Aping

Aping
S 2 : Zean Gila?


__ADS_3

Alzi mengerang kesakitan saat merasakan sakit luar biasa pada rusuknya, darah segar juga masih keluar dari sudut bibirnya, dengan langkah tertatih dia memaksakan dirinya untuk mencari handphone di dalam mobil, dengan sedikit membungkuk menahan sakit di tulang rusuknya Alzi mencari handphonenya di dalam mobil, sebelum ketiga pria itu datang Alzi sempat memberikan benda mungil itu kepada Ocy.


Dia tahu dia tak mampu melawan ketiga pria itu, hingga harus membuat Ocy dan Zaka diculik, beberapa menit berlalu Alzi baru bisa menemukan handphonenya di bawah kursi belakang, tempat Ocy dan Zaka tadi duduk, dengan segera Alzi meraihnya.


Terlihat di layarnya beberapa panggilan telepon dari tuan Obi, Alzi segera menelepon balik nomor tersebut, namun belum sampai deringan keluar di terima, handphone Alzi tiba-tiba mati karena baterainya habis.


"Ah sial!" runtuknya pada diri sendiri yang merasa sangat sial.


Alzi merasa sangat pusing di kepalanya dan rusuk yang semakin sakit, sayup-sayup pendengarannya mulai berkurang begitu pula penglihatannya mulai kabur dan menjadi gelap.


"Non Ocy maafkan Alzi tidak bisa menolong non," batin Alzi sebelum dia benar-benar pingsan.


*****


Aping berjalan mondar mandir kesana kemari menunggu di ruang tunggu pesawat, setengah jam kemudian dia dan Obi harus terbang kembali ke Indonesia, entah kenapa Aping merasakan firasat kurang baik yang akan terjadi pada keluarganya.


"Tuan tenanglah, sebaiknya tuan duduk dahulu," ucap sekertaris setia Aping.


"Bagaimana aku bisa tenang mereka berdua tidak bisa di hubungi!" balas Aping sedikit kesal dengan Obi.


Meskipun Obi terlihat lebih tenang namun dalam hatinya sudah seperti peperang yang sangat luar biasa, dia memikirkan bagaimana Alzi sekarang dan bagaimana keadaan Ocy dan Zaka, berkali-kali dia menelepon ke nomor milik Alzi dan juga Ocy namun keduanya tak mengangkatnya.


Setengah jam kemudian mereka akhirnya kembali melakukan penerbangan ke Jakarta,dan hanya butuh dua jam mereka telah tiba di Jakarta.


Aping segera meminta sekertaris Obi menuju mobil mereka dan melajukannya ke rumah Aping.


"Sayang, Zaka! dimana kalian?" teriak Aping saat mereka sampai di rumah mewah milik Aping.

__ADS_1


Tak ada jawaban, hingga dia harus ke dapur untuk mencari pelayannya.


"Dimana Ocy?" pertanyaan yang tiba-tiba membuat pelayan yang sedang masak terlonjak kaget.


"Tuan Aping, non Ocy tadi pagi pamit ke mall, tapi sampai sekarang belum kembali," ucap pelayan itu dengan sedikit khawatir.


"Obi cepat lacak keberadaan mereka saat ini!" teriak Aping, sekertaris Obi dengan sigap melaksanakan tugasnya, dengan bantuan Gps dia bisa melacak keberadaan Alzi, di dalam mobil yang mereka kendarai sudah di pasang Gps yang sama.


"Tuan saya sudah menemukannya," ucap sekertaris Obi.


"Cepat segera kita ke sana!" perintah Aping.


Keduanya kini melajukan mobil ke tempat yang telah di ketahui oleh sekertaris Obi.


Hanya beberapa menit saja keduanya telah sampai di tempat yang di tuju, terlihat mobil milik Aping terparkir di pinggir jalan dengan kondisi pintu mobil masih terbuka, Aping dan Obi segera mendekat ke mobil tersebut, mata mereka membelalak tak percaya.


Sekertaris Obi segera membopong tubuh Alzi ke dalam mobil untuk membawanya ke rumah sakit segera, luka wanita itu cukup serius, sedangkan Aping menyusul dengan menggunakan mobil yang satunya lagi.


"Tuan saya akan bawa Alzi ke rumah sakit dahulu, tuan tolong tenang, saya akan kerahkan semua pengawal kita untuk mencari keberadaan nona Ocy secepatnya," ucap sekertaris Obi sebelum meninggalkan tuannya.


Aping mengerti kepanikan sekertarisnya itu, pasalnya satu kata kunci adalah Alzi, dia pasti mengetahui semua yang terjadi, maka dia harus terselamatkan dahulu.


"Ocy Zaka kalian dimana?" ucap Aping di dalam mobil sambil fokus mencari mereka barangkali masih ada di sekitar jalanan itu, sambil sesekali menghubungi nomor handphone Ocy.


Beberapa kali panggilan tak terjawab hingga satu panggilan di terima namun hanya suara ocehan Zaka yang di dengar oleh Aping.


Serta suara wanita yang sangat Aping kenal sedang berteriak-teriak minta di lepaskan.

__ADS_1


Di tempat lain Ocy berusaha memberontak karena di sekap dalam sebuah ruang tertutup bersama Zaka, tanpa Ocy ketahui Zaka sedang memainkan handphonenya dan menekan tombol terima panggilan dari Aping.


"Tolong lepaskan aku Zean!" teriak Ocy dari dalam ruangan.


Beberapa saat kemudian Ocy menyadari ada sebuah suara yang terdengar dari handphonenya.


"Aping," ucapnya sambil meminta benda itu dari Zaka.


"Halo sayang ini aku," ucap Ocy mencoba meminta bantuan pada suaminya.


"Halo kamu dimana sayang?" tanya Aping di seberang telepon mereka.


"Aku-" sebelum selesai mengatakan dimana dia berada seseorang mengambil paksa handphone milik Ocy dan mematikannya.


"Berikan handphoneku!" teriak Ocy pada Zean.


"Kenapa harus meneleponnya, aku bisa membuatmu bahagia bila berada di sisiku," ucap Zean sambil menyentuh dagu Ocy agar menghadap ke wajahnya.


"Kamu gila!" balas Ocy sinis.


Namun Zean malah tertawa dengan apa yang dia dengar dari mulut wanita di depannya itu.


"Ya aku memang gila, tapi gila karena kamu," ucap Zean hendak mencium bibir Ocy namun Ocy dengan sigap menghindarinya.


"Hahaha kamu wanita yang sungguh menarik sekali, apa kamu tahu aku sudah lama menantikan saat-saat seperti ini bersamamu!"


"Apa dia benar-benar gila?" batin Ocy was-was berharap Aping segera menemukannya.

__ADS_1


__ADS_2