
Hari pertama Aping di Singapura begitu sibuk hingga tak sempat memberi kabar kepada Ocy, Aping ingin segera menyelesaikan pekerjaannya di Singapura dan kembali segera mungkin.
Ocy dan Zaka beserta Alzi kini berada di sebuah pusat perbelanjaan, mereka sedang membeli beberapa pakaian untuk Zaka,dari kejauhan pengawal yang di suruh oleh Aping selalu setia mengikuti mereka.
Begitu pula dengan seseorang yang dari pagi sudah mengawasi Ocy dari kejauhan, dia bersiap-siap untuk menyingkirkan para pengawal yang telah di siapkan oleh Aping.
Kali ini Ocy dan Zaka menjadi incarannya, pria itu tak lain adalah Zean, pria yang mencintai Ocy namun bukan cinta yang sewajarnya.
Setelah setahun yang lalu Aping telah menghancurkan perusahaan milik Zean dan keluarganya, kini dia kembali untuk merebut apa yang di miliki oleh Aping.
"Lihat bagaimana orang yang kamu sayangi menderita di tanganku!" batin jahat Zean.
Dia kali ini tidak sendiri, dia bersama dengan seseorang yang mau bekerja sama dengannya, saling menguntungkan satu sama lain dengan tujuan yang hampir sama yaitu memisahkan Ocy dan Aping.
Satu persatu pengawal milik Aping telah di bius oleh orang-orang suruhan Zean, tertinggal satu pengawal wanita yang berada di samping Ocy dan Zaka, Alzi merasa dari tadi ada orang yang mengawasi mereka bertiga.
__ADS_1
Dia menyapu sekitar dengan kedua ekor matanya, nampak tak ada yang mencurigakan. Zaka sedari tadi menjadi sedikit rewel.
"Duh sayang kamu kenapa kok nangis terus?" tanya Ocy pada Zaka, mungkin balita itu sedang merasakan sesuatu membahayakan mereka.
"Non sebaiknya kita segera kembali saja, saya merasa ada yang sedang mengawasi kita saat ini," ucap Alzi sambil memelankan suaranya.
Ocy mengerti maksud dari Alzi, bahwa firasatnya tidak mungkin salah. Sebaiknya mereka harus kembali ke rumah lebih cepat.
Ocy menganggukkan kepalanya dan segera mereka menuju ke mobil yang sedang terparkir di depan pusat perbelanjaan itu.
Alzi merasa ada sesuatu yang terjadi pada para pengawal mereka, dengan sigap Alzi mempercepat laju kendaraan yang mereka tumpangi, keselamatan Ocy dan Zaka menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya.
Namun tiba-tiba di tengah jalan yang agak sepi sebuah mobil menghadang mobil mereka, membuat Alzi seketika mengerem mendadak.
"Ah sial, siapa lagi mereka!" batin Alzi, Ocy merasa sangat ketakutan begitu pula dengan Zaka yang tidak berhenti menangis dari tadi.
__ADS_1
"Alzi ada apa ini?" tanyanya pada pengawal pribadinya itu.
"Non Ocy tenanglah biar saya yang turun, ini non terima kalau ada apa-apa cepat hubungi sekertaris Obi, non tetaplah di mobil," ucap Alzi, tiga pria tegap kini tengah mengetuk pintu mobil milik Aping itu, segera Alzi keluar dari mobil.
"Siapa kalian kenapa menghadang mobil kami?" tanya Alzi.
"Dasar wanita lemah, kami tidak ada urusan denganmu," ucap salah satu dari mereka, kemudian salah satu lagi langsung menyerang Alzi, dengan sigap Alzi bisa menghindar dan menangkis gerakan pria itu, perkelahian pun terjadi namun kali ini tidak lah seimbang.
Ocy menyaksikan perkelahian itu dengan sangat ketakutan, terlihat darah segar mengalir dari bibir Alzi, wanita itu terlihat kewalahan menghadapi lawannya.
Ocy segera menghubungi sekertaris Obi dan juga Aping menggunakan handphone Alzi dan juga miliknya, namun keduanya tak ada yang terhubung.
Hingga suasana benar-benar menjadi menegangkan, Alzi tersungkur dengan luka-luka di tubuhnya, jelas saja dia tak bisa mengalahkan ketiga pria yang berbadan tegap itu sendirian, sehebat apapun Alzi dia tetaplah perempuan, Ocy menangis sejadi-jadinya melihat pemandangan di luar mobil itu.
Dua orang pria itu kini memaksa Ocy untuk keluar, dengan sedikit di paksa Ocy yang sedang menggendong Zaka mengikuti mereka,meninggalkan Alzi yang terkapar tak sadarkan diri.
__ADS_1