Aping

Aping
Terbaring lemah


__ADS_3

Ocy tak henti-hentinya berdo'a untuk keselamatan Aping. Air matanya tak lagi bisa dia tahan,mengalir begitu saja. Dia sangat takut kehilangan Aping. Satu jam berlalu namun dokter belum keluar dari ruang penanganan Aping. Ocy dan pak Jaya berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan itu. Keduanya sama-sama resah dengan keadaan Aping. Hingga dokter itupun keluar juga.


"Dok gimana keadaannya dok?" tanya Ocy menghampiri dokter itu.


"Syukurlah dia telah melewati masa kritisnya,tapi kita tunggu sampai dia siuman dulu ya nona," ucap dokter itu,kemudian pamit untuk kembali ke ruangannya.


Ocy menghela napas lega,begitu juga dengan papanya. Mereka masuk ke dalam ruang perawatan Aping. Menatap tubuh lemah dengan bantuan oksigen di hidungnya,serta jarum infus di punggung tangannya itu. Aping terlihat sangat berbeda,tak lagi terlihat sekuat saat dia bertarung tadi. Ocy duduk di sampingnya,mengelus anak rambut Aping.


"Bangunlah Ping." Lirih Ocy memanggilnya.


Pak Jaya mendekati tubuh putrinya itu dan memeluknya.


"Tenanglah sayang dia pasti kuat," pak Jaya tahu bahwa Ocy sangat menyayangi Aping,terlihat dari sorot matanya saat menatap pria itu. Meski putrinya itu belum mengatakannya kepada dirinya.


"Iya pa," Ocy mengangguk dan mencoba menenangkan hatinya.


"Baiklah sepertinya papa harus keluar dulu ya sayang," pak Jaya pamit keluar untuk memberi ruang Ocy bersama Aping.

__ADS_1


"Papa mau kemana?" tanya Ocy.


"Papa mau pulang dulu sayang, lihatlah baju papa?" Ocy memperhatikan baju lusuh papanya yang penuh dengan darah itu.


"Iya hati-hati pah." Pak Jaya mengangguk dan berlalu pergi dari ruangan itu.


"Ping bangun dong,lo gak mau ribut sama gue lagi apa?" Ocy mencoba mengajak Aping ngobrol namun tak ada sahutan.


"Lo harus bangun Ping,lo kan belum denger gue mengatakan isi hati gue, lo sebenarnya tahu gak sih Ping kalau gue sayang sama lo?" Ocy menatap wajah Aping dan mengelusnya,berharap dia segera tersadar.


***


Hingga pagi menjelang,Ocy masih tertidur di samping ranjang Aping. Dia sangat mengantuk hingga lupa berbaring di sofa yang terdapat di ruangan itu.Tiba-tiba papanya datang dan membangunkan Ocy.


"Sayang bangunlah," ucap pak Jaya pelan.


Ocy mengerjapkan matanya menatap papanya.

__ADS_1


"Pah, udah pagi ya?" tanya Ocy melihat papanya sudah berpakaian rapi.


"Iya sayang, kamu pulanglah dulu bersih-bersih badan kamu,biar papa yang jagain Aping di sini," ucap pak Jaya.


"Tapi pah,Ocy gak papa kok nungguin Aping di sini."


Pak Jaya menggelengkan kepalanya.


"Pulanglah dengan sopir kita,kamu lihat bajumu itu?"


Ocy melihat kearah tubuhnya,sudah tak karuan lagi baju yang dia kenakan. Banyak darah dan juga lengket di badannya. Ocy kemudian mengangguk.


"Baiklah pa, Ocy titip Aping ya."


"Iya sayang,papa pasti menjaganya."


Ocy kemudian mencium punggung tangan papanya dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2