Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Dr. Anton


__ADS_3

Dokter Anton adalah salah satu dokter bedah plastik berprestasi di rumah sakit tersebut, meski usianya masih muda tapi beliau sangat profesional dalam penanganan terhadap semua pasiennya. Saking populernya sering kali dokter Anton di perbantukan di beberapa rumah sakit besar di luar negeri.


“Baik pak Harvan sebelum saya mendiagnosa masalah yang terjadi pada saudari Intan, sebagai bahan rujukan untuk melakukan operasi plastik di luar negeri, tentunya saya perlu tahu dulu kondisi beliau. Sebelum saya besok kerumah anda melihat kondisi langsung saudari intan, saya akan membicarakan dengan anda terlebih dahulu mengenai informasi hasil diagnosa sementara, dari hasil pengamatan melalui foto saudari Intan yang telah anda kirim kemarin. Perlu pak harvan ketahui, bahwa jenis luka pada wajah saudari intan adalah jenis luka bakar, luka bakar di maksud adalah jenis luka yang di sebabkan oleh kontak atau radiasi secara thermal atau karena listrik. Biasanya luka bakar di gambarkan dalam derajat kedalaman rusaknya kulit seseorang. Hal lain yang perlu di ketahui adalah luasnya luka bakar yang terjadi yang di hitung atau di tentukan dalam persen. Jadi, yang paling penting dalam menentukan apakah luka bakar tersebut dapat di hilangkan atau tidak, adalah dengan melihat derajat kerusakan dan luasnya luka bakar, serta apakah luka bakar tersebut mengenai organ persendian atau tidak. Dari hasil pengamatan saya mengenai luka bakar saudari intan, terdapat di beberapa titik yang cukup parah sehingga jaringan kulit yang rusak tidak mampu melakukan regenerasi lagi, sehingga di perlukan pencangkokan kulit dari daerah lain yang serupa. Kemudian perlu juga di lakukan blepharoplasty (operasi pada bagian kelopak mata), karena kelopak mata sebelah kiri saudari intan mengalami kerusakan. Dan yang terakhir tentunya akan di lakukan metode penyinaran laser dengan tujuan untuk Melunakkan bekas luka bakar atau keloid. Mengingat luka bakar yang di alami oleh saudari intan berada di daerah wajah dan leher atau yang biasa di sebut daerah kosmetik jadi metode dalam melakukan operasinya akan kompleks, memakan waktu yang tidak sebentar dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.” Jelas dokter Anton gamblang.


“Baik dokter mengenai proses operasi plastik yang akan di lakukan intan di luar negeri semuanya saya percayakan kepada dokter anton yang lebih faham dengan kondisi yang intan alami. Mengenai waktu dan biaya nya kami sudah membicarakannya dengan pihak keluarga dan kami siap. Asalkan intan dapat memiliki kembali wajah yang normal terutama dapat mengembalikan kepercayaan dirinya. Apapun dan berapapun biayanya akan kami tempuh. Saya percaya dokter bisa mendampingi dan menjadi jembatan bagi kami, dalam proses operasi plastik intan di luar negeri.” Ucap harvan.


“Baiklah pak harvan jadi semuanya sudah jelas ya tinggal besok mungkin saya memeriksa secara langsung kondisi fisik dari luka bakar saudari intan. Mengenai waktu pelaksanaan operasinya, secepatnya bisa langsung dilakukan, tinggal menunggu kesiapan dari saudari intan saja. Sementara untuk cangkok mata kami masih menunggu donor mata. Nanti setelah saya mendapatkan informasinya, langsung akan saya hubungi pak harvan, yang utama sekarang adalah kita lakukan dulu operasi plastik pada wajah dan leher saudari intan. Mungkin untuk sementara hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada pak harvan.” Jelas dokter Anton.


“Baik dokter, terima kasih atas informasinya dan waktunya. Sekarang akan langsung saya beritahukan pada intan mengenai kesiapan waktunya dalam proses operasinya.” Ujar harvan.


Setelah selesai mengunjungi dokter Anton, harvan pun meninggalkan tempat itu menuju kediamannya.


Terbersit rasa bahagia yang membuncah di dalam hati sanubarinya, karena tak lama lagi kekasih hatinya akan mengalami perubahan baru dalam dirinya. Selain intan dapat mendapatkan wajahnya kembali, di harapkan intan pun kembali mendapatkan kepercayaan dirinya, terlebih lagi bila intan bisa melihat indahnya dunia, tentu perubahan besar yang akan terjadi menambah nilai kebahagiaan untuk intan dan orang-orang sekitar yang begitu menyayanginya.


*


*


Senja hari di kediaman harvan.


Surya perlahan menenggelamkan wujudnya untuk sejenak rehat dalam tugasnya memberikan cahaya kehidupan bagi Seluruh makhluk di bumi. Seiring perjalanan itu, tepat di halaman depan rumah mewah. Terlihat mobil milik tuan rumah baru sampai. Bergegas si tuan masuk kedalam mencari sosok kekasih yang di cinta. Setelah mencari ke beberapa ruangan, sosok tercinta tak di temukan. Pada saat si tuan melintasi sisi ruang taman, terlihatlah sosok yang di cinta sedang menyirami tanaman. Bergegas si tuan menghampiri sosok itu, dengan tak sabar ia memeluk sosok itu dengan penuh suka cita.


“Intan.. aku bahagia.. saat ini biarkan aku memelukmu selama yang aku mau.” Ujar harvan sambil memeluk intan dengan begitu eratnya.


“Iya ta-tapi ada apa? Kenapa kamu begitu bahagia har?” Seru intan.


Perlahan harvan melepaskan pelukannya. Kemudian menceritakan semua apa yang telah disampaikan oleh dokter Anton kepadanya.


“Jadi bagaimana? Kapan kau siap melakukan operasinya?.” Tanya harvan dengan semangat.

__ADS_1


“Aku sih terserah kamu saja har, kapanpun aku siap, asal tidak menggangu pekerjaan kamu. Karena aku harus melakukan operasinya di luar negeri, jadi aku bingung siapa yang akan bersamaku di sana, sementara kamu di sini kan ada pekerjaan.” Ucap intan.


“Jangan hawatir tentang itu, aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari. Mengenai keberangkatanmu ke sana, tentunya aku yang akan menemanimu, sementara Pekerjaanku disini akan ada yang menghandle. Aku sudah berencana kalau temanku Jodi akan menjadi asistenku, jadi selama aku menemanimu, Pekerjaanku di sini, dia yang handle. Nah kemudian apabila aku harus terpaksa balik dulu kesini karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa di gantikan orang lain, yang menemanimu di sana bu nanah, bagaimana kalau begitu? Kamu setuju tidak?.” terang harvan.


“Baiklah kalau begitu aku setuju har. Aku ingin secepatnya melakukan operasi itu, bagaimana kalau minggu depan ya kita berangkat kesana?.” Seru intan.


“Ok, berarti selama beberapa hari ini aku akan menyelesaikan Pekerjaanku yang tersisa, kemudian aku juga akan melatih Jodi biar dia faham tugas pokok dan fungsinya di kantor.” Ujar harvan dengan penuh semangat juang 45.


*


*


Ke esokan harinya.


Harvan seperti biasa setelah sarapan pamit untuk pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, tepat di depan lif, dia sudah di hadapkan dengan temannya Jodi, yang akan dia jadikan asistennya.


“Rajin benar, elo pagi-pagi sudah sampai di kantor gue.” Kata harvan sambil memasuki lif bersama jodi.


“Ya udah, yuk masuk keruangan gue, kita ngobrol masalah kerjaan elo.” Sambut harvan.


Setelah mereka sampai di ruangan harvan, mereka duduk bersama dan membicarakan perihal apa yang harus di kerjakan jodi.


“Jadi begini jod, minggu depan gue kan mau terbang,mengantar intan melakukan operasi wajahnya ke Korea, nah.. selama gue di sana, elo yang handle kerjaan gue.” Tutur harvan.


“Apa?! Secepat itu har?!.” Ujar jodi terkejut.


“Iya jod, kita udah sepakat secepatnya melakukan operasi wajah intan biar cepet kelar semuanya. Soalnya gue sudah gak tahan pengen cepat-cepat halalin dia, kasihan nih tongkat komando gue sudah lama di anggurin hahaha.” Kelakar harvan di susul tawa jodi.


“Hahaha.. gila lo, miris banget ya temen gue yang satu ini hidupnya, kaya iya, ganteng jelas, jabatan gak ada tandingan, tapi sayang, tongkat komandonya gak ada sarungnya hahah.” Kelakar jodi.

__ADS_1


“Sial luh kampret! Dasar polisi India luh.” Sentak harvan seraya memukul pelan lengan jodi.


“Lagian elo lucu juga.. alih-alin pengen cepat si intan di operasi, cuma gegara elo udah gak kuat pengen bonen haha.” Kelakar jodi kembali.


“Anjir luh… eh bonen apaan sih?.” Tanya harvan.


“Itu tuh.. Bobo *****, hahaha.” Jawab jodi.


“Dasar luh polisi prindapan luh… ah udah udah ah.. kita ngobrol serius nih.” Ujar harvan mulai serius.


“Eh tapi asli nih ya gue jadi asisten elo har?.” Tanya jodi sedikit tidak percaya.


“Ya kan elo yang minta Kemaren jadi asisten gue, terus kalau gak jadi asisten gue, emangnya elo mau di tempatin di bagian apa?.” Seru harvan.


“Ya gue berasa mimpi aja sih har.. beruntung banget gue punya temen kaya elo.” Kata jodi.


“Eh tapi elo jangan seneng dulu, inget ya, jangan sampe elo sekali-kali curangin gue, dan gue pastiin elo gak akan bisa curangin gue, karena sepintar apapun elo curangin gue, gue pasti tahu karena segala sesuatu kerjaan di kantor gue, dari mulai planing sampai pendistribusian, semuanya tersistem dan terintegrasi dalam jaringan komputer.” Tukas harvan.


“Ya ampun har, sampai segitunya elo curiga sama temen sendiri, pake gak percaya sama gue gitu.” Ujar jodi.


“Eh jangan salah loh.. banyak orang dan perusahaannya jatuh, bahkan negara hancur karena ulah penghianat, dan penghianat itu bukan musuh dari luar tapi ada di dalam, bahkan bisa jadi orang terdekat kita.” Tegas harvan.


“Anjir luh mentang-mentang udah mau dapat surga dunia bahasanya udah kaya bang napi aja.. waspadalah… waspadalah… hahaha.” Kelakar jodi di susul tawa harvan.


Author juga ikut ngakak ah 😂😂😂😂


Begitulah jika dua sahabat di persatukan dalam segala situasi. Selalu menjadi penghibur dan penghangat suasana. Di kala kita lupa, sahabat akan mengingatkan kita.. di saat kita senang, sahabat pun akan ikut senang. Dan saat kita jatuh, sahabat tidak akan meninggalkan kita. Malah justru merangkul dan membuat kita bangkit.


Silih asah.. silih asih.. silih asuh.. siliwangi..

__ADS_1


MERDEKA💪🏻😀


__ADS_2