“Udah kamu kuliah di Jakarta aja Siti.” Kata Jodi.


“Gak bisa kak lagian Siti juga sibuk sama kebun-kebunnya bapak.” Jawab Siti.


“Ya udah kalau kamu nanti mau ke Jakarta hubungi kami ya Siti?.” Kata Intan.


“Siap kak, nanti kalau aku mau ke Jakarta pasti hubungi kak Intan.” Ujar Siti.


“Eh Siti, tapi ingat ya? kalau ke Jakarta jangan taruh golok kamu di pinggang, nanti kamu kena razia sama polisi. Di anggapnya nanti kamu mau tawuran haha.” Kata Jodi.


“Siap! Nanti aku simpan aja goloknya di tas ya kak hehe.” Kata Siti.


“Iya nak Harvan hati-hati di jalan ya.. semoga selamat sampai tujuan.” Kata Emak.


“Amiin.” Jawab mereka bersama-sama.


Kemudian mereka bertiga memasuki mobilnya. Emak dan Situ mengantarkan kepergian mereka dengan lambaian tangan. Ada rasa kehilangan di hati Siti dan Emak. Karena keramaian beberapa hari ke belakangan akan berganti kesepian.


Mobil pun melaju meninggalkan pondok Emak. Meninggalkan tawa canda selama mereka berada di sana. Meninggalkan kota kecil Palabuhanratu yang memberikan kesan mendalam, terutama untuk Harvan dan Intan.


Mereka merasa bahwa kota kecil Palabuhanratu itu adalah kota kenangan yang mengukir banyak cerita bagi perjalanan hidup mereka. Begitu juga dengan Jodi. Pengalaman yang ia rasakan bersama Siti saat berpetualang, merupakan pengalaman pertamanya yang sangat berkesan, dimana siti selalu menunjukkan gaya konyol nya, tak lupa juga pengalaman Jodi saat bersama Emak.


Emak adalah sosok wanita tua yang bijak walau terkadang terkesan konyol dengan perilakunya. Semua itu membuat pengalaman mereka sangat sangat berkesan.


Selama perjalanan pulang, mereka menikmati pemandangan yang indah, hamparan laut mereka lewati, luasnya perkebunan mereka jajaki, hutan-hutan dengan pohon yang rindang mereka tapaki. Sungguh ini adalah perjalanan pulang yang memanjakan mata mereka membuat rasa lelah tidak pernah di rasakan. Sampai pada akhirnya perjalanan mereka sampai di tempat mereka berasal.


Mereka sudah memasuki kota Jakarta, kota besar yang memberikan penghidupan pada mereka.


“Sayang… kamu mau makan dulu gak.” Tanya Harvan pada Intan.


“Kita makan di rumah aja ya sayang.” Jawab Intan.


“Iya, kita makan di rumah aja Har, kayaknya bu Nanah udah nyiapin kita makan, kasian kalau gak di makan.” Kata Jodi.

__ADS_1


“Baiklah.. kita makan di rumah aja ya.” Ujar Harvan.


“Iya sayang.. lagian.. tadi di jalan kita udah ngemil, jadi gak lapar-lapar banget kok.” Kata Intan.


Mobil yang mereka tumpangi melesat mengikuti jalanan Ibu kota yang begitu ramai. Hingga pada akhirnya mereka sampai di kediamannya.


Setelah mobil terparkir di garasi, mereka memasuki rumah mewah itu dengan di sambut para pekerja yang sudah menanti kepulangan mereka.


“Alhamdulilah akhirnya sudah sampai rumah kembali.” Kata Intan.


“Selamat datang kembali di rumah neng, bagaimana perjalanan nya?.” Tanya bu Nanah.


“Alhamdulilah bu sangat menyenangkan.” Jawab Intan.


“Syukurlah… oya Neng, saya sudah menyiapkan makanan, apa mau pada makan sekarang?.” Tanya bu Nanah.


“Iya bu siapkan saja makanan nya ya.. nanti kita akan makan setelah membersihkan diri.” Kata Intan.


Kemudian Intan dan Harvan berlalu ke kamar mereka, begitu pun dengan Jodi yang berlalu ke kamarnya di rumah itu, yang Harvan sediakan di dekat ruang kerjanya. Memang setelah Jodi sibuk menjadi asisten Harvan, Jodi lebih sering tinggal di rumah itu. Karena agar lebih dekat dan bisa koordinasi langsung dengan Harvan dalam mengurusi pekerjaannya.


Sementara itu di dalam kamar, Harvan dan Intan menyimpan tas yang ia bawa. Kemudian Intan masuk ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri, belum sampai ia masuk ke pintu kamar mandi Harvan sudah mengejar istrinya itu.


“Aku ikut sayang.” Ujar Harvan menyusul Intan ke kamar mandi.


“Kita mandi bareng ya sayang hehe.” Pinta Harvan seraya memegang pinggang istrinya dan mendorong kedalam kamar mandi. Intan menjawab dengan senyuman.


Pelan-pelan Harvan membuka resleting pakaian Intan, juga membuka pakaian dalamnya satu persatu. Kemudian menatap lekat wajah istrinya itu. Di kecupnya kening dan bibir merah delimanya.


“Sayang sebelum mandi kita olah raga dulu ya?.” Kata Harvan, Intan mengangguk tanda setuju.


Dan pergulatan di antara mereka pun kembali, hingga membawa mereka ke cakrawala Nirwana.


Hening di antara mereka sesaat, lalu Intan beranjak pelan dari atas tubuh suaminya. Menyalakan air hingga memenuhi bathtub, lalu menghempaskan tubuhnya berendam, di ikuti dengan mesra oleh suaminya. Menyatu tubuh mereka di sana seolah tak ingin terpisahkan, merapat hingga terjadi kembali cumbuan yang berakhir dengan buncahan yang mendalam.


*


*


Sementara di ruang makan, Jodi sudah menunggu kedatangan Intan dan Harvan untuk menyantap makanan. Namun lama ia menunggu tak kunjung datang, akhirnya karena rasa lapar sudah menyerang, Jodi tidak bisa menunggu lama lagi dan segera menyantap hidangannya.


Pada suapan terakhir, Intan dan Harvan turun dari kamarnya menghampiri Jodi yang akan melahap makanan.


“Sorry gue duluan, abisnya kalian lama, udah gak kuat nih lapar.” Kata Jodi sambil menyuapkan makanannya.


“Iya ga apa-apa kak, makan aja duluan.” Kata Intan. Lalu Intan mengambil piring kemudian mengambil nasi untuk suaminya.


“Lapar banget luh? Udah abis aja tuh makanan nya?!.” Kata Harvan.


“Ah nungguin elo lama banget.” Jawab Jodi, sementara Harvan tersenyum sumringah sambil mengambil piring yang Intan berikan padanya.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka bertiga pun berkumpul di ruang makan, menikmati hidangan sambil berbincang.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2