
Saat Zean mulai lengah Aping mencoba perlahan mendekatinya, Zean menyadari pergerakan Aping.
"Berhenti atau kamu akan menyesal!" teriak Zean.
Dooor!
Tiba-tiba suara tembakan berbunyi, Aping merasakan tulangnya tak lagi bisa menopang tubuhnya, dia mengira Zean telah nekat melukai Ocy namun saat dia menatap ke arah Ocy dia baik-baik saja, tapi tidak dengan keadaan Zean, dia terkapar di lantai dengan darah berlumuran di kepala bagian belakangnya.
Aping menghela napas lega melihat Ocy baik-baik saja, dia kemudian merangkul Ocy dan Zaka.
"Maaf tuan Aping kami sedikit terlambat," ucap kepala polisi yang telah menembak Zean.
"Akan ku hukum kamu yang telah datang terlambat!" ucap Aping sinis, lagi-lagi kepala kepolisian itu menggelengkan kepalanya tanda heran dengan Aping yang tidak berubah .
"Aku kan sibuk mempersiapkan pernikahanku," ucap kepala kepolisian yang tidak lain adalah Geo sahabat Aping dan Ocy.
__ADS_1
Mereka kemudian meninggalkan tempat itu, Ocy sedari tadi hanya terdiam, dia masih merasa trauma dengan apa yang terjadi padanya dua hari ini.
Sepanjang perjalanan kembali ke rumah mereka, Aping tak pernah melepaskan pelukannya kepada kedua orang yang begitu berarti untuk Aping.
Beberapa hari kemudian telah berlalu, kini tiba waktunya untuk Aping menghadiri pernikahan teman sekaligus sahabat terbaiknya, Geo akan melangsungkan pernikahannya bersama Lisa, dua orang yang telah lama memendam perasaan mereka itu kini akan di satukan dalam ikatan yang sakral.
Aping dan Ocy serta Zaka telah tiba terlebih dahulu, di susul Cen dan Zai, yang lebih mengejutkan sekertaris Obi datang juga dengan menggandeng Alzi, sepertinya keduanya mulai menjalin kisah asmara.
"Sayang mereka terlihat serasi ya?" ucap Ocy kepada Aping saat mereka menatap ke arah sekertaris Obi yang tersenyum ke Aping.
Resepsi pernikahan berlangsung dengan sangat lancar Geo dan Lisa tampak bahagia menjadi pasangan pengantin malam itu.
Dan terlihat sekertaris Obi yang tak henti-hentinya menggenggam tangan Alzi seolah dia takut kehilangan wanita itu.
Terlihat sangat memprihatinkan kedua sahabatnya, Cen dan Zai yang sampai saat ini belum menemukan pendamping hidup mereka, Aping hanya bisa tersenyum memikirkan mereka berdua, keduanya memang tak pernah serius dalam sebuah hubungan maka dari itu saat ini mereka belum menemukan seorang wanita yang cocok bagi mereka berdua.
__ADS_1
Meski tanpa pendamping keduanya masih saja terlihat bahagia, ya mereka memang gak terlalu menganggap serius tentang pertanyaan orang lain jika mereka harus menikah kapan.
Semua di pesta itu tampak bahagia menikmati jamuan yang telah di sediakan, Geo dan Lisa bergantian menyambut para tamu, Aping dan Ocy memberi mereka sebuah mobil mewah sebagai hadiah atas pernikahan mereka.
Serta dua buah tiket bulan madu yang telah Aping belikan sebelumnya, Geo dan Lisa merasa sangat tersentuh dengan kebaikan Aping kepada mereka.
Rasa mengantuk kini menyergap Ocy dan Aping mereka memutuskan pamit pulang terlebih dahulu, Zaka pun tengah tertidur dalam kereta dorongnya, mereka kembali ke rumah sekitar pukul sebelas malam.
Usai sampai di rumah Aping memindahkan Zaka ke tempat tidurnya, dan kemudian membersihkan diri, di lihatnya Ocy yang tengah bersiap tidur, Aping segera mendekap tubuh wanita itu, dia tak pernah bisa jauh dari harumnya tubuh Ocy.
"Yang," panggil Aping manja pada Ocy.
Wanita itu hanya merespon dengan berdehem, pasalnya kedua mata Ocy sudah sangat lengket.
"Buat dedeknya Zaka yuk!" ucap Aping yang membuat mata Ocy seketika melotot.
__ADS_1
"Gak mau aku belum siap tambah anak lagi yang," ucap Ocy namun seketika mulutnya terdiam karena sebuah serangan bibir mengenainya, malam yang panjang pun di lalui kedua pasangan yang tengah di mabuk cinta itu, termasuk Geo dan Lisa di tempat yang berbeda.