Angin Samudera Tanpa Batas

Angin Samudera Tanpa Batas
Aku melihat istriku di matamu


__ADS_3

Waktu terus bergulir dari hari ke hari, setiap perjalanan insan dalam mengarungi kehidupannya, beragam mewarnai perjalanan alam.


Hari itu Harvan dan Jodi, di sibukkan dengan serangkaian meeting dalam menggarap projek barunya. Yang salah satu nya adalah projek bersama perusahaan yang di pimpin oleh Tuan Chin Hwa. Semua stakeholder yang hadir mendukung langkah Harvan untuk menjadi partner bagi perusahaan tuan Chin hwa.


Setelah mengikuti serangkaian meeting, Harvan berbincang dengan Jodi di ruangannya.


“Ternyata hampir seluruh stakeholder mendukung jod, gimana menurut lo?.” Tanya Harvan.


“Lanjut aja Har, lagian gak ada ruginya juga kan buat kita.” Ujar Jodi.


“Iya sih malah sepertinya tuan Hwa memberikan keuntungan pada kita di atas standar cara main kita, apakah ini sedikit ganjil jod?.” Tanya Harvan.


“Kita ikuti aja seperti air mengalir Har, nanti juga kalo ada apa-apa kita akan tau, kita main cantik aja Har sama dia mah.” Jelas Jodi.


“Oke, kalau gitu. Oya gimana team elo yang lagi nyari informasi istrinya tuan Hwa? Udah ada perkembangan belum Jod?.” Tanya Harvan.


“Belum ada info masuk deh, tapi gue coba telepon mereka dulu ya.” Ujar Jodi yang kemudian langsung menghubunginya. Lama Jodi berbicara di telepon dengan team nya, sementara itu Harvan focus pada laptopnya.


*


*


Di tempat lain, di sebuah restoran, di salah satu hotel bintang lima di Ibu kota, tuan Chin Hwa tengah berbincang dengan Min Joon asistennya.


“Min, malam perjamuan itu apakah kau memperhatikan dia?.” Tanya tuan Hwa pada asistennya.


“Maaf tuan saya tidak begitu memperhatikan.” Jawab Min.


“Aku tidak lepas memandanginya Min, beberapa kali aku mendapatkan dia juga memandangiku.” Jelas tuan Hwa.


“Lalu apa yang akan tuan lakukan dengan nya?.” Tanya Min.


“Aku tidak tahu Min, yang ingin ku lakukan adalah selalu memandangi matanya, aku sangat merindukan mata itu Min.” Ujar tuan Hwa.


“Iya tuan.” Jawab Min patuh.


Sesaat hening diantara mereka. Kemudian,


“Kau tahu Min?, aku menyesal pada malam tahun lalu itu, pergi tanpa memperdulikannya, aku menyesal malam itu berdebat dengannya. Mungkin seandainya aku mengalah, kejadian itu tidak pernah terjadi.” Jelas tuan Hwa.


“Aku hanya ingin dia menghentikan kariernya, apakah belum cukup apa yang telah aku berikan padanya? Dia tidak perlu bekerja, semua kebutuhannya akan aku penuhi jika dia mau.” Sambung tuan Hwa.


“Maaf tuan, mungkin nyonya punya pandangan lain. Dia ingin memanfaatkan ilmu yang telah ia dapatkan, karena itu ia memilih tetap bekerja di rumah sakit itu.” Ujar sang asisten.


“Ya , aku terlalu egois menyuruhnya untuk meninggalkan pekerjaannya itu. Padahal itu adalah pekerjaan yang sangat ia cintai.” Kata tuan Hwa.


“Semua sudah terjadi tuan, apa tuan belum bisa move on?.” Tanya sang asisten.


“Aku meninggalkan banyak penyesalan Min, makanya aku sampai mengejar ke negara ini, sebenarnya bukan ingin apa-apa, tapi ingin tahu, apakah bagian tubuhnya ada pada orang yang tepat atau tidak.” Jelas tuan Hwa.


“Lalu bagaimana menurut anda? Setelah anda tahu, mata itu ada pada wanita itu?.” Tanya sang asisten kembali.


“Aku sudah lega sekarang Min, ternyata memang ada pada orang yang tepat, kini aku tidak penasaran lagi Min.. wanita itu pasti menjaganya dengan baik, karena ia orang yang baik.”jelas tuan Hwa.

__ADS_1


“Tuan merelakannya?.” Tanya asisten Min.


“Ya aku merelakannya… urus kepulangan kita lusa Min.” Ujar tuan Hwa.


“Pulang tuan?. Lalu bagaimana dengan kerjasama kita yang terjalin dengan tuan Harvan?.” Tanya asisten Min.


“Kerjasama itu tetap berlanjut, akan ada utusan ku yang nanti mengurusinya di negara ini.” Jelas tuan Hwa.


“Baik tuan.” Kata asisten Min.


Kemudian mereka berdua meninggalkan restoran itu.


*


*


Kembali pada Harvan dan Jodi di ruang kerjanya. Setelah Jodi panjang lebar berbicara dengan team nya melalui telepon. Kemudian Jodi menyampaikan informasi yang ia dapat dari team nya itu.


“Har, gue dapat info tentang istrinya tuan Hwa nih.” Kata Jodi.


“Apa informasi yang elo dapat Jod?.” Tanya Harvan.


“Jadi begini Har, menurut salah satu dokter di sana, yang kebetulan menyaksikan pertengkaran mereka di rumah sakit. istri tuan Hwa itu kecelakaan pada saat sedang bertengkar dengan tuan Hwa, tuan Hwa meminta istrinya berhenti bekerja di rumah sakit itu. Sementara istrinya tidak mau meninggalkan karier sebagai dokter di sana. Tuan Hwa memberi dua pilihan, kalau istrinya mau berhenti bekerja, mereka akan tetap bersama, tetapi kalau istrinya masih tetap ingin bekerja maka tuan Hwa akan menceraikannya. Istrinya tidak terima itu. Kemudian di kejarlah suaminya. Yang pada saat itu, suaminya pergi dari rumah sakit itu dengan membawa mobil dalam kecepatan yang sangat tinggi. Istrinya mengejarnya. Tak lama terdengarlah berita kalau istrinya itu kecelakaan dan meninggal.” Jelas Jodi.


Harvan diam mencermati informasi yang Jodi sampaikan pada nya.


“Oya Har, waktu malam perjamuan itu, elo merhatiin tuan Hwa gak?.” Tanya Jodi.


“Merhatiin gimana?.” Tanya Harvan.


DUG


Harvan sedikit terhenyak mendengar penuturan Jodi.


“Har, gue yakin ini ada hubungannya sama Intan.” Ujar Jodi.


“Bisa jadi, karena memang pada saat itu kita berdua lagi berada di sana Jod.” Ungkap Harvan sambil berfikir.


“Tapi dalam hal apa ya?, soalnya selama kita di rumah sakit itu, gue tidak pernah bertemu dengan dokter yang bernama Eun Kyung. Yang gue tahu lima dokter yang melakukan operasi pada Intan cowok semua.” Sambung Harvan.


Kembali Harvan dan Jodi terdiam memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang membuat mereka curiga pada tuan Hwa.


“Oya Jod, terus info apa lagi yang di dapat sama team elo?.” Tanya Harvan.


“Belum ada, katanya mereka masih nyari.” Jawab


Jodi.


Pada saat Harvan dan Jodi berbincang, ponsel Jodi berbunyi kemudian Jodi menerima panggilan telepon tersebut. Harvan memperhatikan Jodi yang sedang berbincang dengan seseorang di telepon. Terlihat Jodi sedikit terkejut dan melirik ke arah Harvan. Kemudian Jodi melanjutkan kembali mendengarkan info yang di sampaikan oleh si penelepon. Lama sekali sampai akhirnya Jodi menyelesaikan perbincangannya. Jodi menatap Harvan.


“Ada apa Jod?.” Tanya Harvan.


“Gue tahu sekarang jawabannya Har.” Ungkap Jodi.

__ADS_1


“Apa??!.” Tanya Harvan tidak sabar.


“Kenapa tuan Hwa sampe ngejar datang ke Indonesia?! Karena pendonor mata buat Intan itu adalah istrinya tuan Hwa.” Jelas Jodi, sontak Harvan terkejut,


“APA!!!!!!” Harvan sangat-sangat terkejut, diam seribu basa.


Suasana diruang kerja Harvan pun hening. Lalu kemudian Jodi menceritakan,


“Salah satu dokter yang mengoperasi Intan adalah sahabatnya istri tuan Hwa. Namanya dokter Dae Jung. Pada saat istri tuan Hwa kecelakaan ia masih sempat menelepon Dae Jung. Istri tuan Hwa mengatakan untuk memberikan mata nya kepada pasien Dae jung yang membutuhkan donor mata. Karena ia masih ingin tetap hidup. Walaupun kehidupannya hanya tersisa dari bola matanya saja. Dan ia meminta untuk merahasiakan identitasnya.”Jelas Jodi.


“Pantas saja pada saat gue tanya sama dokter identitas pendonor, ia tidak memberi tahu gue.” Kata Harvan.


“Jadi sekarang udah jelas kan, kecurigaan elo sama tuan Hwa sudah terjawab. Tuan Hwa datang ke sini tujuan nya ngejar mata bininya yang ada pada bini elo, dan bisnis yang kita jalin sama dia cuma alat doang kalau menurut gue sih.” Ujar Jodi.


“Ya terus apa yang mau dia lakuin sama bini gue? Ngambil mata bininya dari bini gue gitu?.” Ujar Harvan.


“Gak gitu juga kali Har, palingan dia minta bini elo buat di kasih sama dia hahah.” Kelakar Jodi.


“Sialan lo!! Sentak Harvan.


“Mereka itu kan tife orang-orang romantis kayak di drakor-drakor nya Har, jadi kalau feeling gue sih tuan Hwa cuma penasaran aja.” Jelas Jodi.


Pada saat mereka sedang membahas masalah yang terjadi di antara mereka, tiba-tiba ponsel Harvan berbunyi. Harvan melihat layar ponselnya, tuan Hwa memanggil. Kemudian Harvan mengangkatnya


“Hallo tuan Hwa.” Sapa Harvan.


“Maaf tuan Harvan, saya Min asisten tuan Hwa.” Jawab Min.


“Oh iya baik tuan Min, ada yang bisa saya bantu?, kalau mengenai bisnis, saya perlu informasikan kan, bahwa kami siap menjadi partner perusahaan tuan Hwa.” Kata Harvan.


“Baik tuan Harvan, terima kasih, saya hanya mau menyampaikan pesan dari tuan Hwa, berhubung kami akan kembali lusa. Jadi tuan Hwa meminta besok untuk bertemu dengan anda beserta istri anda.” Jelas Min.


“Baik tuan Min, sampaikan pada tuan Hwa, besok saya akan menjumpai tuan Hwa di hotel tempat tuan Hwa menginap, saya bersama istri akan menemui tuan Hwa di sana.” Jawab Harvan.


“Baiklah kalau begitu tuan Harvan, akan segera saya sampaikan.” Jawab tuan Min.


“Baik, terima kasih.” TUT telepon di tutup.


Jodi memperhatikan Harvan yang berbicara dengan tuan Hwa di telepon. Kemudian,


“Ada apa tuan Hwa telepon?.” Tanya Jodi.


“Tuan Hwa lusa mau kembali ke negaranya. Dia minta besok ketemu dulu sama gue dan bini gue.” Jelas Harvan.


“Oh gitu, terus bisnis sama kita gimana?.” Tanya Jodi.


“Kayaknya besok sekalian di bahas nya.” Jelas Harvan.


“Syukur deh, biar semuanya jelas.” Kata Jodi.


Akhirnya semua terbuka sudah kecurigaan Harvan mengenai kedatangan tuan Chin Hwa. Sepertinya informasi yang Harvan dapatkan cukup menjawab semua pertanyaan di hatinya.


Melihat apa yang dilakukan tuan Chin Hwa membuat Harvan melihat pada dirinya sendiri. Bagaimana dulu ia memperjuangkan dalam pencariannya terhadap Intan. Kemudian menantinya tanpa lelah. Dan akhirnya dapat menemukannya kembali.

__ADS_1


🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗🌗


__ADS_2