
Kembali ke tanah air kita tercinta Indonesia raya.
Didalam rumah mewah Harvan, terlihat sepi tidak seperti biasanya yang ramai dengan aktivitas pegawai dirumah tersebut.
Tetapi Jodi mensiasati agar tidak terlihat rumah itu sudah ditinggalkan oleh orang-orang rumah. Dan bisa menimbulkan kecurigaan dari si pengintai, Jodi bersama team nya keluar masuk rumah itu seolah-olah dirumah itu ada kehidupan.
Team Jodi ada yang menyamar sebagai tukang kebun, supir dan pelayan. Jodi pun berangkat kerja seperti biasa, dari tempat tinggalnya dia memakai mobil pribadinya kerumah Harvan. Dan ganti mobil menggunakan mobil Harvan pada saat pergi ke kantor agar mereka mengira Harvan pun berangkat kerja seperti biasa bersama jodi.
Tak lupa kemanapun Jodi pergi, ponsel Harvan pun selalu dia bawa agar terlihat ada pergerakan dari titik koordinat GPS.
Hari itu adalah dimana para penjahat suruhan Selvy dan Reyhan akan mengeksekusi Intan dirumah itu. Tapi sayang Intan ternyata sudah berada di Negri Ginseng dengan Harvan.
*
*
Di tempat lain, Selvy dan Reyhan sudah tidak sabar dengan kabar baik yang akan mereka dengar nanti. Mereka berharap ekspektasinya terealisasi, dalam membunuh Intan dengan memakai jasa pembunuh bayaran.
Waktu eksekusi pun semakin dekat.
Jodi dan team sudah meninggalkan kediaman Harvan. Jodi lebih memilih berkumpul dengan Team di tempat rahasianya. Mereka tengah mempersiapkan peralatan.
Sebuah monitor dan kelengkapannya untuk melihat aksi para pembunuh yang sebentar lagi akan beraksi. Kamera yang dipasang dirumah Harvan terkoneksi langsung dengan monitor ditempat rahasia Jodi dan team. Kamera disimpan sangat tersembunyi sehingga keberadaannya tidak akan diketahui oleh siapapun.
Dan waktupun telah menunjukkan waktu eksekusi.
Jodi dan team, memperhatikan layar monitor yang menunjukkan keseluruhan penampakan rumah Harvan. Terlihat dilayar monitor di depan rumah seperti ada 3 orang yang sedang nongkrong. Diujung barat terlihat 2 orang sedang duduk di atas motor yang sedang di parkir. Disisi timur terlihat 2 orang seperti pedagang asongan tengah ngobrol dan 3 orang lagi terlihat sedang bolak balik dibagian belakang rumah.
__ADS_1
Bisa dipastikan bahwa 10 orang itu adalah orang suruhannya Selvy dan Reyhan untuk mengontrol situasi disekitar.
Selang beberapa waktu nampak pada layar monitor terlihat 3 orang turun dari van yang diparkir di depan rumah. Terlihat ketiga orang itu berpakaian serba hitam dan memakai tutup kepala. Terang-terangan mereka membuka paksa gerbang dengan sebuah alat. Setelah gerbang terbuka mereka membuka pintu ruang depan dengan sebuah alat yang sudah mereka persiapkan sehingga dengan mudah pintu dapat mereka buka.
Setelah masuk kedalam rumah, ketiga orang itu menyebar terpisah memasuki ruangan yang berada dirumah Harvan. Dari mulai kamar- kamar di lantai dasar sampai ruangan lantai tiga. Masing-masing dari mereka membawa senjata, dan senjata itu mereka persiapkan untuk melumpuhkan target.
*
*
Disebuah apartemen tempat Selvy dan Reyhan berada. Sepertinya mereka berdua sedang merayakan detik-detik pembunuhan Intan. Mereka sedang melakukan tumpang tindih. Reyhan tidur terlentang dengan telanjang tanpa sehelai benang pun, sementara Selvy berada diatas tubuh Reyhan seperti sedang kuda-kudaan. Badannya maju mundur syantik dengan lekukan tubuh yang aduhai. Mereka terlihat begitu bahagia.
“Hahaha… hihihi.. gue bahagia, karena saat ini adalah saat dimata gue akan menuju pintu gerbang kekayaan gue yang sebenarnya.” Ujar Selvy seraya menggeliat-geliat diatas tubuh Reyhan.
“Hahaha… selamat menjalani hari-hari buruk Harvan.. gue benci elo! Gue pengen elo menderita lebih dari saat wanita buruk rupa itu meninggalkan elo dulu haha.. seharusnya gue yang kaya.. seharusnya gue yang memiliki segalanya.. tapi kenapa harus elo hah anj**g! Cuih.” Teriak Reyhan seraya *******-***** bokong si bondon yang lagi maju mundur diatas perutnya.
“Wahaha… elo memang iblis betina kebanggaan gue.” Tawa Reyhan menggelegar.
Pada saat mereka saling bersahutan tertawa ngakak sembari menikmati nafsu dajjalnya, tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel si bondon Selvy.
“Hallo Boss! Target tidak ditemukan.” Suara dibalik telepon.
“Apa!! Tidak mungkin!!!.” Sentak si bondon Selvy.
“Iya Boss, saya sudah mencari keseluruhan ruangan, tidak ditemukan.” Suara dari balik telepon kembali.
“Aaarrgg… bodoooh!!! Masa cuma seorang wanita lemah saja tidak bisa di cari!! Sekali lagi!!Obrak abrik semua lemari atau tempat-tempat yang memungkinkan wanita itu bersembunyi!!! Cepat!!!” Teriak bondon Selvy.
__ADS_1
Sontak dari wajah yang semula penuh kebahagiaan jahat, kini berubah menjadi wajah penuh nafsu amarah. Wajahnya terlihat kesal dan memerah padam. Belumlah sampai titik ******* dari pergulatan nafsu birahi, si bondon Selvy loncat dari atas tubuh Reyhan. Yang awalnya mereka sedang merayakan pesta kemenangan kini berubah menjadi berkabung.
Sementara ditempat lain Jodi dan team sama-sama tersenyum puas. Kemudian Jodi menyimpan rekaman video di aplikasi, apa yang telah terjadi dirumah Harvan. Dikirimkannya ke nomor ponsel Harvan yang lama, yang sebenarnya ponsel Harvan yang lama berada di genggamannya. Kemudian dari ponsel Harvan, Jodi mengirimkannya ke ponsel milik Selvy. Dengan isi pesan sebagai berikut:
“Cepatlah bersembunyi selagi elo bisa, sebelum gue kirim ke polisi video orang suruhan elo ini.”
Kemudian Jodi pun mengirimkan hasil retas percakapan Selvy dengan Reyhan.
“Mampus luh!!! Dasar duo dajjal!!!.” Umpat Jodi.
Tak lupa Jodi pun memberi tahu Harvan kejadian ini, dan menyuruh Harvan untuk membuka aplikasi dan melihat kejadian yang telah terjadi dirumahnya.
*
*
Betapa tersentaknya Selvy dan Reyhan saat mereka melihat video yang dikirim ke ponsel milik Selvy. Mereka berdua sejenak diam membisu. Mereka tidak menyangka kalau aksi nya akan gagal, terlebih diketahui oleh Harvan. Sepertinya mereka tidak bisa berkutik. Tetapi bukan Selvy namanya kalau dia tidak bisa mengatasi masalahnya.
Cepat-cepat Selvy pergi dari apartemen itu bahkan meninggalkan Reyhan begitu saja.
“Gue harus melarikan diri! Dasar Anj**g elo Harvan! gue gak akan menyerah!!.” Gumam Selvy penuh dendam.
“Heh elo mau lari kemana?!.” Tanya Reyhan dengan meneriaki Selvy, tetapi Selvy tetap berlalu tanpa menjawab. Dan tak menunjukkan ekspresi apa pun selain ekspresi penuh dendam yang terkalahkan.
Reyhan terdiam sendiri di ruangan tersebut. Ia pun memikirkan untuk tempat pelariannya. Bergegas ia memakai pakaiannya dan berlalu dari apartemen itu menuju tempat yang aman menurutnya.
Ia lempar ponselnya, karena merasa ponselnya itu akan membawa malapetaka seandainya ia bawa. Dan kendaraan yang ia bawa pun melesat pergi dengan kecepatan penuh.
__ADS_1