Aping

Aping
Rencana Kemah


__ADS_3

Aping membuka pintu salah satu kamar kosong itu. Ocy menatap heran di belakang Aping.


"Ni orang mau ngapain sih sebenarnya," batinnya.


"Lo kenal ni orang?" Aping memperlihatkan penyusup tadi kepada Ocy.


Ocy terkejut melihat pria di depannya itu. Keadaannya tidak baik - baik saja. Banyak luka lebam di wajahnya, Ocy tahu itu pasti ulah Aping.


"Bagaimana dia bisa di sini?" Ocy gemetaran. Aping menatap Ocy penuh tanya.


"Semalam dia menyusup lewat pintu dapur, untung gue denger langkah kakinya. Lo kenal?"


Ocy mengangguk.


"Dia asistennya papa beberapa tahun lalu, tapi setahu gue dia dipenjara gara - gara penggelapan dana perusahaan," ucap Ocy.


"Terus kenapa dia ingin lo mati?" ucapan Aping sukses membuat Ocy bergidik. Pasalnya Ocy tak tahu menahu tentang kepribadian pria itu. Dan kenapa harus dia yang di incar nya. Apakah dia dendam dengan papanya. Sehingga mengincar keluarganya.


"Gue gak tahu Ping gue takut," Ocy memegang erat bahu Aping. Seolah meminta perlindungan.


"Lo tenang aja biar dia gue serahin polisi," menenangkan Ocy.


Aping kemudian menelepon polisi. Menjelaskan apa yang terjadi. Dan meninggalkan penyusup itu sendiri.


Aping dan Ocy menuju sofa di ruang tengah berbaring - baring menunggu polisi datang.

__ADS_1


Sang fajar telah terbit di ufuk timur. Mata Aping dan Ocy yang tadinya ngantuk kembali terjaga. Saat sebuah mobil polisi memasuki halaman rumah Ocy.


"Selamat pagi," ucap salah satu polisi itu setelah pintu rumah Aping buka.


"Selamat pagi pak silahkan bapak ikut saya."


Aping mengajak kedua polisi itu memasuki kamar tempat penyusup itu Aping ikat.


"Tolong penjarakan dia dan beri hukuman seberat - beratnya karena ini merupakan tindak rencana pembunuhan."


"Siap pak!" sambil mengangguk kedua polisi itu membawa pria yang masih pingsan itu.


Aping menghela napas lega, satu masalah teratasi. Tapi hati Aping merasa masih janggal siapa pelaku pembunuhan ibunya.


"Ping lo gak ke sekolah apa?" tanya Ocy melihat Aping belum mandi dan bersiap - siap.


****


Jam pelajaran pun berbunyi, namun pikiran Aping sedang tak di posisinya. Beberapa hari ini kepalanya sangat pusing memikirkan masalah yang menimpanya. Aping memijat keningnya pelan.


Wali kelas masuk ke dalam kelas. Ruang kelas menjadi hening.


"Selamat pagi anak - anak," sapa nya.


"Selamat pagi pak," ucap mereka serentak.

__ADS_1


"Anak - anak hari ini kita akan membahas soal camping yang akan di adakan minggu ini" ucapnya.


Semua anak bersorak senang,tak terkecuali trio dodol. Kalau Aping jangan di tanya expresi nya masih sama, biasa saja.


"Jadi tolong sekretaris kelas catat siapa saja yang akan mengikuti acara camping ini nanti beritahu ke bapak."


"Baik pak," jawab Reve sekertaris kelas.


Kemudian mencatat siapa saja nama yang mau ikut.


"Ping," panggil Ocy.


"Hemm," menoleh ke sumber suara.


"Lo ikut?" tanya Ocy memastikan.


"Hemm," mengangguk malas.


Ocy menghela napas melihat Aping yang menjawab sekenanya.


Di meja sebelah sudut lain Kiran tak berhenti memandangi mereka. Ada rasa benci menyelimuti hatinya kini.


"Awas kalian bakal ngrasain yang lebih dari gue rasain," setan dalam hati Kiran membujuknya.


Semua anak sibuk mencatat keperluan apa yang akan mereka bawa.

__ADS_1


Sampai jam istirahat tiba. Aping dan Ocy berjalan menuju kantin di ikuti trio dodol di belakangnya.


__ADS_2