
Aping segera bergegas ke kantor polisi untuk mendengar pengakuan dari ketiga tersangka yang telah menculik Ocy beberapa hari lalu.
Ocy yang masih trauma lebih memilih menolak ajakan Aping untuk ikut bersamanya ke kantor polisi, dia lebih baik berada di butiknya untuk bekerja.
Aping memahami ketakutan Ocy terhadap orang yang telah menculiknya, namun kasus ini tidak boleh di biarkan begitu saja.
Aping harus mengetahui siapa otak yang bertanggungjawab atas penculikan itu, sekertaris Obi telah berada di samping Aping, mereka menunggu kabar dari polisi tentang kelanjutan kasus ini.
"Tuan, apa yang akan tuan lakukan selanjutnya jika mengetahui dalang dari semua ini terungkap?" tanya sekertaris Obi memulai percakapan mereka.
"Tentu saja saya akan meminta mereka menghukumnya dengan sangat berat, bukankah itu sangat cocok untuknya?" Aping tersenyum sinis, sekertaris Obi bergidik ngeri saat melihat tuannya yang tersenyum penuh arti.
"Tentu saja tuan," ucap sekertaris Obi.
Kepala kepolisian sekarang sedang berada di depan Aping bersama salah satu orang kepercayaannya.
"Bagaimana pak hasil penyelidikannya?" tanya Aping tanpa basa-basi, untung saja kepala kepolisian itu adalah salah satu teman dekat Aping, Geo Rahardian meskipun Aping belum menyadarinya.
"Astaga lo serius amat sih Ping?" ucap Geo menatap Aping setengah mengejek.
__ADS_1
"Lo ngapain di sini, nyamar jadi polisi lagi, dimana kepala kepolisian di sini?" tanya Aping kaget karena yang datang malah Geo temannya.
"Hadew lo ini gimana sih gak tahu ya kalo gue sekarang udah jadi kepala polisi di sini?" ucap Geo santai.
"Hah, beneran?" ucap Aping tak percaya.
"Iyalah masak gue bohong."
"Oke, jadi gimana hasilnya?" tanya Aping kembali ke tujuan awal dia ke sini.
"Anak buah gue udah menyelidiki perkara ini, dan salah satu dari ketiga pelaku mengatakan bahwa pak Teo dalang dari semua ini, tapi-" ucapan Geo terhenti, wajahnya terlihat sedang berfikir.
"Tapi kenapa?" Aping sangat penasaran tentang hasil akhirnya.
"Lo harus bisa mengungkapkan kasus ini kalau nggak pangkat lo bisa gue turunin saat ini juga," ancam Aping.
"Hah main nikung lo ya Ping!" sentak Geo.
Saat keduanya beradu argumen yang unfaedah tiba-tiba salah satu bawahan Geo menyela mereka.
__ADS_1
"Lapor pak, ada hal penting yang harus bapak lihat sekarang."
"Ada apa?" tanya Geo.
"Seseorang telah menaruh racun ke makanan ketiga pelaku penculikan itu pak, ketiganya saat ini kritis."
"Apa!" teriak Aping dan Geo bersamaan, mereka kemudian segera menuju ke rumah sakit yang telah menangani ketiga pelaku itu.
"Sial siapa orang yang berani menaruh racun di makanan mereka!" teriak Aping di samping kemudi.
"Tuan tenang dulu, pihak kepolisian pasti bisa mengungkap kasus ini," sekertaris Geo mencoba menenangkan emosi Aping.
Di mobil dinas kepolisian, Geo juga mengumpat dalam hati karena kelalaian pihaknya, hingga menyebabkan semua itu terjadi.
"Pasti ada yang gak beres di sini?" ucap Geo menerka-nerka apa yang terjadi.
"Kamu selidiki siapa saja yang hari ini datang menjenguk mereka bertiga, dan tanya juga bagian konsumsi kenapa bisa kecolongan begini!" perintah Geo di telepon kepada salah satu bawahannya.
Sedangkan dia dan Aping serta Obi menuju ke rumah sakit, setelah mereka sampai seorang dokter terburu-buru menghampiri mereka.
__ADS_1
"Maaf pak, sepertinya kabar buruk, mereka bertiga tidak bisa kami tolong, racunnya sangat berbahaya," ucap si dokter.
Geo dan Aping lemas seketika, kasus ini semakin rumit.