Aping

Aping
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Ocy menatap sekitarnya, kepalanya terasa pusing, ingatannya kembali berputar tentang kejadian semalam yang membuatnya kembali trauma, kedua kalinya menjadi korban penculikan orang yang ingin mencelakainya.


Meskipun Aping belum mengetahui siapa dalang dari semua kejadian semalam, namun satu orang yang dia pikirkan adalah rival yang baru dia jatuhkan beberapa hari lalu, sebelum menemukan bukti kuat Aping tidak mau terburu-buru.


Tiga penculik sudah berada di tangannya, sedikit menyiksa mereka perlu dilakukan agar mereka mau mengakui siapa otak dari penculikan itu.


"Dimana ini?" tanya Ocy namun tak ada yang menjawabnya, di kamar itu hanya ada dirinya.


Semalam saat Ocy tertidur di dalam mobil Aping membawanya ke rumah miliknya, dan menelepon pak Jaya bahwa Ocy menginap di rumahnya, agar beliau tidak khawatir.


Dengan langkah pelan dia menuruni ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Duh gak ada baju ganti lagi, masak gue pakai handuk gini aja?" gumam Ocy saat selesai mandi.


Tiba-tiba seseorang membuka kamar itu saat Ocy keluar dari kamar mandi, Ocy seketika menutup bagian tubuhnya yang hanya di balut dengan handuk itu.


"Lo udah bangun?" tanya Aping yang baru saja masuk ke dalam kamar yang di tempati Ocy.

__ADS_1


"Aping, ngapain lo kesini mau ngintip gue ya? hah!" teriak Ocy setengah malu mendapati dirinya sendiri dalam keadaan seperti itu.


"Gak napsu deh liat lo cewek bar-bar," ucap Aping santai menatap Ocy yang semakin salah tingkah.


"Sialan deh lo Ping!" umpat Ocy.


"Nih ambil!" teriak Aping sambil melempar sebuah gaun kepada Ocy yang berdiri dua meter darinya, Ocy menangkapnya namun karena lilitan handuknya tak cukup erat, tiba-tiba handuk itu sedikit melorot menampakkan bagian atas milik Ocy. Dengan cepat dia membenarkan lilitan itu, dia sangat malu dengan apa yang terjadi.


Seketika Aping dan Ocy menjadi canggung dengan pemandangan yang tanpa sengaja menodai mata suci Aping.


"Lo berniat menggoda gue ya?" ucap Aping mendekat ke Ocy.


"Lo jangan macam-macam Ping," ucap Ocy panik.


"Hahaha!" Aping malah tertawa terbahak-bahak, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Ocy.


"Yang tadi itu nanggung, lain kali buka semua aja," ucap Aping sambil tersenyum mengejek, kemudian berlalu meninggalkan Ocy dalam keadaan jantung yang tak karuan lagi.

__ADS_1


"Ah dasar idiot, gak punya perasaan, gue bakal balas lo," kedua bola mata Ocy melotot menahan marah dan kesalnya secara bersamaan, kemudian segera memakai gaun yang di berikan oleh Aping kepadanya.


Saat di meja makan, Ocy melipat kedua tangannya ke depan dada, bibirnya cemberut, kedua matanya menatap tajam manusia yang duduk di depannya.


"Udah sarapan dulu aja, marahnya di tunda dulu," ucap Aping sambil menyuapkan sesendok makanan ke arah mulut Ocy.


"Buka deh mulut lo!" perintah Aping, Ocy menggeleng, karena menerima penolakan Aping semakin garang menatap Ocy.


Dengan terpaksa Ocy membuka mulutnya dan merebut sendok dari tangan Aping.


"Gue bisa makan sendiri," ucapnya kesal.


"Bagus lah kan lo bukan orok lagi, jadi lo harus makan sendiri," Aping kembali memakan sarapannya.


Hanya ada suara sendok dan garpu saling menyentuh piring keduanya, mereka menikmati sarapan pagi itu dengan pikiran masing-masing, Ocy yang memikirkan bagaimana dia menyembunyikan wajahnya setelah kejadian memalukan tadi, sedangkan Aping sedang membayangkan milik Ocy yang tak sengaja menodai matanya.


"Astaga apaan sih lo Ping , mikir kayak gituan?" batin Aping menatap Ocy di depannya.

__ADS_1


"Ngapain lo lihat-lihat mau gue congkel mata lo itu sama garpu ini!" ucap Ocy menggertak Aping.


Aping menelan ludah dengan susah payah, cewek di depannya benar-benar bar-bar.


__ADS_2