Aping

Aping
Surat ancaman


__ADS_3

Hari ini Aping ingin belajar berjalan kembali, meski dia tidak lumpuh namun karena tulangnya sedikit retak membuat dia harus beristirahat total.


Dengan di bantu Ocy Aping mencoba menggerakkan kaki kanannya perlahan diikuti kaki kiri, di dalam kamar Ocy dengan sigap membantu Aping.


Keduanya sangat dekat, hingga tak ada jarak lagi di antara mereka.


"Duh kenapa lo makin tampan sih Ping," batin Ocy saat menatap wajah Aping yang sedang serius melatih kakinya.


"Lo bayangin apa? sampai segitunya lihatin gue?" tanya Aping memecah lamunan Ocy.


"Em lo terlalu percaya diri deh Ping," bantah Ocy.


Saat kedua kaki Aping telah tegak berdiri, dia menarik tubuh Ocy yang berada di samping agar semakin dekat dengannya.


Kini mata mereka beradu saling menatap satu sama lain, kedua tangan Aping mengunci tubuh Ocy agar menghadapnya.


"Mau gak lo menikah sama gue?" tanya Aping dengan wajah serius.


Ocy terhenyak dengan pertanyaan Aping barusan, apakah dia salah mendengarnya atau tidak.


"Lo se serius Ping?" ucapnya gugup.


"Gue serius Ocy gue sayang sama lo, apa lo mau nikah sama gue?" ucapnya lagi untuk menyakinkan gadis di depannya bahwa dia tidak salah berucap.

__ADS_1


"Gue gue-" karena sangat gugup Ocy berkata terbata-bata, wajahnya merona merah saat Aping tak sedetikpun melepas tatapan mata dari Ocy.


"Apa lo masih ragu Cy?" tanya Aping dengar raut wajah sedikit kecewa.


"Bukan, bukan itu Ping, gue-?"


"Gue mau nikah sama lo," jawab Ocy dengan wajahnya yang tersipu malu.


" Makasih ya," ucap Aping sangat bahagia dengan jawaban dari Ocy.


Aping memegang dagu Ocy agar mendekat ke wajahnya, menatap bibir mungil nan ranum milik Ocy, saat bibir keduanya semakin dekat tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Aping.


Dengan rasa canggung keduanya saling melepas pelukan mereka, ciuman yang keduanya inginkan akhirnya batal begitu saja.


"Masuk!" ucap Aping mendengar ketukan pintu di depan kamarnya.


Seorang pelayan rumahnya membawa sebuah amplop surat.


"Maaf tuan ada surat untuk anda dari pak pos," ucap pelayan itu.


"Surat?" tanya Aping memastikan.


"Benar tuan, silahkan tuan terima," pelayan itu memberikan surat yang tadi dia terima dari tukang pos.

__ADS_1


"Terima kasih, kamu boleh keluar!" perintah Aping.


"Baik tuan," ucap si pelayan yang kemudian pergi dari kamar Aping.


"Surat dari siapa Ping?" tanya Ocy sambil melihat amplop surat yang di pegang Aping.


"Entah, gak ada nama pengirimnya Cy," ucap Aping membolak-balikkan amplop surat itu, kemudian mengambil isi di dalamnya.


"Di sini juga tidak ada nama pengirimnya," jelasnya lagi.


Ocy yang penasaran mulia ikut membaca isi surat itu.


Hai Aping apa kabar mu?


Semoga kehancuran menyertaimu, saat itu aku akan tertawa puas melihatnya, jangan berani mengusikku karena kamu hanya debu kecil yang tidak berguna bagiku, dengan adanya wanita di sampingmu itu menjadi kesempatanku untuk membuatmu tak berdaya, aku akan mengambil milikmu sedikit demi sedikit lalu mendorongmu dalam kehancuran, tunggu lah saat-saat itu!


"Brengsek! jadi ada yang mau main-main sama gue!" teriak Aping geram sambil meremas surat itu dan melemparnya ke tempat sampah.


"Ping lo sabar dulu, mungkin aja ini hanya orang yang usil sama lo," Ocy mencoba menenangkan kemarahan Aping.


"Lo harus selalu berada dekat gue Cy, gue gak mau terjadi sesuatu sama lo," ucap Aping sambil memeluk tubuh Ocy.


"Iya gue akan selalu bersama lo."

__ADS_1


__ADS_2