
Aping sepenuhnya belum bisa lupa akan kejadian 3 tahun lalu saat dirinya duduk di kelas 2 sekolah menengah pertama.
Flashback On
"Hai Kiran," sapa Aping kepada cewek yang membuatnya jatuh cinta itu untuk pertama kalinya. Mereka satu sekolah yang sama.
Sejak satu bulan ini mereka saling dekat. Hingga Aping mengutarakan rasa sayangnya kepada Kiran. Mungkin umur mereka masih terbilang seumur jagung untuk masuk dalam dunia percintaaan.Tapi Aping tak perduli yang dia rasakan kali ini dia sangat nyaman berada dekat dengan Kiran.Hari-hari mereka lalui bersama meski tanpa ada status pasti mereka berpacaran atau bersahabat.Yang Kiran tahu Aping menyayanginya lebih dari sahabat.Meski sejujurnya Kiran tak pernah membalas serius perasaan Aping. Kiran hanya menganggap itu sebagai cinta monyet saja. Hingga suatu saat Kiran bertemu Sam. Pria yang membuat semuanya hancur. Perasaan Aping yang tenggelam bersama kasihnya yang menghilang menjauh darinya.
Suatu hari saat Aping ke taman sekolah dia tak sengaja melihat Kiran bersama Sam. Mereka sedang duduk berdua saling bersenda gurau. Hingga satu perkataan Kiran yang membuat Aping sangat terluka.
"Gimana kalau pacarmu itu marah kamu bersamaku saat ini?" tanya Sam pada Kiran.
Aping telah bersembunyi demi menguping pembicaraan mereka.
"Pacar yang mana sih?" Kiran balik bertanya seolah - olah tidak ada apapun yang terjadi diantara dirinya dan Aping.
"Si Aping."
__ADS_1
"Lo emang liat kalo gue suka sama dia, dianya aja yang ke gatelan deketin gue melulu lagian dia bukan level gue, kantongnya aja tipis gue cuma manfaatin dia buat ngerjain tugas gue aja gak lebih," ucap Kiran.
Aliran darah Aping serasa air terjun. Matanya membulat sempurna. "Bodoh bodoh bodoh kenapa lo bodoh banget." Merutuki dirinya sendiri yang terlalu bodoh hingga tak menyadari selama ini hanya di manfaatkan oleh Kiran.
Sam tersenyum senang. Hingga Aping muncul di depan mereka penuh dengan amarah. Kiran gelagapan melihat Aping tiba - tiba muncul.
"Apa dia mendengar semuanya?" gumamnya.
"Gue udah denger semuanya terima kasih untuk kepalsuannya selama ini," ucap Aping penuh getaran di setiap kata yang terucap. Aping dengan sekuat tenaga terlihat tegar. Meski hatinya penuh dengan sayatan. Perih.
Aping berlalu meninggalkan Kiran dan Sam penuh kekecewaan yang dalam. Sungguh ini adalah luka pertama yang Aping rasakan.
Aping menepis tangan Kiran.
"Maafin gue Ping semua yang lo denger tadi gak bener," ucapnya penuh harapan Aping melupakan ucapannya.
"Gak bener lo bilang?" menatap Kiran penuh kegetiran.
__ADS_1
"Ya ya gue emang bodoh percaya dengan cewek licik kayak lo," imbuh Aping.
Kiran hanya terdiam melihat amarah Aping yang siap meledak.Aping pergi meninggalkan Kiran yang berdiri mematung.
Sejak kejadian itu Aping tak pernah lagi mendekati Kiran. Bahkan Aping menjadi sangat dingin dengan cewek mana pun.
Hari-hari dia lewati dengan belajar bela diri. Sepulang sekolah sampai tengah malam. Saat bertemu Kiran dan Sam pun dia selalu menghindar. Hingga kelulusan sekolah menengah pertamanya mereka terpisah tanpa tahu kabar masing - masing.Untuk kali pertamanya Aping jatuh cinta sekaligus patah hati secara bersamaan.
Flashback Off
Dor dor dor.
Seseorang menggedor pintu toilet membuyarkan lamunan Aping.Aping membukanya dan mendapati Ocy di sana.
"Ngapain sih lo gedor - gedor pintu?"
"Lo ngapain di dalam ini udah jam pulang lo kan harus jagain gue!" sentak Ocy melihat Aping tak bersahabat dilihat dari ucapannya.
__ADS_1
Aping menghela napas dalam berjalan keluar menuju kelasnya untuk mengambil tas dan kunci motornya. Ocy mengikuti dari belakang.
Mereka kemudian pulang.