Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
TEROR


__ADS_3

WARNING!!!!


Terdapat konten 21+


Harap dengan bijak menyikapinya.


Pagi yang indah menyambut sepasang insan yang masih terlelap dalam mimpi indahnya. Tubuh polos yang tertutupi selimut saling berpeluk mesra menyambut hari. Sang istri terjaga terlebih dahulu, lalu mengangkat tubuh indahnya hendak membasuh diri, belum sempat ia berdiri, dari arah belakang sang suami merengkuhnya seolah ia jangan pergi.


“Sayang sudah waktu nya kita mandi, bukankah kau akan pergi bekerja?.” Tanya Sang istri.


“Iya sayang.. tapi aku masih ingin tidur bersamamu.” Jawab Sang suami yang semakin erat memeluk istrinya, dengan mata masih tertutup yang terus menciumi tengkuk istrinya itu.


“Ayo lah sayang.. kasian Jodi, pasti dia sudah menunggu di bawah.” Rayu Sang istri.


“Baiklah.. tapi temani aku mandi ya sayang?.” Ujar Sang suami yang terus menciumi belakang tubuh istrinya.


Setelah ia puas menciumi tubuh istrinya, ia berdiri dan langsung memangku istrinya membawanya ke kamar mandi, sementara sang istri melingkarkan kedua kakinya pada pinggang sang suami dan melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya yang kekar. Mereka berlalu bersama seakan tak ingin terpisahkan.


Seperti biasa pada saat mereka mandi bersama, selalu melakukan ritual penyatuan diri yang seolah menjadi suatu kewajiban bagi mereka. *******-******* dan rintihan kecil, selalu menjadi irama kala mereka bersama dalam membasuh diri. Begitu dan selalu begitu, tiada henti seakan mereka tak pernah puas merajut kasih.


Setelah selesai melaksanakan ritual membersihkan diri, mereka berlalu ke lantai bawah menuju ruang makan, di sama telah di sambut oleh pria yang setia menjadi pelengkap perjalanan hidup mereka.


Jodi sudah duduk dengan stelan jas nya di meja makan. Melirik pada pasangan suami istri yang baru turun dan menghampiri kearahnya.


“Ehem… “ kode Jodi.


“Kenapa?.” Tanya Harvan.


“Gak kenapa-napa, tenggorokan gak enak.” Jawabnya.


“Oh di kirain keselek sendok.” Sindir Harvan.


“Sekarang basah mulu ya.” Sindir Jodi.


Harvan diam tak menjawab karena tahu maksud sindiran dari asistennya itu.


“Ayo pada makan jangan berantem mulu.” Kata Intan seraya mengambilkan nasi untuk mereka beserta lauknya.


Dan mereka bertiga pun sarapan sambil berbincang.


“Oya sayang.. kalau kamu merasa jenuh di rumah, jalan-jalan saja keluar biar supir nanti yang mengantarmu.” Kata Harvan pada istrinya.


“Gak ah sayang.. aku mau di rumah saja mengurusi tanaman.” Jawab Intan.


“Eh Intan… Elo tuh aneh ya, di suruh keluar sama laki nya gak mau malah seneng di rumah, lihat noh cewek di luar sana, tiap hari shoping dan shoping, kamu gak mau kayak mereka?.” Kata Jodi sembari mengunyah sarapannya.


“Gak ah kak Jodi, aku gak suka pergi sendiri, aku mau keluar kalau suami yang antar.” Jawabnya.


“Hehe.. jangan elo samain bini gue sama cewek-cewek di luar sana Jod.” Ujar Harvan seraya menyuapkan sendoknya ke mulut.


“Ya, kali aja pengen samaan, beli barang-barang branded ngabisin duit lakinya, secara laki elo itu ya Intan, bisa beli apa aja yang elo minta, kalau cewek laen udah subur tuh.” Jelas Jodi.


“Aku gak suka shoping yang gak jelas ka Jodi, sayang uang ratusan juta hanya untuk satu tas saja, mending uangnya di gunakan untuk yang lebih bermanfaat, kecuali kalau barang itu hadiah dari suami hehe.” Kata Intan.


“Itu kode kayanya Har.” Kata Jodi.


“Iya gue ngerti Jod, cewek kan senengnya di kasih hadiah, begitu ya sayang?.” Tanya Harvan pada Intan.


“Iya lah apalagi hadiahnya dari suami, senengnya gak bisa di bayangkan.” Kata Intan.


“Emang kamu sukanya di kasih hadiah apa Tan?.” Tanya Jodi.


“Apa aja suka aku mah kak asal itu dari suami.” Jawab Intan.


“Ya udah nanti aku kasih kamu hadiah setiap hari, selepas pulang kerja aku akan selalu bawa hadiah buat kamu.” Kata Harvan.


“Sayang, serius?.” Tanya Intan, dengan mimik senang,


“Pastinya serius dia Tan, cuman yang bingun nantinya gue, di suruh nyari tiap hari sama kali elo.” Kata Jodi.


“Ya resiko elo itu sih Jod.” Kata Harvan.


“Iya.. iya… ayo gasskeun ah.. udah siang nih.” Kata Jodi.

__ADS_1


Dan mereka pun mengakhiri sarapannya.


“Oke..sayang, aku berangkat dulu ya.” Kata Harvan pada istrinya lalu mencium keningnya.


“Iya.. hati-hati kalian ya.”kata Intan, yang kemudian mengantarkan mereka ke depan pintu.


Harvan dan Jodi pun berlalu menuju kuda besinya dan masuk ke dalamnya. Kemudian JIUS…. Kuda besi pun berlari meninggalkan kediaman mereka.


Di dalam perjalanan mereka berbincang.


“Gue ikut seneng lihat elo bahagia Har.” Kata Jodi.


“Tapi gue belum seneng Jod.” Kata Harvan.


“Maksudnya?.” Tanya Jodi.


“Gue belum seneng karena belum lihat elo punya istri, gue belum seneng karena lihat elo masih aja sendiri.” Jawab Harvan.


“Oh itu. Di kirain apa.” Jawab Jodi.


“Kapan elo mau serius Jod, kita udah gak muda lagi loh, semakin hari kita semakin tua, sampai kapan elo gini terus Jod?.” Tanya Harvan.


“Gak tau gue juga… belum dapat cewek yang cocok.” Jawab Jodi.


“Itu si Vivi, bukannya elo suka sama dia,?” Tanya Harvan.


“Iya sih, tapi kan gue gak tau dia suka sama gue atau gak.” Kata Jodi.


“Ya makanya pepet terus, kan elo bilang dia udah ngasih lampu hijau sama elo.” Ujar Harvan.


“Iya tapi gue ngerasa gak yakin Har, gak tau kenapa.” Ucap Jodi.


“Ya elo tanya dong sama dia, kalau perlu elo tembak aja langsung.” Kata Harvan.


“Gila aja kali ya langsung maen tembak aja Har.” Kata Jodi.


“Ya lagian elo aneh sih Jod, giliran nyari bondon elo gampang, giliran nyari temen hidup susah, aneh gue.” Kata Harvan.


Jodi diam saja, kali ini dia tidak menjawab kata yang Harvan sampaikan padanya. Mungkin dia mulai memikirkan masa depannya.


“Jod, apa elo mau? sampai elo tua, elo gak ada istri, gak ada anak, sepi hidup kayak gitu Jod, percuma kita kerja banting tulang, tapi saat kita pulang ke rumah, gak ada yang nunggu kita. Coba elo bayangin deh. Jod.. Sekaya apapun kita, kalau kita gak punya keluarga, kekayaan kita gak ada artinya Jod. Karena kekayaan itu sendiri adalah keluarga.” Jelas Harvan.


Jodi masih diam seribu bahasa.Tak ada bantahan dan tak ada kata iya. Dia terus saja mengendalikan kuda besi yang di bawanya dengan tatapan lurus ke depan.


“Sorry Jod, kalau gue ikut campur kehidupan elo. Sorry kalau kata-kata gue buat elo tersinggung. Kenapa gue ngomong gini?. Karena gue peduli sama elo, elo udah kaya sodara buat gue. Elo udah banyak berkorban buat gue. Cuma elo yang bisa gue percaya buat deket sama gue dan keluarga gue, elo yang bikin gue sadar kalau kita ternyata butuh sahabat untuk tempat berbagi. Elo udah nyadarin gue akan hal itu Jod. Cuman elo.. orang lain gak akan pernah bisa.” Jelas Harvan.


“Kalau elo begitu senang nya lihat gue bahagia sama bini gue.. gue juga pengen senang lihat elo punya bini dan elo bahagia sama bini elo.. gue tahu elo sekarang udah gak pernah sama bondon lagi, gue tahu elo sekarang udah lebih baik. Tinggal satu lagi Jod.. cari cewek yang bener-bener elo sayang, dan dia sayang sama elo.” Jelas Harvan kembali.


Kemudian hening di antara mereka.. hanya alunan musik yang terdengar dari kuda besi mereka. Lagu Imagine Dragons-Bad Liar menemani diam mereka:


Oh, hush, my dear, it’s been a difficult year And terrors don’t prey on innocent victims


( Oh, hush, my dear, ini tahun yang sulit dan teror tidak memangsa korban yang tidak bersalah )


Trust me, darlin’, trust me, darlin’


( Percayalah padaku, sayang, percayalah, sayang )


It’s been a loveless year, I’m a man of three fears


( Sudah setahun tanpa cinta, aku pria dengan tiga ketakutan )


Integrity, faith and crocodile tears


( Integritas, iman, dan air mata buaya )


Trust me, darlin’, trust me, darlin’


( Percayalah padaku, sayang, percayalah, sayang )


So look me in the eyes, tell me what you see


( Jadi lihat mataku, katakan padaku apa yang kamu lihat )

__ADS_1


Perfect paradise tearing at the seams


( Surga yang sempurna merobek jahitannya )


I wish I could escape, I don’t wanna fake


( Saya berharap saya bisa melarikan diri, saya tidak ingin berpura-pura )


I wish I could erase it, make your heart believe


( Saya berharap saya bisa menghapusnya, membuat hati Anda percaya )


But I’m a bad liar, bad liar


( Tapi aku pembohong yang buruk, pembohong yang buruk )


Now you know, now you know


( Sekarang Anda tahu, sekarang Anda tahu )


Dan tak terasa kuda besi mereka sudah sampai di tempat parkir kantor mereka.


Mereka berdua pun keluar dari kuda besi tersebut menuju ruangan mereka masing-masing.


Kini Jodi sudah berada di ruangannya. Tidak seperti biasanya, kini ia sedikit menjadi pendiam. Di meja kerjanya ia hanya merenung dan berfikir seakan tengah merasakan kegundahan dalam bathinnya.


Sementara Harvan, ia tengah membuka aplikasi kantornya, melihat laporan dan projek-projek nya.


focus dan serius dalam semangat kerjanya. Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya di ketuk.


TOK…TOK….TOK…


“Silahkan masuk.” Kata Harvan, Diana sang sekretaris pun masuk.


“Selamat pagi Boss, maaf Boss ada paket untuk boss.” Kata Diana.


“Pagi juga Diana… paket? Dari siapa?.” Tanya Harvan.


“Tidak tahu boss, sepertinya dari stakeholder.” Jawab Diana.


“Oh ya sudah.. simpan di meja itu, terima kasih Diana, kamu boleh kembali ke ruanganmu.” Kata Harvan.


“Siap Boss.” Kata Diana kemudian ia meninggalkan ruangan Boss nya.


Harvan pandangi paket itu dan mendekat ke meja tempat paket itu di simpan. Ia berfikir dari mana paket itu, karena ini baru pertama kali ia menerima sebuah paket. Paket itu sebesar dus sepatu dengan lakban coklat menutupi seluruh permukaannya. Harvan sedikit curiga, kemudian ia menelepon Jodi untuk datang keruangannya. Tak lama Jodi masuk.


“Ada apa Har?.” Tanya Jodi.


“Ini jod, tumben gue dapat paket. Dari siapa ya?.” Ujar Harvan.


“Bentar gue lihat dulu.” Kata Jodi, kemudian Jodi mengambil paket itu, mengecek keseluruhan permukaannya. Di bacanya nota pengirim, tertulis SOME ONE. Harvan dan Jodi saling berpandangan. Jodi mulai curiga dengan paket itu.


Paket itu tidak berat juga tidak ringan. Di goyang-goyangkannya kotak itu oleh Jodi. Kemudian pelan-pelan ia buka paket itu dengan perlahan. Lapisan pertaman berupa lakban coklat sudah di lepaskan. Lapisan kedua yaitu plastik putih pun di bukanya. Tinggalah kotak yang menyerupai kotak sepatu itu tertutup oleh buble wrap. Dan buble warp pun di lepaskan. Benar saja itu adalah kotak sepatu. Pada saat tutupnya di buka, WHAT!!!!


Jodi dan Harvan terkaget, lalu melemparkan benda itu kemeja. Mereka terkejut dengan isi di dalamnya. Di dalam kotak itu berisi burung merpati putih yang telah di bunuh dengan darah segar yang masih berceceran serta sebuah memo kecil.


Perlahan Jodi pengambil memo itu. Pada memo itu tertulis: AKU DATANG SEBAGAI MALAIKAT PENCABUT NYAWAMU!!!!.


JLEB


Harvan dan Jodi bertatapan. Mencoba memahami isi dari tulisan itu.


Mereka terdiam…


Hening…


BERSAMBUNG


🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗


Ayo tebak!!


Paket dari siapa coba🙈

__ADS_1


__ADS_2