Aping

Aping
Keputusan pak Jaya


__ADS_3

Mentari mulai muncul di balik jendela kamar, Ocy yang sudah terjaga enggan untuk bangun dari ranjangnya. Hari pertama tanpa Aping, rasanya tak ada lagi semangat untuk memulai harinya.


"Ocy," panggil seseorang di luar pintu kamarnya.


Ocy dengan langkah malas menghampiri pintu dan membukanya, ternyata pak Jaya yang berada di depan pintu.


"Kenapa pa?" tanya Ocy sambil mengucek matanya.


"Anak gadis kok jam segini baru bangun!" cibir pak Jaya.


"Biarin lah pa Ocy malas mau ngapa-ngapain," Ocy kembali ke atas ranjang dan duduk bersandar, sedangkan pak Jaya mengikutinya duduk di samping putrinya yang sudah beranjak dewasa.


"Ayolah sayang, masak gara-gara di tinggal Aping jadi kayak gini? harusnya kamu bisa lebih semangat buat ngejar mimpimu," nasihat pak Jaya.

__ADS_1


"Tapi pa?" Ocy menghentikan ucapannya, percuma berdebat dengan papanya, toh dia juga yang bakalan kalah.


"Papa udah mutusin hal yang harus kamu lakukan untuk masa depan kamu," ucap tegas pak Jaya.


"Maksud papa?" tanya Ocy bingung.


"Papa akan biayain kuliah kamu sampai kamu wisuda, tapi papa gak mau nanggung biaya hidup kamu termasuk fasilitas yang papa berikan selama ini akan papa cabut," ucap pak Jaya.


"Papa serius Ocy." pak Jaya menatap tajam ke arah Ocy, membuat gadis itu menahan sesak di dalam hati.


"Pa jangan gitu dong, Ocy gak akan lagi malas-malasan kayak gini, tapi jangan ambil semua fasilitas Ocy," Ocy memohon dengan wajah memelas. Pak Jaya tetap dengan pendiriannya, dia mau Ocy yang manja berubah karena usahanya sendiri. Meski dia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya di luar sana.


"Papa tetap akan mengambilnya! Dan mulai besok papa mau kamu tinggal di kost yang berada dekat dengan kampus kamu, papa udah siapin semua dan kamu tinggal membayarnya tiap bulan dengan uangmu sendiri!" tegas pak Jaya.

__ADS_1


"Papa jahat!" Ocy yang marah keluar dari kamarnya, dia tidak percaya papanya tega membiarkan anak semata wayangnya hidup terlunta-lunta di luar sana.


Pak Jaya hanya menghela napas dalam, anaknya benar-benar belum bisa mandiri, dia bertekad akan merubah putrinya agar bisa hidup tanpa bergantung dengan dirinya. Sesuai permintaan Aping sebelum dia ke London, bahwa Aping ingin Ocy menjadi mandiri dan dewasa menghadapi dunia yang kejam di luar sana.


"Maafkan papa sayang, papa gak mau kamu lemah karena papa selalu memanjakan mu,kamu harus bisa berdiri sendiri," batin pak Jaya.


Sedangkan Ocy memilih pergi ke toilet kamar sebelah, membersihkan dirinya sambil memikirkan apa yang papanya ucapkan.


Hari ini hari pertama dia ke kampus, sebenarnya dia sangat malas karena tidak ada semangat dalam hidupnya tanpa adanya Aping, namun karena perkataan papanya dia harus mau meraih mimpinya. Ocy ingin menjadi designer sukses suatu saat, sesuai keinginan mamanya dulu sebelum dia pergi.


"Ocy janji bakal buktikan ke papa kalau Ocy bisa hidup tanpa uang dari papa," gumam Ocy pada dirinya sendiri sambil menatap pantulan wajahnya dari dalam cermin. Ya gadis yang mulai beranjak dewasa ini mengerti keinginan papanya, bahwa sudah cukup dia bermanja-manjaan dengan kekayaan papanya. Meskipun pada akhirnya juga akan menjadi miliknya, tapi dia belum tahu harus mendapat uang darimana untuk menghidupi dirinya sendiri nanti.


"Astaga apa ini yang di maksud Aping dulu, saat dia sudah memikirkan masa depannya dan gue masih bersantai-santai seolah semua dengan mudah bisa gue dapatin?" tanya Ocy pada dirinya sendiri yang mulai menyesali keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2