Aping

Aping
Sadar


__ADS_3

Ocy masih merasa dalam selimut kegelapan hingga suara seseorang memanggilnya sambil mengusap kepalanya.


"Eh cewek bar-bar bangun dong!" ucapnya lirih.


"Aping!" teriak Ocy saat terbangun dari tidurnya, kegelapan tadi berubah menjadi suasana terang di ruang sebuah rumah sakit.


"Lo mau gue jantungan?"


Ocy mencari sumber suara, separuh kesadarannya belum kembali, hingga matanya menangkap pria di depannya sudah sadar dari koma.


"Aping, ini beneran lo kan? lo masih hidup kan?" ucap Ocy tak percaya, air matanya menetes karena terharu.


Pletak


"Aduh sakit!" ringis Ocy saat Aping menjitak dahinya.


"Lo sumpahin gue mati?" ucap Aping berpura-pura kesal.


"Bukan kayak gitu, tadi gue mimpi lo pergi ninggalin gue Ping, lo ingat gue kan?" ucapnya dengan wajah polos takut jika Aping mengalami amnesia.


"Astaga apa sih yang lo minum sampai lo mikir aneh-aneh gini," Aping menjawab dengan suara lemah namun masih terdengar di telinga Ocy.


Tiba-tiba Ocy memeluk tubuh Aping yang masih terbaring itu sambil menangis sesegukkan.

__ADS_1


"Makasih Ping lo kembali dan tetap seperti dulu," Ocy tersenyum menatap wajah pria di depannya itu.


"Udah Cy melo-melonya gue haus nih," pinta Aping merasakan tenggorokannya benar-benar kering.


Ocy dengan sigap mengambil segelas air dan membantu Aping duduk sambil meminumkan airnya.Sedikitpun Ocy tak melepas pandangannya dari Aping.


"Lo kenapa sih lihatin gue melulu?" tanya Aping yang sadar di perhatikan dari tadi.


"Gue gak mau kehilangan lo," ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Ocy.


"Cinta banget ya lo sama gue?" tanya Aping sambil terkekeh.


"Menurut lo? apa harus gue duluan yang selalu mengatakannya?" ucapan Ocy menjadi datar seolah kesal dengan pertanyaan Aping.


"Iya gue tahu kok," Aping mengelus puncak kepala Ocy dengan lembut, memberikan ketenangan bagi gadis itu.


Selama Aping sakit, Ocy tak sedikitpun meninggalkan pria itu, dia selalu merawat Aping dengan tangannya sendiri.


"Lo tinggal di sini aja, rawat gue sampai sembuh," pinta Aping dengan wajah dingin saat mereka sampai di kamar Aping.


"Iya-iya cerewet banget sih lo Ping."


"Gue lapar nih," rengek Aping seperti balita.

__ADS_1


"Bentar gue masakin dulu," ucap Ocy sambil berlalu keluar kamar menuju dapur.


Ocy berpapasan dengan sekertaris Obi di tangga.


"Selamat pagi nona Ocy," sapanya.


"Selamat pagi juga sekertaris Obi," balas Ocy sambil tersenyum dan pamit ke dapur.


Sedangkan sekertaris Obi menuju ke kamar Aping.


Saat di dalam kamar, keduanya saling membicarakan urusan kantor dan juga perkembangan perusahaannya, selama Aping sakit sekertaris Obi yang menghandle semua pekerjaan Aping.


"Oya bagaimana hasil dari penyelidikan tentang dua kasus yang terjadi kemarin, apa sudah di temukan titik terangnya?" tanya Aping.


"Saya sudah mencari tahu tuan, dua kasus yang terjadi pada nona Ocy dan tuan sepertinya dari otak yang sama, saya sudah mengecek rekaman cctv taman kota dan telah menemukan siapa pelaku yang menabrak anda," jelas sekertaris Obi.


"Lalu?" tanya Aping penasaran.


"Pihak kepolisian sudah menangkap mereka, namun belum bisa menangkap otak pelakunya karena dia melarikan diri ke luar negeri tuan," jelasnya kembali.


"Apa dia orang yang sama dengan yang kita curigai?"


"Benar tuan."

__ADS_1


Aping meremas selimut yang di pegang karena menahan marahnya.


"Jangan biarkan rubah kecil itu lepas!" perintah Aping, sekertaris Obi hanya bisa mengangguk.


__ADS_2