Aping

Aping
Pergi Selamanya


__ADS_3

Aping sampai di sekolah bersama Ocy. Namun kali ini dia hanya terdiam. Ocy menatapnya penuh tanya.


"Apa dia sakit gigi ya tumben kalem amat." Pikir Ocy.


"Lo kenapa Ping tumben diem?" sambil berjalan menjajari langkah Aping.


"Gue gak kenapa - kenapa kok tumben lo perhatian?" jawab Aping penuh selidik.


Ocy menjadi gelagapan mendengar jawaban Aping.


"Gak usah salting deh," ucap Aping mengejek.


"Apaan sih?" sambil mempercepat langkahnya Ocy memegang dadanya yang bergemuruh hebat. 'Kenapa sih gue kok rasanya aneh gini, ' batin Ocy.


Saat di kelas pun Aping terlihat diam dan sedikit gelisah.Trio dodol menghampirinya.


"Ping dua minggu lagi ada acara kemah akbar sekolah lo ikut gak?" tanya Cen.


"Belum tahu gue."


"Yah lo harus ikut Ping gak seru dong kalo lo gak ikut," timpal Geo.


"Betul." Zai menepuk pundak Aping.


"Jarang - jarang ada acara kayak gini Ping." Cen masih belum menyerah membujuk Aping.

__ADS_1


"Kita bisa gaet cewek - cewek cantik di sana." Zai tersenyum membayangkan dirinya di kerumuni cewek - cewek cantik bintang sekolahan.


"Lo ni pikirannya cewek melulu," ucap Geo.


"Dasar jones," ucap Cen terkekeh menatap temannya yang tak terlalu tampan itu. Namun percaya dirinya luar biasa.


Sebuah buku melayang ke arah Cen mengenai wajahnya. Membuat mereka berempat tertawa terbahak - bahak. Jelas itu ulah Zai yang kesal Cen mengejeknya. Padahal mereka semua jomblo akut.


Sama - sama ngenes.


Tiba - tiba suara handphone Aping menghentikan candaan mereka.


"Halo!"


"Apa itu gak mungkin?" expresi Aping tiba - tiba berubah. Dengan langkah cepat Aping berlari menuju motornya tanpa menghiraukan teman - temannya.


"Ping lo kenapa?" tanya Cen sambil berlari mengikuti Aping. Zai dan Geo pun mengikuti mereka.


Aping tak menyahut pikirannya tertuju oleh orang yang tadi meneleponnya. Hatinya merasakan perih.


Ocy melihat empat sekawan itu berlari saling mengejar. Ocy yang posisinya sedikit lebih dekat dengan Aping segera mendekat.


"Kenapa sih kalian kejar - kejaran?" tanya Ocy.


Aping tak menyahut dan dengan cepat menarik lengan Ocy untuk ikut naik ke motornya.

__ADS_1


"Ping tunggu in kita," trio dodol terengah - engah.


"Lo kenapa sih?" tanya Geo


"Gue minta lo izinin gue dan Ocy ke wali kelas ya," ucap Aping sambil menstater motornya dan melaju meninggalkan trio dodol yang terbengong di tempatnya.


Aping mempercepat laju motornya. Hatinya sangat tidak tenang. Ingin segera sampai di tempat itu. Namun sayang jalanan saat ini sangat padat. Hingga dia harus mengumpat kesal. Ocy yang terdiam di belakang sejak tadi hanya bertanya - tanya. Apa terjadi sesuatu?


Namun Ocy tak berani menanyakannya. Melihat baru kali ini raut wajah Aping sangat tak bisa dia tebak.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit. Aping berlari menuju seorang perawat. Ocy mengikutinya.


"Sus dimana ruang pasien korban perampokan yang tertusuk perutnya di rawat?"


Perawat memberitahu ruangannya. Aping bergegas menuju ke ruang itu. Ocy masih dalam diamnya. Menerka - nerka apa yang terjadi dan siapa yang di rawat itu.


Aping menatap nanar tubuh yang terbujur kaku di ruang itu. Peralatan yang di pasang sudah di lepaskan satu persatu. Pertanda pasien tak lagi membutuhkannya. Lebih tepatnya pasien telah pergi untuk selamanya.


"Ibu!" Aping menangis sejadi - jadinya. Menggoyangkan jasad yang sudah kaku itu. Ya ibunya telah pergi meninggalkan Aping untuk selamanya.


"Ibu buka mata ibu ini Aping datang ayo bu buka mata ibu, Aping sayang sama ibu,ibu!" tangisnya makin pecah tak mampu Aping menahannya. Ocy yang sedari tadi menatap pemandangan yang menyakitkan itu ikut menangis. Seorang Aping saat ini tak lagi kuat. Dia rapuh sangat rapuh.


"Ping lo yang sabar pasti ibumu udah tenang di sana," Ocy mencoba menenangkan Aping dengan memeluknya.


Aping merasa dunia menghukumnya. Hatinya hancur berkeping - keping. Pagi tadi adalah tanda dari ibunya bahwa dia akan pergi meninggalkan Aping. Firasat yang Aping tak merasakannya. Dan baru menyadarinya saat ibunya telah pergi.

__ADS_1


__ADS_2