Aping

Aping
Awal perjuangan


__ADS_3

Di sebuah apartemen Aping tersenyum bahagia mendapat pesan dari pak Jaya, bahwa beliau telah memulai tidak memanjakan Ocy dengan mencabut semua fasilitas yang pak Jaya berikan pada Ocy.


"Awalnya akan sulit untuk lo Ocy, tapi percayalah suatu saat lo akan berterima kasih pada semua yang telah lo alami," Aping membayangkan wajah Ocy yang sangat dia rindukan saat ini. Mereka hanya bisa saling berbalas pesan, itu pun Aping dengan sengaja tidak terlalu sering menghubunginya.


Di sisi lain Ocy bergegas ke kampusnya, dan benar apa yang papanya katakan dia harus pergi dengan taksi online karena papa Ocy mengambil kunci mobilnya.


"Sial banget hidup gue, kirain papa main-main ternyata semuanya benar dia cabut," runtuk Ocy saat dia sedang membayar taksi dengan kartu kreditnya yang tanpa dia tahu telah di blokir oleh pak Jaya. Beruntungnya Ocy masih memiliki sedikit uang di dalam dompetnya. Jadi dia tidak kena marah oleh sopir taksi itu.


Sesampainya di kampus Ocy menemui Lisa, gadis itu satu kampus dengannya. Setidaknya Ocy tak sendirian saat ini masih ada Lisa di sampingnya.


"Lo kenapa sih manyun gitu?" tanya Lisa saat melihat Ocy menguncir bibirnya.


"Papa mencabut semua fasilitas yang dia berikan ke gue Lis," ucap Ocy pasrah.


"Hah kok bisa!?" tanya Lisa heran.


"Papa bilang gue harus mandiri gak boleh manja lagi," jelas Ocy melihat wajah Lisa yang siap meledakkan tawanya.

__ADS_1


"Lo kok malah mau ketawa gitu sih Lis!"


"Gue gak ketawa kok Cy, cuma gue pengen ngakak aja liat nasib sial lo kayak gini," Lisa tak mampu lagi menahan tawanya.


"Lo tega deh," Ocy manyun melihat sahabatnya yang malah menertawakannya.


"Sorry Cy bukan gitu, tapi ada bener nya juga papa lo lakuin itu, lagian selama ini gue lihat lo gak pernah sedikitpun kurang secara materi. Mungkin maksud papa lo baik di balik semua ini," ucap Lisa memberi energi positif pada Ocy.


"Terus gue harus gimana dong Lis, gue aja belum bekerja masak bisa gue menghidupi diri gue sendiri?" tanya Ocy yang bingung dengan nasibnya sekarang.


"Ya lo sambil kerja part time aja Cy, lagian lo kan kuliah pagi sampai siang aja, abis itu lo bisa kerja kan?" Lisa memberi ide kepada gadis di depannya itu.


"Iya Cy," balas Lisa menyakinkan Ocy.


"Dimana gue bisa kerja Lis, emang ada pekerjaan buat anak kuliah kayak gue gini?" tanya Ocy lagi.


"Udah deh gak usah di pikirin dulu, besok gue bantuin lo nyari kerja ya!" Lisa menepuk pundak Ocy memberi semangat gadis itu.

__ADS_1


"Iya Lis," ucap Ocy, kemudian mereka kembali fokus menunggu dosen mereka masuk ke ruangannya.


***


Saat di rumah Ocy melihat barang-barangnya telah tertata rapi di dalam dua koper.


"Pa kok koper Ocy di sini?" tanya Ocy bingung pada papanya.


"Mulai hari ini kamu akan tinggal di kost yang udah papa pilihkan, nanti biar pak Jo nganterin kamu ke sana," jelas pak Jaya.


"Pa gak bisa gitu dong, Ocy belum siap pa!" rengek Ocy.


"Siap gak siap kamu harus mau Ocy!" tegas pak Jaya, Ocy menatap tak suka pada papanya, dia heran kenapa harus tinggal di kost sedangkan dia anak orang yang kaya raya.


Pak Jaya mulai melangkah meninggalkan Ocy sendirian, namun sebelum dia pergi.


"Dan satu lagi papa gak mau kamu memakai nama keluarga di luar sana!" ucap pak Jaya.

__ADS_1


"Papa tega sama Ocy," gadis itu berucap sambil menitikkan air matanya, hatinya seperti di tusuk-tusuk saat ini. Orang yang paling dia sayangi tega membiarkannya sengsara di luar sana. Namun pak Jaya tak menghiraukannya, dengan segera dia meninggalkan Ocy di kamarnya.


__ADS_2