
Jodi sangat menikmati perbincangan dengan dokter cantik itu. Setiap dokter itu bicara, membuat Jodi ternganga dan membayangkan hal-hal yang aneh-aneh. Sampai dia terhanyut kedalam lamunannya.
“Pak Jodi… pak… apa anda baik-baik saja.?” Tanya dokter Vivi melambai-lambaikan tangannya ke wajah Jodi dan seketika membuyarkan lamunannya.
“Oh iya maaf dok.” Kata Jodi gugup.
“Jadi begitu ya pak jodi, penjelasan dari saya mengenai gerakan refleks yang dialami istri boss anda.” Jelas dokter Vivi.
( Duh cantik.. ngagetin gue aja lo! Orang gue lagi bayangin bonen sama elo juga… kayanya emang pengen gue sikat kali ya.) Bathin Jodi.
“Iya baik dokter sekarang saya sudah faham, dan saya tidak perlu menghawatirkannya, akan saya langsung sampaikan pada boss saya hehe.. Saya juga sangat berterima kasih sekali pada dokter. Konsultasi ini sangat bermanfaat sekali untuk saya.” Ujar Jodi.
“Iya pa Jodi sama-sama senang bisa membantu anda. Jangan sungkan apabila ada yang kurang jelas. Boleh hubungi saya kembali.” Kata dokter Vivi.
( Wah pucuk dicinta ulam pun tiba nih haha.. menyelam sambil minum air gue mah.. huhuy.) Bathin Jodi.
“Baik dokter, nanti saya akan hubungi dokter kembali untuk ngajak kencan! Eh, maaf dok kebablasan hehe.” Kata Jodi sambil menangkup mulutnya dengan ketiga jari kanannya.
“Hehe.. Pak Jodi bisa aja becandanya..i.. ih..” Kata dokter Vivi dengan suara manjanya sambil tersipu malu.
( Aish.. ah itu senyum manjanya... bikin tongkat komando gue meronta aja aduh duuh.) Bathin Jodi kembali.
“Baiklah dok saya permisi dulu, sekali lagi terima kasih banyak.” Kata Jodi lantas berdiri, lalu menyalami dokter Vivi, kemudian berjalan ke arah yang salah.
“Eh eh.. Pak Jodi, di sini pintu keluarnya… itu kamar saya.” Seru dokter Vivi.
( Eh.. aih.. kok Jadi salah tingkah gini sih gue ah.) Bathin Jodi.
“Oh iya maaf dok hehe.. lupa! Hehe.” Timpal Jodi dan balik arah ke jalan yang benar.
Jodi pun meninggalkan kediaman dokter Vivi. Dengan mobil pribadinya yang gagah dan kokoh melengkapi ketampanannya walau kadang bertingkah konyol.
Waktu bergulir begitu cepatnya. Dan malam pun tiba. Dikediaman rumah mewah Harvan, nampak di ruang makan, sepasang pengantin baru tengah menikmati santap makan malamnya. Terukir senyum indah di antara mereka. Tawa canda mereka pun terhenti karena terganggu oleh sang asisten konyol.
“Acie.. cie.. penganten baru suap-suapan.. bentar lagi gigit-gigitan deh.” Ledek Jodi sambil mengedip-ngedipkan matanya dan langsung duduk di hadapan mereka.
“Diem luh ah.” Sahut Harvan ketus.
__ADS_1
“Hati-hati ya entar malem ada badai tornado lagi loh di kamar.. hahaha.” Ledeknya lagi, sembari mengambil goreng tempe di hadapannya dan melahapnya.
“Bisa diam gak luh!.” Sentak Harvan, lalu melempar kepala jodi dengan cabe rawit.
“Udah-udah kalian ini ya.. tiap ketemu pasti aja berantem.” Sela Intan.
“Lagian laki elo tuh, kayak benci aja sama gue Tan.. marah-marah mulu.” Ujar Jodi, sembari menyeruput kopinya, yang baru di antar oleh Bu Nanah.
“Ya Kak Jodinya ganggu mulu sih, godain terus, jadi bikin suamiku kesel itu.” Jelas Intan.
“Sayang.. aku mau ngobrol dulu ya sama Jodi diruang kerja.” Kata Harvan pada istrinya seraya mencium keningnya.
Harvan pun naik kelantai tiga disusul Jodi dibelakangnya.
Diruang kerja.
“Gue tadi udah ketemu sama dokter Vivi.” Jelas Jodi.
“Trus diusir gak luh! Hahah. .” Ledek Harvan.
“Enak aja, mana mungkin dia berani usir wajah ganteng gue ini huhuy.. yang ada dia meleleh kali.”canda Jodi.
“Yah gak percaya.. eh gue juga tadi iseng-iseng nanyain sesuatu sama dia.” Kata Jodi.
“Sesuatu apa?.” Tanya Harvan.
“Nanyain masalah istri elo, bener gila apa gak dia, haha.” Ujar Jodi.
“Sialan luh!.” Ketus Harvan.
“Ya kan gue modus dulu Har, masa datang-datang langsung bila cinta, pura-pura dulu lah konsultasi.” Jelas Jodi.
“Iya tapi elo jangan bawa-bawa bini gue dong ah gimana sih luh.” Ujar Harvan.
“Sorry Har, lagian gue cuma nanya masalah gerakan refleks yang dialami bini elo aja kok, ada pengaruh atau gak nya sama kejiwaannya, dan ternyata kata si Vivi gak ada sama sekali.” Jelas Jodi.
“Oh gitu dikirain bener elo bilang bini gue gila, sialan luh.” Ujar Harvan.
__ADS_1
“Haha.. gak kali Har.. gue gak se anjay itu.” Tukas Jodi.
“Oya Jod, tadi Intan ngomong.. dia pengen ke Palabuhanratu, pengen ketemu si Emak, katanya dia udah kangen pengen ketemu sama Emak, kita antar dia kesana yuk, sekalian refreshing.” Jelas Harvan.
“Oke siap! Gue ikut!.” Ujar Jodi mantap.
“Eh Har, elo tahu gak? Itu yang namanya dokter Vivi.. beuh... cantiknya paripurna. Saking paripurna nya baru lihat bibirnya aja, tongkat komando gue bergetar hebat.. hahah.” Kelakar Jodi.
“Haha anjir.. dasar pria ****** luh” Ledek Harvan.
“Eh sumpah Har, sampai bikin gue kehipnotis gitu.. masa pas gue mau pulang malah ngajak dia masuk kamar hahaha… sampai lupa jalan pulang gue ha.”Gelakgak Jodi.
“Haha anjir… emang itu sih akal bulus jiwa bajingan elo aja hah.” Kelakar Harvan.
“Tapi bener asli Har, gue terpesona sama dia.. itu suara nya Har, wiiih.. kayak sengaja aja tuh dimanja-manjain sama gue.. udah kayak pengen gue banting aja diatas ranjang kayak nya haha.” Tawa Jodi kembali.
“Set.. dah.. gila luh! Anjiiir haha.” Tawa Harvan.
“Sekarang aja nih ya, masih kebayang sama gue Har, masa iya coba, tadi kan dia pakai rok pendek gitu.. eh sengaja di kang kangin aja depan gue haha.. kayak pengen ditengokin sama tongkat komando gue aja hahah.” Kelakar Jodi makin gila.
“Ha ha … anjir koplak luh!.” Harvan ngakak.
Tawa mereka berdua memecah belah keheningan malam. Tak akan ada habisnya kala kaum Adam mengagumi kaun hawa. Selalu banyak cerita dari tingkah polah anak manusia. Mereka adalah partner kompak yang penuh dengan kekonyolan-kekonyolan yang membawa suasana hangat dan akrab.
Dan Malam pun semakin larut. Menyelinapkan kesepiannya dialam raya. Dewi malam merona memancarkan cahayanya ditaburi bintang gemintang yang bergantian kerlap kerlipnya seakan Mengajak anak manusia yang masih terjaga untuk kembali keperaduannya, dan merambah mimpi manis sebagai penghias tidurnya.
“Ya dah Jod, gue masuk kamar dulu ya… udah ngantuk nih.” Kata Harvan meninggalkan Jodi.
“Heh.. demi keselamatan.. biar muka gak penyok lagi kayak kemaren.. elo tidur pakai helem sonoh haha.” Goda Jodi.
“Anjir luh! Koplak!.” Tinju Harvan ditangan Jodi.
“Gue jaga-jaga disini.. anggap aja gue 911. Yang siap bantu korban pendekar wanita haha.” Goda Jodi kembali
“Sialan luh!!.”
PLAK
__ADS_1
AWW
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂