Aping

Aping
Air terjun


__ADS_3

Hari ini Aping dan teman-temannya berencana pergi ke puncak tertinggi tebing di pulau itu . Mereka harus menanjakkan kaki mereka pada anak tangga seribu agar mencapai di puncak.


"Ping lo yakin ngajak kita ke sana?" ucap Ocy saat melihat tangga yang begitu mengular jauhnya. Cen,Zai,Geo dan Lisa menatap ke arah Aping.


"Yakin lah ayok!" Aping mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga satu persatu.


Teman-temannya mengikuti dari belakang. Baru seperempat perjalanan, kelima temannya sudah terengah-engah.


"Ping gila lo ngajak ke tempat gini an?" Cen menarik napasnya naik turun.


"Bawel lo jadi cowok," ucap Aping santai dan melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Cen.


"Woe tungguin!" Cen mempercepat langkahnya menaiki tangga agar bisa mengejar teman-temannya.


Separuh perjalanan langkah Ocy berhenti, Lisa pun ikut berhenti.


"Huuft capeknya," Ocy mengelap keringat di dahinya.


"Minum nih Cy," Lisa memberi sebotol air mineral ke Ocy.


Ocy menerima dan meneguknya.


"Makasih Lis tuh anak gak ada capeknya apa ya?" melihat ke arah Aping yang masih menapaki anak tangga. Ocy dan Lisa tertinggal lebih dari seratus tangga.


"Iya ya kayaknya pakai tenaga dalam tu bocah," ucap Lisa.


"Masak sih?" Ocy terheran.

__ADS_1


"Bisa jadi Cy,udah yuk jalan ketinggalan jauh nih." Lisa mulai melangkahkan kakinya Ocy mengikuti di belakangnya. Sedangkan Aping dan trio dodol menunggu mereka berdua sambil menikmati keindahan pemandangan di sekitarnya.


"Fiuuuuh masih jauh gak sih Ping?" tanya Ocy saat sampai di depan Aping.


"Dikit lagi sampai," ucap Aping. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan kembali. Saat sampai di tempat yang di tuju. Mereka sangat takjub dengan keindahan alam yang begitu mempesona.


"Wow amazing!" Cen melongo.


"Keren banget!" Zai memotret pemandangan di depannya dan tak lupa ber selfi ria.


"Bisa gak gue tinggal di sini aja?" ucap Geo yang sontak mendapat jitakkan dari Cen.


Ocy dan Lisa terpesona melihat air terjun begitu indah terhampar di depan matanya.


Aping hanya terdiam menikmati udara yang begitu segarnya dan menatap Ocy yang sedang berfoto dengan Lisa.


"Eh iya ya mumpung view nya bagus nih." Zai menimpali. Aping mengangguk dan menghampiri teman-temannya. Mereka mengambil beberapa foto dengan view terbaik.


"Wah keren banget ni tempat." Geo masih sangat terkagum-kagum dengan apa yang di lihatnya.


Mereka saling bercanda bersama. Hingga memutuskan untuk kembali ke villa. Menuruni anak tangga satu demi satu,sambil bercengkrama hingga tak terasa telah sampai di ujung tangga.


*****


Setelah membersihkan diri mereka kembali ke ruang tengah villa.


"Makan yok gue lapar," ucap Cen tanpa rasa canggung sedikitpun.

__ADS_1


"Kemana?" tanya Geo.


"Gimana kalo makan di resto dekat pelabuhan aja kayaknya enak tuh?" Zai memberi ide.


"Boleh yuk." Mereka sepakat makan malam di tempat yang di tuju.


Setelah makan malam selesai.


Aping menerima telepon dari seseorang.


"Halo?" muka mode datar.


"Siapa?" wajah Aping masih mode datar.


"Apa yang terjadi?" wajah Aping tiba-tiba berubah panik. Teman-temannya sampai terheran dengan perubahan itu.


Dengan cepat telepon tertutup. Aping menatap Ocy.


"Kita harus pulang," ucapnya sambil memegang tangan Ocy untuk mengikuti langkahnya.


"Ping lepas apa-apaan sih lo tarik-tarik gue gini?" Ocy memberontak.


"Iya Ping kita kan masih satu hari lagi di sini," ucap Zai.


"Gak bisa kita harus pulang malam ini," ucap Aping.


"Tapi setahu gue gak ada penerbangan malam Ping di sini," ucap Lisa.

__ADS_1


Semua hening.


__ADS_2