Aping

Aping
S 2 : Zean


__ADS_3

Aping dan Ocy sedang berjalan menyusuri pinggir pantai di sore hari kedua mereka berhoneymoon, banyak turis melakukan hal yang sama dengan mereka, hembusan angin menerpa anak rambut Ocy dan Aping, mereka saling bergandengan tangan sepanjang perjalanan menunggu sunset di pinggir pantai, sesekali kaki mereka terkena percikan ombak kecil dari laut.


"Ping foto yuk bagus nih view nya!" pinta Ocy sudah siap dengan kamera di handphonenya.


"Boleh yuk!" sahut Aping mendekatkan dirinya pada Ocy.


Mereka kemudian berfoto bersama saling menikmati kesempatan yang tidak boleh mereka sia-siakan begitu saja.


Hingga sunset di ufuk barat menemani keduanya yang kini duduk di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan di hadapan mereka.


Dari kejauhan tampak seorang pria sedang mengawasi keduanya, dengan langkah berani dia mendekati Aping dan Ocy sembari tersenyum bahagia.


"Hai Ocy," sapa pria itu, Aping dan Ocy menengok ke arah pria yang menyapa Ocy.


Ocy tertegun melihat siapa dia, ada perasaan janggal yang tiba-tiba membalut suasana di sekitar mereka.


"Kamu?" tanya Ocy heran kenapa pria itu bisa di sini.


Aping menyipitkan matanya menatap pria di depan yang menyapa istrinya itu.


"Siapa ni cowok?" batin Aping terbakar cemburu.


"Iya ini aku Zean, apa kamu lupa?" tanya pria yang ternyata bernama Zean.


"Oh iya aku gak lupa, tapi kenapa tiba-tiba kamu di sini?" tanya Ocy.


"Em aku sedang liburan di sini, kalau kamu?" tanya Zean kembali.


"Ehem!" Aping berdehem merasa diacuhkan oleh istrinya.


Ocy menyadari bahwa Aping mungkin cemburu dengan pria yang mengajaknya bicara itu.

__ADS_1


"Eh iya kenalin ini Aping, suamiku," ucap Ocy memperkenalkan Aping pada Zean.


"Aku Zean," ucap Zean sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Aping menerima tangan Zean dengan ragu-ragu, ada perasaan tidak suka saat melihat pria itu berbicara dengan istrinya, keduanya saling menatap tajam.


"Aping," ucap Aping sinis, merasa pria di depannya ada perasaan kepada Ocy.


"Ping udah malem nih, balik yuk!" pinta Ocy melihat kecanggungan di antara mereka bertiga.


"Oh iya sayang yuk!" ucap Aping sok bermesraan pada Ocy, sedangkan Zean menatap kesal ke arah Aping yang menggandeng mesra Ocy.


"Zean kita duluan ya," pamit Ocy pada Zean.


"Iya gak papa kok," ucap Zean sambil tersenyum menatap Ocy.


Ocy kemudian menarik lengan Aping agar segera meninggalkan tempat itu, sesekali Aping melihat ke belakang dengan tatapan tak suka pada Zean, sedangkan Zean telah mengepalkan telapak tangannya melihat adegan mesra yang di lakukan Aping dan Ocy.


Dia masih ingin mendapatkan Ocy meski wanita itu telah berstatus istri buat Aping.


Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya, apalagi tentang seorang wanita, dia harus mendapatkan itu.


Aping dan Ocy telah sampai di kamar mereka, Aping sedang menyilangkan lengannya di dada sambil menatap Ocy dengan api cemburu, kediaman Aping membuat Ocy bergidik ngeri, baru kali ini dia melihat wajah Aping yang cemburu karena ada pria lain yang memperhatikannya.


"Siapa dia?" tanya Aping dingin, Ocy mengerti maksud dari pertanyaan Aping barusan. Dia kemudian mendekati Aping ada memeluk tubuhnya.


"Dia hanya teman sayang," rayu Ocy agar Aping tak lagi menanyakan tentang Zean.


"Bisa panjang urusannya kalau Aping tahu Zean adalah pria yang mengejar cintaku sejak dua tahun ini, meski sekalipun aku tak pernah menanggapinya," batin Ocy khawatir.


Aping masih tak bergerak di tempatnya dan sedikitpun belum mengeluarkan kata apapun, dia ingin mengetahui lebih dalam tentang Zean, melihat dari cara bicara Ocy yang sedang menutupi sesuatu Aping yakin ada hal yang Ocy sembunyikan darinya.

__ADS_1


"Baiklah kita lupakan tentang Zean, lebih baik kita makan dahulu!" ajak Aping membuat Ocy menghela napas lega.


Namun tanpa Ocy tahu Aping telah meminta orang kepercayaannya di Bali untuk mencari tahu tentang data Zean secepatnya, termasuk hubungan Zean dengan Ocy.


Usai makan malam mereka memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat, karena besok mereka harus kembali ke Jakarta karena sesuatu hal yang mendesak di perusahaan Aping.


Malam berlalu hingga pagi menggantikannya, Aping dan Ocy tengah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta setelah beberapa hari mereka berbulan madu di Bali.


"Maaf ya sayang terpaksa kita harus kembali lebih cepat," ucap Aping merasa bersalah pada Ocy.


"Gak apa apa kok yang, lagian udah cukup kok beberapa malam di sini," jawab Ocy sambil tersenyum, Aping kemudian mengelus puncak kepala Ocy.


Mereka kini tengah berada di bandara Ngurah Rai Bali untuk melakukan penerbangan segera, sebelum mereka berangkat ke bandara Aping telah menerima data tentang Zean dari anak buahnya.


Zean adalah salah satu teman Ocy yang merupakan orang asli Jakarta namun ke Perancis untuk kuliah, serta memegang perusahaan milik ayahnya di sana, salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik Aping, hanya saja Aping belum pernah bertemu dengan Zean saat di Perancis, kebetulan saat rapat di sana Aping hanya bertemu dengan ayahnya, dan entah kenapa dia juga mengikuti Ocy kembali ke Jakarta.


Hubungan mereka sepertinya hanya teman, namun dari hasil yang di dapat oleh anak buah Aping, sepertinya Zean pernah mendekati Ocy selama mereka di Perancis, meski Ocy tak pernah membalas cinta Zean.


Di dalam pesawat Aping memikirkan hal tersebut, meski dia tahu Ocy tak akan pergi lagi darinya, namun rasa cemburu itu tetap ada dalam hati Aping.


Ocy menatap heran pada Aping yang hanya terdiam sejak mereka masuk ke pesawat itu, ada hal yang sedang Aping pikirkan namun Ocy tak tahu itu.


"Kamu mikirin apa sih Ping?" tanya Ocy memulai percakapan.


"Gak ada kok sayangku, aku lagi kurang enak badan aja," ucap Aping berbohong.


"Ya udah kamu tidur dulu aja, nanti kalau dah sampai aku bangunin," pinta Ocy.


"Iya sayang," Aping menuruti apa yang di ucapkan Ocy padanya, terlalu banyak berfikir membuatnya sedikit pusing, lebih baik dia tidur dahulu sambil menunggu pesawat sampai di kota tujuannya.


Di sisi lain Zean terlihat kecewa karena Ocy harus kembali ke Jakarta secepat itu tanpa bisa lagi melihatnya, namun dia akan segera mengikuti mereka kembali ke Jakarta, dia tidak mau menyerah untuk mendapatkan Ocy meski dia bukan lagi wanita lajang.

__ADS_1


__ADS_2