Aping

Aping
Masa Lalu


__ADS_3

Aping berjalan gontai ke arah kelas. Pagi ini matanya masih terasa berat. Semalam dia tak bisa tidur nyenyak. Ocy menatap Aping yang berjalan di sampingnya.


"Lo sakit?" tanya Ocy basa - basi. Ogah sebenarnya nanya dulu ke Aping. Di kiranya sok perhatian nantinya sama si udik itu.


"Gak," singkat padat dan jelas. Aping memang bukan tipe manusia penuh kata - kata. Kalau di pikir - pikir mungkin nilai mengarangnya pasti bernilai nol.Ocy menghela napas dalam.


"Sesak lama - lama dekat si kerempeng ini," batinnya sambil mempercepat langkahnya ke dalam kelas.


Di awal pelajaran bu guru memperkenalkan seorang anak baru.


"Silahkan masuk," ucap guru itu sambil melambai ke arah siswa baru.


Seorang cewek cantik masuk ke dalam kelas. Semua mata cowok terpesona saat menatapnya. Kecuali satu spesies aneh , Aping. Dia sibuk menulis sesuatu di bukunya. "Tumben sekarang jarang ngorok di kelas." Gumam Ocy.

__ADS_1


Siswa baru itu memperkenalkan diri. Namanya Kiran.Saat Aping mendengar nama itu wajahnya mendongak sekilas menatap ke arah Kiran.


Deg. Jantung Aping berdetak tak karuan.


"Dia kembali," batinnya.


Kiran duduk di depan bangku Aping. Tersenyum ke arah Aping. Ocy menatap keduanya. Ekspresi Aping menyimpan sejuta rahasia. Hanya Aping yang tahu. Entah kenapa Ocy tak menyukai pemandangan itu.


Aping tak berhenti menatap punggung Kiran yang berada di depannya.


Saat jam istirahat tiba. Aping bergegas pergi meninggalkan kelas. Kiran melihatnya dan mencoba mengejarnya. Hingga dia mampu meraih tangan Aping. Aping berbalik menatap siapa yang berani menghentikan langkahnya.


Aping terkaget saat Kiran lah orangnya.

__ADS_1


"Ping lo masih ingat gue kan?"


Aping diam tanpa berniat menjawabnya.


"Ping please maafin gue,lo boleh marah sama gue tapi jangan jauhin gue." Kiran tertunduk setetes air mata mulai membasahi pipinya. Aping tak peduli. Hatinya kini benar - benar beku.


"Lepas gue gak kenal siapa lo," mengibaskan tangan Kiran dan berlalu meninggalkannya.


Kiran semakin tersedu. Seseorang yang pernah menyayanginya tak mengenalnya sekarang. Bahkan hatinya sangat beku untuk sebuah maaf. Kiran sadar luka yang dia gores kan teramat pedih. Pantas jika Aping membencinya.


Ocy menatap mereka penuh tanda tanya. Siapa Kiran bagi Aping? Kenapa mereka sepertinya sangat dekat tapi kini ada sebuah tembok di antara mereka? Pikiran - pikiran itu menyeruak muncul begitu saja. Ada sedikit cubitan di hatinya. Membuatnya menjadi tak ada artinya apa - apa.


"Apa yang lo pikirin sih Ocy, lo bahkan baru mengenalnya, bukannya lo benci banget sama dia. Lagian dia cuma bodyguard lo gak lebih cuma kacung papa lo," batin Ocy.

__ADS_1


Aping menuju toilet dan menutup keras pintu toilet. Tangannya mengepal meninju tembok sekeras - kerasnya. Hingga darah terlihat menetes di ruas - ruas jarinya. Sakitnya tak seberapa karena lebih sakit hatinya kini.


__ADS_2