
Ocy berjalan dibelakang Aping, menyusuri jalan setapak mencari jalan yang benar menuju rombongan. Namun entah mengapa mereka seperti hanya berputar - putar saja.
Kembali ketempat awal mereka tadi.
Trio dodol dan rombongan lain pun berusaha mencari mereka. Saling meneriakkan nama Aping dan Ocy bergantian. Namun tak ada jawaban. Pak Han selaku penanggung jawab pun akhirnya menghubungi kantor polisi guna membantu pencarian dua siswanya yang hilang di hutan.Mereka menyusuri hutan sampai ke dalam. Namun hasilnya nihil. Aping dan Ocy seperti menghilang tanpa jejak. Saat ada penduduk yang lewat tempat rombongan itu camping, mengatakan bahwa hutan itu angker. Mungkin saja kedua anak itu berada di alam lain yang tak bisa di tembus pandang.Banyak para siswa perempuan teriak histeris saat mengetahui bahwa Aping menghilang. Banyak yang menyalahkan Ocy atas kejadian ini. Untuk meminimalisir terjadi sesuatu kembali pak Han meminta sebagian anak - anak untuk kembali ke rumah mereka.
"Anak - anak segera berkemas dan kalian akan pulang hari ini, biar pencarian di lanjutkan oleh kami dan pihak kepolisian," pak Han memerintahkan mereka.
Serentak anak - anak kecewa karena acara camping mereka berantakan.Di sisi lain Aping dan Ocy menghela napas panjang. Perut mereka terasa lapar. Namun tak tahu harus makan apa di hutan itu.
"Ping gue udah gak kuat berjalan perut gue lapar banget," Ocy memegang perutnya.
"Gue juga," sambil mengingat sesuatu di dalam ranselnya. Berharap ada roti untuk mengganjal perutnya. Aping mencarinya. Ada satu bungkus roti sisir di sana. Aping tersenyum.
"Nih ada roti lo mau?"
Ocy mengangguk Aping memberinya separoh dan setengahnya lagi untuk dia.Mereka menikmati roti itu dengan penuh syukur.
"Ping menurut lo apa kita seperti di dunia lain?" tanya Ocy menerka - nerka.
__ADS_1
"Gue pikir juga gitu di sini sepi banget kayak gak ada kehidupan tapi kita harus bisa keluar dari sini," ucap Aping.
"Gimana caranya?"
"Gue juga belum tahu kita ikuti aja arah air mengalir di sungai," Aping menghela napas apakah mereka akan berakhir di hutan ini.
"Ping gue gak mau mati di sini gue belum nikah," rengek Ocy.
"Lo bisa diam gak sih Cy emang lo aja yang belum nikah gue juga mau kali," Aping menimpali.
"Mana ada yang mau nikah sama lo?" Ocy rese memulai pertengkaran.
"Tinggal nunjuk aja gue bisa dapetin yang gue mau."
"Faktanya kayak gitu Cy."
"Iya in aja deh terus ni kita mau kemana?"
"Nyari sungai."
__ADS_1
"Mau ngapain ke sungai?"
"Ikut aja."
Mereka kemudian menuju sungai di tengah hutan. Saat sampai Aping melepas bajunya,
"Eh lo mau ngapain Ping?" tanya Ocy melihat Aping sudah membuka baju atasnya.
"Gue mau mandi lo mau ikut?" Aping tersenyum menggoda.
"Ogah," balas Ocy cuek sambil membelakangi Aping.
Aping segera mandi di sungai itu menghilangkan penatnya berjalan seharian ini.
"Udah belum Ping?"
"Udah lihat sini," Aping sudah memakai celananya. Ocy berbalik ke arah Aping yang masih belum mengenakan baju atasnya.
"Dadanya bidang juga tu anak," batin Ocy.
__ADS_1
"Nggak usah terlalu kagum gitu lo nanti jatuh cinta lagi sama gue?" ejek Aping. Ocy setengah mati menahan malunya karena Aping melihatnya mengagumi dada bidangnya.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka mengikuti aliran sungai. Barangkali bisa menemukan rumah penduduk di hulu sungai itu.