
Harvan dan Jodi semakin tertantang mencari informasi mengenai istri Tuan Chin Hwa yang akan menjadi partner bisnisnya.
Pada saat Jodi menemukan di mana tempat istrinya Tuan Chin Hwa bekerja, mereka di kejutkan dengan penemuan mereka. Dimana tempat bekerja istri tuan Chin Hwa adalah di salah satu Rumah sakit Korea yang sudah tidak asing di telinga mereka.
WHAT!!!!
“Rumah sakit Grand Plastic Surgery!” Kata Jodi terhenyak.
“Jod, bukan kah rumah sakit itu tempat Intan di operasi kan?.” Tanya Harvan.
“Iya Har, Eun Kyung istrinya Tuan Chin Hwa pernah bekerja di rumah sakit Grand Plastic Surgery.” Jelas Jodi.
Mereka berfikir dan terus berfikir, kecurigaan mereka semakin mendapat petunjuk saat mereka tahu bahwa istri tuan Chin Hwa pernah bekerja di rumah sakit tersebut.
“Apa salah satu dokter yang ikut mengoperasi Intan adalah istri tuan Hwa ya Jod?.” Tanya Harvan penasaran.
“Kalau masalah itu gue gak tahu persis Har, cuman sepertinya harus kita cari tau.” Ujar Jodi.
“Apa elo mau kita nyelidikin informasi lengkap Har?.” Sambung Jodi.
“Coba aja Jod, suruh team elo selidikin ke sana.” Ujar Harvan.
“Ok, Gue hubungi team gue dulu ya, buat nyelidikin ini semua, Har.” Kata Jodi.
Kemudian Jodi menelepon team nya. Pada saat bersamaan pintu ruangan Harvan di ketuk seseorang dari luar.
TOK… TOK…. TOK
“Ya masuk.” Kata Harvan.
Kemudian Diana sang sekretaris masuk dan menghampiri Harvan.
“Boss ini ada undangan untuk boss.” Kata Diana seraya memberikan sebuah undangan kepada Harvan.
“Ok, makasih Diana, kamu boleh kembali ke ruanganmu.” Kata Harvan, lalu menerima kartu undangan itu dari tangan Diana.
“Baik boss.” Jawab Diana yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan boss nya itu.
Sementara itu Jodi masih berbicara di telepon dengan team nya, dan Harvan mulai membuka kartu undangan tadi kemudian membacanya.
Undangan yang Harvan terima adalah undangan acara perjamuan makan malam yang di selenggarakan oleh sebuah organisasi yang mewadahi persatuan pimpinan-pimpinan tinggi dari perusahaan besar dalam dan luar negeri.
Perjamuan itu akan di laksanakan malam minggu nanti, di sebuah ballroom salah satu hotel terbesar di Ibu kota.
Tak lama Jodi sudah mengakhiri perbincangan di telepon dengan team nya.
“Udah gue suruh team gue buat nyelidikin semuanya ke sana Har,” kata Jodi.
“Oke, mudah-mudahan secepatnya info nya bisa kita dapat.” Ujar Harvan.
“Iya,” jawab Jodi, “ eh itu undangan apa Har?.” Sambung Jodi, yang kala itu Jodi melihat kartu undangan yang di pegang Harvan.
“Ini undangan buat perjamuan makan malam yang akan di laksanakan malam minggu nanti dari organisasi, elo ikut ya?.” Ajak Harvan.
“Yah, kayaknya gue gak bisa Har, kan gue udah janji sama cinta Vivi.” Jelas Jodi.
“Ajak aja si Vivi ke acara ini Jod, pokoknya elo harus ikut.” Paksa Harvan.
“Ya udah gue telepon dulu si Vivi nya.” Kata Jodi.
Kemudian Jodi merogoh ponselnya dari saku jas, dan mulai menghubungi Vivi. Setelah Beberapa menit Jodi menghubungi Vivi akhirnya perbincangannya di tutup.
“Oke, dia setuju gue ajak ke acara perjamuan itu Har.” Kata Jodi.
“Iya Jod, bagus juga si Vivi ikut, kan bisa nemenin Intan di sana.” Jelas Harvan.
“Oh iya.. betul juga ya.” Kata Jodi.
“Iya jadi Intan punya teman juga Jod, secara kan si Vivi mau elo seriusin.” Ucap Harvan.
“Hehe… iya bener.” Kata Jodi.
“Ya udah kita balik yuk, udah waktunya pulang nih.” Ajak Harvan.
“Oke.” Jawab Jodi.
Dan mereka pun meninggalkan ruangan tersebut. Berlalu meninggalkan gedung kantor itu dan memacu kuda besi nya hendak pulang ke kediamannya. JIUS…. Kuda besi pun melaju dengan gagahnya.
*
Sementara itu di kamar president suite tempat tuan Chin hwa menginap, nampak seorang asisten tengah mempersiapkan hidangan untuk tuannya makan malam.
__ADS_1
Sang tuan kemudian duduk di kursi makannya, ia lebih memilih makan di dalam kamarnya dari pada di restoran hotel itu.
“Silahkan tuan, hidangan sudah siap.” Kata asisten itu.
“Iya baiklah, terima kasih Min.” Ujar tuan Hwa.
“Baik Tuan. Oya tuan maaf, tadi ada undangan dari organisasi mengenai perjamuan makan malam yang akan di laksanakan malam minggu nanti, apakah tuan bersedia datang?.” Kata sang asisten.
“Baiklah, saya akan menghadiri perjamuan itu Min.” Jawab Sang tuan.
“Baiklah kalau begitu tuan, saya akan konfirmasi kehadiran tuan pada pihak penyelenggara.” Kata Sang asisten.
“Saya permisi dulu tuan, selamat menikmati hidangannya.” Sambung sang asisten kemudian berlalu meninggalkan tuannya.
Sang tuan menikmati hidangan tersebut, di tengah-tengah makannya ia berhenti sejenak dan seperti memikirkan sesuatu.
(Eun Kyung.. aku sangat Merindukanmu, kenapa kau begitu cepat meninggalkanku, padahal aku masih sangat ingin bersamamu.. aku kesepian tanpamu eun Kyung) bathin nya.
(Semoga laki-laki itu dapat segera mempertemukan aku denganmu.) bathinnya kembali.
Kemudian sang tuan kembali melanjutkan makan malamnya dengan wajah sedihnya yang tengah merindukan istri tercintanya.
*
Sementara itu di ruang makan rumah mewah Harvan, nampak tiga sosok anak manusia tengah menikmati makan malam nya.
“Oya sayang.. nanti malam minggu aku akan menghadiri perjamuan makan malam, kau ikut ya sayang?.” Tanya Harvan pada istrinya.
“Emang aku boleh ikut?.” Tanya Sang istri.
“Ya boleh lah, kau kan istriku, kau harus mendampingiku di acara-acara seperti itu, di sana akan banyak pemimpin-pemimpin perusahaan yang akan membawa pasangannya, masa aku gak ada pendampingnya?.” Ujar Harvan.
“Oh baiklah, aku akan mendampingimu sayang.” Kata Sang istri.
“Harus! Jodi aja akan ikut membawa pasangannya.” Kata Harvan.
“Serius kak Jodi mau bawa pasangan? Siapa kak?.” Tanya Intan pada Jodi.
“Hehe si cinta Vivi dong.. emang nya siapa lagi yang akan gue bawa kalau bukan dia.” Ujar Jodi.
“Udah serius ya kak sama dia?.” Tanya Intan.
“Pasti kak aku do’ain yang terbaik buat kalian.” Kata Intan.
“Oya sayang, nanti Vivi yang akan menemanimu di sana ya.” Kata Harvan pada istrinya.
“Iya sayang.” Jawab Sang istri.
Dan mereka bertiga pun menikmati makan malamnya sambil berbincang. Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya mereka berlalu ke kamarnya masing-masing. Jodi masuk ke dalam kamarnya, di susul dengan Intan dan Harvan ke kamar mereka berdua.
Di dalam kamar, Harvan memeluk istrinya dari belakang.
“Sayang.. nanti di acara perjamuan itu, kamu dandan secantik mungkin ya? Dan kenakan gaun yang paling indah.” Bisik Harvan.
“Kenapa memangnya?.” Tanya Sang istri.
“Aku ingin memperlihatkan pada mereka semua, bahwa istriku paling cantik diantara istri-istri mereka.” Jawab Sang suami yang kemudian mengecup tengkuk Sang istri.
“Baiklah, aku akan berikan yang terbaik buatmu sayang. Aku akan berpenampilan seperti yang kau mau.” Ungkap Sang istri.
“Terima kasih sayang.. ayo sekarang kita tidur.” Ujar Harvan yang kemudian memangku istrinya, lalu merebahkannya di tempat tidur mereka.
Dan seperti biasa, pada saat mereka sudah berada di tempattidur, mereka melakukan aktivitas yang membuat mereka semakin merasakan keindahan yang bergelora.
Merajut kasih menuju cakrawala Nirwana yang selalu mereka nikmati bersama tanpa henti. Yang membuat hubungan mereka semakin mesra.
*
**
Waktu pun berlalu begitu cepat, hingga sampailah pada suatu malam, dimana malam itu adalah malam perjamuan yang akan di hadiri oleh para pimpinan perusahaan dalam dan Manca negara.
Malam itu Intan benar-benar memberikan penampilan terbaiknya, Ia memakain gaun pesta berwarna hitam tanpa lengan yang elegan. Rambut panjangnya yang hitam di sanggul gaya modern dengan hiasan permata di sisinya.
Sementara Harvan memakai tuxedo yang senada warnanya dengan gaun yang di pakai oleh istrinya. Sungguh saat mereka berjalan berdampingan terlihat sangat serasi dan memukau semua mata yang memandangnya.
Harvan menggandeng tangan istrinya untuk menaiki mobil sedan mewahnya. Dan mobil itu pun melaju membawa mereka meninggalkan kediamannya menuju gedung tempat perjamuan makan malam itu.
Sementara Jodi yang sudah menjemput dokter Vivi, ia pun sudah dalam perjalanan menuju ke tempat acara yang sama dengan kendaraan yang berbeda.
*
__ADS_1
Sampailah mereka di acara perjamuan malam yang sangat meriah itu. Dimana ballroom mewah di salah satu hotel ternama di Ibu kota sudah siap menampung tamu-tamu kehormatan yang akan mendatangi tempat tersebut.
Harvan yang bergandengan dengan Intan memasuki ruangan tersebut dengan langkah yang pasti. Disusul oleh Jodi dan dokter Vivi dari belakang mereka.
Mreka saling menyapa dengan tamu yang lainnya, yang juga sama-sama membawa pasangannya masing-masing.
Harvan dan Jodi berbincang bersama pimpinan perusahaan lain, sementara Intan dan dokter Vivi duduk di meja bundar yang telah di sediakan untuk tempat mereka dengan pasangannya.
“Dokter Vivi, keren ya acaranya meriah sekali.” Kata Intan.
“Eh Intan, jangan panggil aku dokter dong, panggil aja Vivi.” Pinta dokter Vivi.
“Baiklah aku akan memanggil mu Vivi.” Ujar Intan.
“Oya Tan, kita kesana yuk?.” Ajak Vivi.
“Kemana?.” Tanya Intan.
“Ke balkon depan situ? Kita ambil minum.” Kata Vivi sambil menunjukkan telunjuknya ke suatu lokasi.
“Oke, ayo.” Sambut Intan.
Kemudian mereka beranjak menuju balkon outdoor yang sangat luas yang terdapat minuman dan snack yang beraneka ragam berjajar dengan rapi.
“Waah ini semua makanan enak nih Vi.” Kata Intan yang terkagum-kagum melihat berbagai macam snack yang membuat mereka ngiler.
“Iya Tan, ayo kita makan semua nya haha.” Ujar Vivi.
“Haha.. Mana muat perut kita menampung semua makanan ini Vi.” Kata Intan.
“Iya sih, sayang sekali ya.” Ujar Vivi.
“Eh coba kita tadi pake tas yang gede, kan bisa di bawa pulang nih makanan enak nya?!.” Kata Intan.
“Hahah.. kamu lucu juga, niat bungkus makanan kayak emak-emak di hajatan.” Gelakgak Vivi.
“Haha… emang budaya kita kan gitu, ya kan?.” Tanya Intan.
“Iya bener Tan, lain kali kalau kita di ajak ke pesta kayak gini lagi, kita bawa tas nya yang gede ya hahah.” Gelakgak Vivi.
“Iya bener haha.” Sambung Intan.
Mereka berdua bergelak tawa sambil menikmati hidangan yang tersedia di sana. Mereka terlihat akrab sekali seperti sudah lama kenal, padahal mereka baru di kenalkan pada saat memasuki ruang pesta tersebut, oleh pasangan mereka masing-masing. Dan tiba-tiba!
“Duh Vi, aku kebelet pipis nih, mungkin karena banyak minum kali ya?.” Kata Intan.
“Ya udah, kamu ke toilet dulu sana, aku antar ya?.” Tawar Vivi.
“Gak usah Vi, aku sendiri aja. Kamu tunggu aja di sini, nanti kalo suamiku sama kak Jodi nyari kita, mereka bingung, kita berdua ngilang.” Jelas Intan.
“Ya udah kalo gitu, cepet sana kamu ke toilet.” Kata Vivi.
“Ok, aku tinggal dulu ya Vi.” Kata Intaan seraya meninggalkan ruang pesta tersebut.
Intan berjalan cepat meninggalkan ruangan itu, ia sedikit berlari menuju toilet, dan tiba-tiba BUGH.. Intan menabrak tubuh seseorang, karena tergesa-gesa tidak melihat kearah depan.
Tubuh Intan hampir terjatuh. Dan cepat-cepat seseorang itu meraih pinggang Intan, sesaat mereka saling berpandangan sangat dekat.
Wajah pria tampan oriental oppa Korea tersebut, menangkap pinggang Intan dengan sigap karena Intan hampir terjatuh, Intan memandangi wajah tampan itu, begitu pun dengan pria tampan itu.
Ia sangat terpesona melihat mata indah Intan, lama pria itu memandanginya sampai tak sadar, Intan menarik dirinya sedikit kasar, menjauhkan tubuhnya dari pria tersebut.
“Maaf tuan, saya tidak sengaja.” Kata Intan seraya melepas pelukan pria itu dan berlari kearah toilet.
(Eun Kyung.. kamu kah itu? Oh Tuhan.. terima kasih akhirnya kau temukan aku dengan dia) bathin pria tampan Korea itu, dengan memandangi punggung Intan yang berlalu dari nya, hingga Intan tak terlihat lagi.
Sementara itu di ballroom tempat perjamuan itu di laksanakan, Harvan dan Jodi yang sudah berkeliling berbincang dengan para tamu undangan lain, mencari pasangannya. Di lihatnya Vivi berdiri sendiri di balkon outdoor.
“Vi, Intan kemana?.” Tanya Harvan.
“Dia ke toilet kebelet pipis katanya, kebanyakan minum dia, abisnya semua minuman di sini dia cobain, jadi aja gitu.” Jelas Vivi.
“Oh. Gtu.” Jawab Harvan.
“Haha.. bini elo ada-ada aja sih.” Ujar Jodi.
Dan mereka bertiga pun berbincang di tempat tersebut sambil menunggu Intan kembali dari toilet.
BERSAMBUNG
🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗
__ADS_1