Aping

Aping
S 2 : Alzi dan Obi


__ADS_3

Dua bulan sudah setelah mereka kembali dari bulan madu Ocy dan Aping sibuk dengan kegiatan masing-masing sesekali mereka meluangkan waktu untuk berkencan bersama.


Kali ini sekertaris Obi yang menjadi sopir sementara Aping dan Ocy, keduanya sengaja mengajak Obi untuk melihat kemesraan mereka, karena setahu Aping dan Ocy bahwa sekertaris itu belum memiliki pacar ataupun sedang mendekati wanita.


Entah mengapa dia tidak pernah melakukan perintah dari Aping untuk mencari pendamping hidup bagi dirinya sediri, Aping takut jika Obi akan selamanya melajang dan menjadi perjaka tua.


Saat di dalam mobil Aping sengaja bermanja-manjaan dengan Ocy, dari kaca depan sekertaris Obi sekilas melirik ke arah kedua orang yang duduk di belakang itu, hatinya mengumpat melihat mereka sengaja bermesraan di dekatnya.


"Sayang kenapa rambut kamu wangi sekali, membuatku seperti kecanduan menciuminya," ucap Aping manja sambil mencium rambut Ocy yang tergerai itu.


"Apa kamu suka sayang?" tanya Ocy mengerti dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


"Tentu saja, dan itu membuatku tak bisa jauh darimu," ucap Aping kali ini sambil mencium pipi Ocy, membuat wanita itu sedikit canggung karena ada sekertaris Obi yang sedang mengemudikan mobil mereka.


"Duh jangan cium-cium gitu dong sayang," ucap Ocy setengah berbisik agar tak terdengar sekertaris Obi.


Namun Aping tak memperdulikan itu, selagi bisa membuat sekertaris Obi iri pada mereka Aping akan tetap melakukannya.


Sekertaris Obi menahan napas melihat sepasang suami istri itu sedang bermesraan di dalam mobil, jiwa jomblonya meronta-ronta namun rasa gengsinya dan juga karena dia menjunjung janji pada tuannya, dia pasti sudah mendapatkan sepuluh atau bahkan lebih wanita yang dia mau, namun untuk saat ini dia hanya fokus kepada Aping dan Ocy serta pekerjaannya.


Setengah jam kemudian mereka telah sampai, Aping yang tak menyadari mereka telah sampai di tempat yang dipilih Aping sebagai tempat dinner mereka malam ini karena dia hanya fokus pada Ocy.


"Tuan sudah sampai," ucap sekertaris Obi membuat Aping dan Ocy yang tengah asik bermesraan akhirnya saling memberi jarak, sekertaris Obi menghela napas lega karena udara yang telah tercemari dengan sepasang suami istri itu kembali seperti semula.


Aping dan Ocy segera turun setelah pintu mobil di buka oleh sekertaris Obi, mereka menuju ke restoran terbaik di kota itu dan melakukan dinner bersama, kecuali sekertaris Obi yang memilih menunggu mereka di dalam mobil sambil memejamkan matanya sejenak.


Baru saja matanya terlelap ada sebuah suara berisik yang mengganggu tidurnya, sekertaris Obi segera melihat apa yang sedang terjadi di luar mobil itu, terlihat seorang wanita yang sedang memasang kuda-kuda beladiri mencoba melawan beberapa pria seorang diri.


"Sepertinya dia sedang ada masalah dengan orang-orang itu," ucap sekertaris Obi dalam hati.

__ADS_1


Tanpa berpikir lama dia akhirnya menghampiri wanita itu untuk membantunya.


"Ada apa ini?" tanya sekertaris Obi sambil mendekat ke arah wanita itu.


"Heh siapa kamu jangan ikut campur!" teriak seorang yang terlihat sebagai pentolan preman itu.


"Apa kalian tidak malu mengeroyok wanita ini sendirian, sedangkan kalian pria?" tanya sekertaris Obi sedikit mengejek.


"Kurang ajar, serang mereka!" perintah pentolan preman itu dengan wajah penuh kemarahan.


Sekertaris Obi dan wanita itu saling melindungi dan melawan empat preman itu hingga satu persatu mereka terjatuh, karena sudah terlatih sekertaris Obi dengan mudah menjatuhkan mereka, dan dengan cepat sekertaris Obi menarik lengan wanita itu untuk menjauh dari mereka membawanya ke dalam mobil milik Aping.


"Cepat masuk!" pinta sekertaris Obi pada wanita yang di perkirakan berumur dua puluh tiga tahunan.


Dia menuruti apa yang dikatakan oleh sekertaris Obi, keduanya kini berada di dalam mobil dan sekertaris Obi mulai mengendarainya menjauh dari tempat tadi, kemudian dia memberi kabar lewat pesan singkat kepada Aping bahwa dia pergi sebentar karena ada sebuah urusan.


"Sama-sama di mana rumahmu? biar ku antar!" tanya sekertaris Obi.


"Saya sebenarnya sedang mencari kontrakan tuan, saya adalah pendatang dari kota lain," jelas wanita itu.


"Oh begitu, siapa namamu?" tanya sekertaris Obi dengan tetap memasang wajah dingin, namun di mata wanita itu dia terlihat berwibawa.


"Saya Alzi tuan, kalau anda?" tanya Alzi pada sekertaris Obi.


"Panggil saja Obi," ucapnya.


"Saya tahu di mana ada kontrakan yang cocok untukmu," imbuh sekertaris Obi, Alzi menatap penuh rasa terima kasih bahwa di kota yang katanya kejam ini masih ada orang baik seperti dia.


"Terima kasih tuan, anda sangat baik sekali," ucap Alzi.

__ADS_1


Sekertaris Obi hanya menyunggingkan senyum mendengar pujian itu, entah kenapa dia merasa wanita di sampingnya adalah wanita spesial yang dia temui saat ini.


Mereka kemudian menuju ke rumah kontrakan yang berada dekat dengan apartemen sekertaris Obi, dia sengaja mencarikan Alzi rumah yang dekat dengannya agar dia bisa memantau langsung wanita itu, entah kenapa dia harus melakukan itu, dia hanya mengikuti kata hatinya.


Perjalanan yang di tempuh sekitar setengah jam, keduanya telah sampai di sebuah rumah sederhana, sepertinya cukup untuk Alzi tinggali.


"Ini rumahnya kamu bisa melihatnya dahulu," pinta sekertaris Obi pada Alzi.


Gadis itu berjalan melihat-lihat sekeliling rumah dan datang seorang wanita paruh baya yang mendekati Alzi dan sekertaris Obi.


"Apa anda mencari kontrakan nona?" tanyanya.


"Benar bu, apakah ini rumah ibu?" tanya Alzi.


"Benar non, silahkan kalau mau mengontrak di sini," tawar sang ibu itu sambil tersenyum.


"Baik bu saya mau mengontraknya," ucap Alzi.


Setelah selesai dengan pembayaran Alzi dan sekertaris Obi masuk ke dalam rumah itu, terlihat rumah yang hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang tamu yang kecil saja.


Alzi sudah sangat bersyukur dengan apa yang ada di rumah itu, setidaknya dia tidak menjadi gelandangan malam ini.


"Tuan Obi terima kasih anda sudah membantu saya, maaf saya belum bisa menjamu anda," ucap Alzi sopan.


"Saya harus kembali ke restoran itu, menjemput atasan saya, oya ini kartu nama saya jika ada hal yang mendesak terjadi kamu bisa hubungi saya!" ucap sekertaris Obi.


"Baik tuan, maaf sudah merepotkan anda," ucap Alzi sedangkan sekertaris Obi hanya menjawab dengan senyuman, kemudian dia kembali ke mobil dan melajukannya menuju restoran tempat Aping dan Ocy makan malam.


Alzi menatap punggung pria itu yang semakin menjauh darinya, dia bersyukur bertemu dengan sekertaris Obi, rasa kagum menyelimuti hati wanita itu, selain baik hati sekertaris Obi juga lumayan tampan, membuat siapa saja wanita yang melihatnya terpesona.

__ADS_1


__ADS_2