
Pagi ini cuaca Ibu kota sedikit mendung, terlihat hujan rintik-rintik pun mulai membasahi bumi.
Harvan terbangun di kejutkan oleh suara sang istri di kamar mandi yang tengah memuntahkan isi perutnya. Sepertinya Morning sickness yang di alami Intan cukup menghawatirkan, karena terlihat dari kondisi Intan yang semakin lemah, dalam kondisi kehamilan nya Intan tidak nafsu makan. Sedikit sekali ia makan, tak jarang makanan itu di muntahkannya kembali, sehingga mengalami penurunan berat badan. Kondisi ini membuat Harvan Khawatir.
“Sayang.. kita ke rumah sakit saja ya?.” Kata Harvan sembari memijat-mijat tengkuk Sang Istri.
Intan tidak menjawab, ia terus saja memuntahkan semua isi perutnya, sementara tidak banyak yang di muntahkan nya, karena tidak banyak makanan yang masuk ke dalam perutnya.
Setelah lama di kamar mandi, kemudian Harvan membopong tubuh Intan. Ia cepat-cepat bersiap mengenakan pakaiannya, kemudian membawa Intan masuk ke dalam mobilnya.
Harvan berniat membawa Intan ke rumah sakit, karena melihat kondisi Intan yang semakin melemah.
Kuda besi yang Harvan pacu melesat meninggalkan kediamannya menuju salah satu rumah sakit terbesar di Ibu kota. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kuda besi itu sampai di tempat tujuan.
Harvan membopong tubuh istrinya menuju UGD, dengan sigap petugas kesehatan membantu Harvan yang membawa Intan.
Saat ini dokter sudah menangani Intan, sementara Harvan menunggu di ruang tunggu. Setelah beberapa saat kemudian dokter memanggil Harvan.
“Mari pak, ikut keruangan saya.” Kata dokter tersebut.
“Baik dok.” Jawab Harvan kemudian Harvan mengikuti dokter itu keruangannya.
Setelah Harvan di ruangan dokter, kemudian ia Duduk di depan dokter tersebut.
“Bagaimana kondisi istri saya dok?.” Tanya Harvan.
“Sepertinya Istri anda mengalami Morning sickness yang parah, dan di khawatirkan mengalami dehidrasi sehingga istri anda harus di rawat.” Terang dokter.
“Baik dokter, lakukan yang terbaik untuk Istri saya.” Ujar Harvan panik.
“Ya, memang istri anda harus kami rawat karena menurut medis istri anda mengalami Hiperemesis gravidarum.” Kata dokter.
“Maaf dok, Hiperemesis gravidarum itu apa?.” Tanya Harvan.
“Hiperemesis gravidarum adalah merupakan mual dan muntah parah yang di alami oleh ibu hamil, kondisi ini rentan menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan yang drastis. Jika ibu hamil mengalami Hiperemesis gravidarum, penanganan intensif perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi.” Jelas dokter.
“Baik dokter, berikan penanganan yang terbaik untuk istri saya.” Kata Harvan semakin panik.
“Baiklah, saya akan melakukan yang terbaik untuk istri anda.” Kata dokter.
Kemudian Intan pun di bawa ke ruang rawat inap di rumah sakit tersebut. Terlihat jarum infus di tangannya.
“Sayang, kamu yang sabar ya, dokter akan memberikan perawatan terbaik untukmu.” Ucap Harvan kepada Istrinya.
“Iya sayang.” Jawab Intan lemah.
“Di sini Kamu akan mendapatkan perawatan intensif, jadi morning sickness nya dapat di tangani, dan dokter memberikan vitamin yang bagus buat kesehatanmu dan anak kita.” Jelas Harvan.
“Oya sayang, kata dokter aku kenapa? Apa ada penyakit parah di tubuhku?.” Tanya Intan pada suami.
“Tidak sayang, kamu hanya lemas karena tidak ada asupan makanan jadi harus di infus. dokter khawatir kamu dehidrasi, makanya cepat-cepat ditangani dan harus di rawat inap.” Jelas Sang Suami.
“Oh begitu ya.” Ucap Intan.
“Iya sayang, sekarang kamu istirahat ya, aku akan menjagamu di sini.” Kata Harvan.
“Sayang, kamu kan harus kerja.” Ujar Intan.
“Tidak apa-apa, kan ada Jodi yang handle kerjaan, kamu jangan khawatir ya sayang, sekarang Istirahatlah, aku mau telepon Jodi dulu ya sebentar.” Ujar Harvan. Setelah memastikan Istri nya istirahat, ia berlalu ke balkon dan merogoh ponsel di sakunya kemudian menghubungi Jodi.
“Hallo Jod, gue gak ke kantor hari ini, Intan di rawat.” Kata Harvan.
“Di rawat? Kenapa?.” Suara Jodi di balik telepon.
__ADS_1
“Harus di tangani intensif, kata dokter dia mengalami Hiperemesis gravidarum, mual dan muntah parah, di khawatirkan dehidrasi jadi harus di rawat.” Balas Harvan.
“Oh gitu, ya udah elo jaga aja bini elo, urusan kantor gampang gue handle, nanti gue ke situ sama Vivi kalau kerjaan udah kelar ya?.” Kata Jodi.
“Iya Jod, thanks ya. Oya, nanti sekalian bawain baju gue sama Intan ya, gue gak sempet bawa, keburu panik tadi.” Ujar Harvan.
“Oke, siap!.” Jawab Jodi.
TUT, sambungan telepon di tutup. Harvan pun kembali mendekati istrinya yang tertidur. Lalu Ia duduk di samping nya, di tatapnya wajah yang semakin tirus itu, karena alami penurunan berat badan. Lalu di belainya rambut hitamnya kemudian ia dekatkan wajahnya dan mengecup keningnya.
Tak lepas tangan Harvan memegangi jemari istrinya itu. Ada ke khawatirkan dalam hatinya, melihat istri tercintanya terkulai lemah.
( Sungguh berat perjuanganmu untuk menjadi ibu bagi anak kita…sayang ) gumam Harvan yang terus mendekap jemari istrinya. Hingga tak Terasa membawa nya ke alam mimpi.
Sementara itu Intan terjaga dari terlelapnya. Di lihatnya suami tercintanya duduk di sebelahnya dengan kepala menelungkup pada tangannya. Ia tarik tangan nya pelan-pelan, kemudian ia belai rambut suaminya itu.
Merasakan ada belaian lembut di rambutnya, Harvan pun terjaga.
“Sayang.. kamu sudah bangun?.” Tanya Harvan pada Istrinya.
“Iya, aku terjaga karena mimpiku sayang.” Jawab Intan.
“Memangnya kamu mimpi apa?.” Tanya Harvan.
“Aku mimpi anak kita sayang.” Jawab Intan.
“Oya, kamu mimpi anak kita? Coba cerita kan padaku mimpimu itu sayang.” Kata Harvan.
“Aku bermimpi anak yang aku lahirkan adalah bayi perempuan sayang.” Ujar Intan.
“Benar kah? Bayi perempuan kan bayi yang aku mau sayang!.” Kata Harvan.
“Iya sayang, sepertinya kamu sangat ingin sekali ya aku melahirkan bayi perempuan?.” Tanya Intan.
“Iya aku ingin sekali punya sosok seperti kamu, versi kecilnya, kalau bisa banyak hehe.” Kata Harvan.
“Masa sih sayang? Kenapa dia sedih ya? Oh, Mungkin karena melihat kamu lagi sakit sayang..” hibur Harvan.
“Iya mungkin karena aku lagi di rawat.” Ucap Intan.
“Atau bisa jadi dia ingin punya adik banyak sayang hehe.” Ujar Harvan mencairkan suasana karena melihat air muka istrinya terlihat berubah sedih.
“Iya nanti kita bikin banyak ya sayang, biar kamu gak kesepian hehe.” Ujar Intan.
“Tapi sayang.. bagaimana mau bikin banyak, satu aja aku gak tega lihat kamu repot seperti ini.” Kata Harvan sembari mengelus perut istrinya.
“Kata orang yang sudah berpengalaman, katanya morning sickness kebanyakan terjadi pada kehamilan anak pertama, kehamilan berikutnya tidak akan serepot yang pertama..sayang.” Jelas Intan.
“Benar kah?.” Tanya Harvan ragu.
“Iya sayang.. jadi nanti kehamilan aku yang berikutnya tidak akan seperti ini lagi.” Kata Intan.
“Syukurlah kalau begitu, oya sayang, katanya kalau istri ngidam suka minta yang aneh-aneh, kok kamu gak? Apa kamu menyembunyikan keinginan mu dari ku? Katakan lah? Apa yang kamu mau sayang.” Tanya Harvan.
“Iya sih aku dengar juga gitu, tapi kenapa ya? Kok aku gak mau apa-apa. Apa belum kali ya sayang?.” Ujar Intan.
“Mungkin juga, nah nanti, kalau kamu menginginkan sesuatu, harus bilang padaku ya sayang.. jangan biarkan nanti bayi kita ngeces.” Jelas Harvan.
“Iya, nanti kalau aku mau sesuatu pasti bilang sayang.” Ucap Intan.
“Awas jangan bohong, janji ya sayang.” Kata Harvan seraya menciumi kening Istrinya itu.
“Iya sayang.” Ucap Intan yang menyambut ciuman hangat suaminya.
__ADS_1
Di tengah-tengah kebahagiaan mereka. Jodi dan Vivi mendatangi mereka.
“Yah.. pendekar wanita akhirnya tumbang Juga.” Kata Jodi yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu.
“Eh, Kak Jodi sama Vivi ada di sini.” Kata Intan.
“Kita udah dari tadi loh di depan pintu.” Kata Vivi.
“Masa?.” Sahut Intan.
“Iya, kita dari tadi, kalian terlalu anteng sih jadi gak dengar kita ketuk pintu.” Kata Jodi.
“Jangan bohong luh!.” Ujar Harvan.
“Eh, gak percaya.” Balas Jodi.
“Gak gue, gak percaya sama elo.” Kata Harvan.
“Ya udah, eh Tan, kok bisa tumbang gini, kenapa sih?.” Tanya Jodi.
“Gak tahu kak, setiap hari ini kepala pusing, perut mual-mual gak jelas gitu, tiap cium makanan bau nya gak tahan, makanya aku gak selera makan.” Jelas Intan.
“Kalau gitu kamu harus banyak minum air putih Tan, jadi meskipun kamu gak makan, kamu masih kuat, karena ada asupan cairan ke dalam tubuh kamu.” Jelas Vivi.
“Iya harusnya gitu, ini kan susah Vi di bilangin juga.” Kata Harvan.
“Untung aja suami kamu suami siaga Tan, kalau gak kamu bisa dehidrasi loh.” Jelas Vivi kembali.
“Iya, tapi nya minum juga berasa gak enak gitu Vi.” Kata Intan.
“Ya paksain lah kalau minum mah.” Kata Vivi.
“Eh sayang, awas ya kalau nanti kamu hamil nyusahin.” Kata Jodi pada Vivi.
“Ih aku mah gak bakalan nyusahin kamu sayang, palingan nanti aku hamil, kamu yang ngidamnya haha.” Kata Vivi.
“Eh kak Jodi, lebih repot lagi ngidam simpatik gitu loh, lebih repot kalau suami yang ngidam.” Kata Intan.
“Ih gak mau gue, susah kerja dong kalau gitu, ya udah gak apa-apa sayang, kamu aja deh yang ngidam nya, dari pada gue tersiksa.” Ujar Jodi.”
“Haha.. asik, kamu siap-siap aja ya sayang, pasti aku minta yang aneh-aneh sama kamu hah.” Gelakgak Vivi.
“Ah.. kacau huh!.” Timpal Jodi.
Dan mereka pun tertawa dengan riang, menghibur pasien yang sedang terbaring. Kehangatan mereka memang selalu mereka ciptakan di mana pun mereka berada.
*
*
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah apartemen. Nampak Reyhan sedang menikmati minumannya dengan beberapa wanita.
Ada tiga orang wanita yang tengah menemaninya minum-minum. Sudah dapat di pastikan bahwa wanita-wanita yang sedang bersamanya itu adalah wanita malam.
Entah apa yang ada dalam fikiran Reyhan saat itu. Yang dia tahu adalah dia ingin melampiaskan rasa marahnya dengan melakukan minum-minum bersama wanita-wanita itu.
“Hahaha… lihat saja nanti Harvan! Elo bakal mati kutu! Gue akan melakukannya dengan tangan gue sendiri hahaha… gue gak percaya lagi sama manusia-manusia gak becus itu! Haha..” umpatan Reyhan menggelegar dengan mulut yang di penuhi minuman kerasnya.
“Siap-siap saja elo akan kehilangan segalanya Harvan!! Tunggu saja hahaha.. kali ini tidak boleh gagal!! Dan gue pastikan gak akan pernah gagal lagi hahah.” Lagi-lagi Umpatan Reyhan megelagar dengan penuh nafsu amarah.
BERSAMBUNG
😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮
__ADS_1
Apa yang akan di lakukan Reyhan ya??
Kawal terus ceritanya ya Readers tersayang🥰