
Matahari mulai terbenam di ufuk barat, perjalanan dua anak manusia itu terhenti di tepi sungai.Menyelonjor kan sejenak kaki mereka. Keduanya saling menatap ke langit malam yang terlihat jelas di pinggir sungai itu.
"Ping gue lapar," Aping menghela napas melihat Ocy yang tengah kelaparan.
Tanpa berkata - kata Aping segera menuju ke sungai mencari ikan untuk makan malam mereka. Dengan penerangan rembulan Aping menangkap ikan dengan bambu yang dia temukan di pinggir sungai. Ocy menatap punggung Aping. Dia cowok yang bertanggung jawab. Pikir Ocy.
Akhirnya Ocy membantu Aping mencari kayu bakar di dekat pinggir sungai untuk membuat perapian. Karena udara malam ini semakin dingin.
Aping kembali ke pinggir sungai tempat tenda mereka di pasang. Menatap Ocy dan menunjukkan dua ekor ikan yang dia tangkap lumayan besar.Ocy tersenyum senang, akhirnya mereka tidak akan kelaparan malam ini. Dengan segera Ocy mengumpulkan kayu untuk perapian.
"Ping lo bawa korek kan?" Aping mengangguk dan mengambil di ranselnya. Aping bukan perokok namun kala acara seperti ini dia pasti sudah berjaga - jaga membawa korek api.
"Sini gue aja yang buat apinya," sambil menghidupkan korek api tak berapa lama perapian pun hidup. Aping segera membakar ikan yang tadi di tangkapnya.
"Emm baunya enak Ping," Ocy sangat berantusias pasalnya cacing di perutnya udah jingkrak - jingkrak kelaparan.
"Bilang aja udah lapar berat," Aping tersenyum menatap Ocy. Sekilas jantung Ocy berhenti berdetak.
__ADS_1
"Kenapa manis banget lo kalau senyum Ping," batin Ocy.
"Lo tau aja," tertawa mendengar jawabannya sendiri.
"Nih udah matang," menyerahkan satu ikan bakar kepada Ocy. Mereka kemudian menikmatinya sambil menghangatkan diri di samping perapian.
"Enak Ping gak nyangka gue di sini masih asri banget ikannya juga besar - besar," Aping hanya mengangguk. Kemudian menatap Ocy. Ada bekas ikan di sudut bibirnya. Aping mendekat ke Ocy dan mengelap sudut bibirnya. Ocy seketika gugup dengan perlakuan Aping.
"Udah ABG makan aja belepotan," ucap Aping menyadarkan jantung Ocy berdetak kembali.
"Udah gak usah grogi gitu," ucap Aping santai sambil tersenyum menatap Ocy yang salah tingkah.
"Nggak kok gue gak grogi biasa aja," ucapnya mencoba mencairkan suasana.
"Bagus deh." Aping telah selesai memakan ikannya. Kemudian menuju sungai untuk mencuci tangan dan minum air dari sumber murni. Membawakan sebotol air yang dia isi untuk Ocy.
"Nih," sambil menyerahkan botol minuman saat kembali ke tempat tenda mereka.
__ADS_1
"Makasih Ping," sambil menerima botol minum itu.
"Makasih juga buat semua gue gak tahu kalo lo gak datang buat nyelamatin gue hari itu dan semua yang lo udah lakuin buat jagain gue," Ocy menatap ke arah Aping di sampingnya yang sedang memandang rembulan.
"Udah tugas gue karena gue bodyguard lo," ucap Aping tanpa menoleh ke arah Ocy.
Yang rona wajahnya berubah kecewa karena tanggapan Aping
"Gue berharap lo bisa lebih dari seorang bodyguard buat gue Ping," batin Ocy.
"Iya Ping gue ngantuk mau tidur dulu," Ocy pamit untuk ke tenda.Bukan ngantuk sebenarnya namun entah kenapa hatinya sedikit terusik dengan ucapan Aping, meski memang itulah kenyataannya. Ocy tak bisa memaksakan hati Aping bahwa harus menerimanya lebih dari orang yang harus dia jaga. Ocy bingung dengan perasaannya, kenapa kini dia ingin selalu dekat dengan Aping. Berbeda sekali saat mereka pertama bertemu dahulu.
"Apa gue sedang jatuh cinta?" gumam Ocy menatap langit tenda.
Aping di luar menghela napas mengeluarkan keresahan di hatinya.Entah rasa apa itu. Aping tak mau memperdulikannya. Dia beranjak menuju tenda dan masuk kedalam. Di lihatnya Ocy yang sudah tertidur pulas. Mungkin dia sangat lelah. Pikir Aping.
Aping ikut berbaring di sampingnya dan memeluk tubuh Ocy. Ocy yang belum sepenuhnya terpejam, tersenyum merasakan pelukan Aping.
__ADS_1