
Tubuh Ocy terasa semakin lemah, matanya semakin berat untuk tetap terjaga, sedangkan malam semakin larut, satu persatu orang-orang yang menjaganya mulai memejamkan mata karena merasakan kantuk juga.
Di sisi lain Aping masih berusaha mencari keberadaan Ocy, dengan di dampingi sekertaris Obi mereka menyusuri jalanan kota malam itu.
"Aaaarrgh! dimana sih lo Cy?" teriak Aping frustasi sambil mengusap kasar wajahnya.
Melihat tuannya sangat berantakan malam ini sekertaris Obi merasa kasihan, tiba-tiba sebuah telepon masuk ke hapenya, dengan segera dia menerima telepon itu.
"Halo, bagaimana?" tanya sekertaris Obi kepada penelepon di seberang sana.
"Bagus kerja kalian, amankan tempat itu jangan sampai mereka kabur!" sekertaris Obi menutup telepon dan tersenyum menang.
"Mereka sudah menemukannya tuan, kita langsung saja ke persembunyian mereka," ucap sekertaris Obi pada tuannya.
"Bagus, cepat ke sana sekarang!" perintah Aping tak sabar ingin segera membebaskan Ocy.
"Baik tuan," mereka mempercepat laju mobilnya menembus gelapnya malam.
Hingga satu jam kemudian mereka telah sampai di rumah kosong yang di jadikan tempat untuk menyekap Ocy, di sekelilingnya telah berada anak buah Aping bersembunyi di semak-semak.
"Cepat kalian periksa di dalam rumah itu, habisi para penculiknya," perintah sekertaris Obi.
__ADS_1
"Baik tuan."
Mereka kemudian menyelinap ke dalam rumah, Aping yang tak sabar mulai menyusul ke dalam rumah, sekertaris Obi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat begitu keras kepala tuannya, dia mengikuti langkah mereka.
Aping dengan sigap menyelinap ke dalam rumah mencari keberadaan Ocy, hingga di kamar pertama dia menemukan gadisnya dalam keadaan terikat, terdapat luka-luka di tangannya penuh dengan darah yang mulai mengering.
"Brengsek mereka apakan gadisku," umpat Aping dalam hatinya.
Dengan cepat dia masuk ke dalam kamar itu, namun dua penculik di dekat Ocy tiba-tiba terbangun.
"Siapa lo?" tanya si penculik berambut pirang.
"Siapa gue itu gak penting, yang harus kalian tahu hari ini gue mau lihat kalian hancur," ucap Aping dengan tatapan tajamnya.
Mereka kemudian menyerang Aping bersamaan.
"Cihh bisanya main keroyokan!" Aping tersenyum sinis sambil memasang kuda-kuda.
Kedua penculik itu saling memukul Aping, namun usaha mereka sia-sia dengan gesit Aping bisa menangkal pukulan mereka.
Bug bug bug
__ADS_1
Pukulan Aping mengenai rahang mereka satu persatu hingga keduanya ambruk di tempat, darah segar bercucuran di sudut bibir dan pelipis mereka serta satu tendangan mengenai tulang rusuk keduanya.
Sekertaris Obi menelan ludah melihat apa yang di lakukan tuannya, emosinya benar-benar di luar kendali.
"Baru kali ini tuan Aping sangat terlihat marah, gadis itu benar-benar istimewa," batinnya.
Sedangkan anak buah Aping sedang mengurus para penculik yang lainnya.
"Obi," panggil Aping.
"Iya tuan," sekertaris Obi mendekat.
"Cari tahu siapa yang menyuruh mereka."
"Baik tuan."
Kemudian Aping melangkah ke tubuh Ocy dan melepaskan ikatannya, Ocy yang lemas hanya mampu membuka mata sebentar menatap wajah Aping. Ocy tahu pasti Aping akan datang menyelamatkannya.
"Maaf gue datang terlambat," Aping berbisik di telinga Ocy dan menggendong tubuh lemah itu menuju ke mobilnya.
Hatinya lega bisa membebaskan Ocy, meskipun dia belum menemukan siapa otak dari penculikan ini, Aping akan mengusutnya sampai tuntas.
__ADS_1
"Siapapun kalian akan gue hancurin satu persatu," tekat Aping dalam hati.