Aping

Aping
Mata - mata


__ADS_3

Saat Aping berjalan ke toilet. Matanya melirik ke salah satu pohon yang berada tidak jauh dari toilet.Terlihat seseorang mengendap - ngendap mengamati kelas Ocy. Sejenak Aping mengamati pria itu. Perawakannya sama seperti orang yang tadi mengikutinya saat berangkat ke sekolah bersama Ocy.Aping mencoba mendekat ke sosok pria itu. Namun sayang Aping kehilangan jejaknya.


"Sial."


Umpatnya kehilangan jejak pria misterius itu.


"Ngapain lo Ping?" teriak Jeko ketua OSIS di sekolah.


Aping melengos tanpa menjawab pertanyaan Jeko dan berjalan menuju ke kelasnya.


Jam pulang sekolah tiba. Sedari tadi Aping bertanya - tanya siapa pria misterius itu. Hingga lamunannya buyar saat Ocy memanggilnya.


"Apiiiing lo b***k atau gimana sih gue panggil dari tadi gak denger! " sentak Ocy.


"Berisik lo," umpat Aping.


Geo ,Cen dan Zai mendekati Aping.


"Ping kumpul tempat biasa yuk," ajak Cen mewakili ketiganya. Sudah lama mereka tidak kumpul bareng lagi.

__ADS_1


"Sorry Cen gue gak bisa, ada sesuatu yang harus gue urus."


Trio dodol kecewa tapi mereka mengerti posisi Aping yang harus menjaga Ocy sampai dia pulang ke rumah.


Aping pergi di susul Ocy di belakangnya. Mereka berjalan menuju parkiran. Dan melaju ke rumah Ocy. Dalam perjalanan Aping merasa kan kembali seseorang mengikutinya. Dengan cepat Aping mencari jalan tikus menuju rumah Ocy.


Ocy yang merasa aneh dengan sikap Aping hanya diam dan menerka - nerka apa yang dipikirkan oleh Aping.


Sesampainya di rumah Ocy turun dari motor dan memberikan helm kepada Aping.


"Lo langsung pulang aja deh," usir Ocy. Aping sudah menduga cewek di depannya ini keras kepala dan gampang tersulut.


"Lo di rumah aja. Kalo ada sesuatu yang mencurigakan lo telpon gue," pesan Aping pada Ocy.


Ocy gak peduli namun tetap mengangguk. Seolah pikirannya berbanding terbalik dengan suara hatinya.Aping berlalu pergi meninggalkan rumah Ocy.


Ocy menatap punggung Aping. Punggung yang hanya terlihat tulangnya. Entah kenapa Ocy merasa nyaman dengan keberadaan Aping.


Disisi lain saat Aping keluar dari gang perumahan Ocy. Dia ber sitatap dengan pria yang sama saat di sekolahan tadi.

__ADS_1


Aping dengan cepat menghampiri pria itu.


Sontak pria itu lari menjauh dari Aping.


"Berhenti!" sentak Aping. Pria itu tak perduli tetap berlari hingga sebuah batu mengenai kakinya dan tubuhnya terjatuh. Aping melempar sebuah batu tepat mengenai kaki pria itu.


Aping mencekal pria itu. Bruuug tendangan tepat mengenai perut pria itu.


"Siapa lo memata - matai kami sedari tadi?" kini Aping benar - benar telah emosi.


"Bukan urusan lo jauhi dia," ucap pria itu dengan senyum smrik nya.


Bug bug bug. Aping semakin membabi buta memukul pria itu.


"Lo yang harus jauhi dia jangan pernah ganggu lagi," ucap Aping penuh penekanan. Pria itu sudah tergeletak tak berdaya.Ping mengambil hp nya dan melihat percakapan pria itu.Sayang sudah di hapus nya.Aping membanting hp itu.Hingga pecah berantakan.


Aping pergi meninggalkan pria itu.Tak ada bukti apapun dari pria itu.Rasanya dia hanya menjadi mata - mata saja.Otak dari semuanya belum Aping ketahui.


Aping pulang ke rumahnya.Sepanjang perjalanan kepalanya menjadi pusing akibat memikirkan siapa dalang di balik teror yang Ocy terima.

__ADS_1


__ADS_2