Aping

Aping
Gue Cinta Lo (lagi)


__ADS_3

"Kenapa lo bisa yakin seperti itu Ping,sedangkan lo gak pernah mengikat gue,lo gak pernah tahu perasaan gue!" Ocy memukul dada bidang Aping dengan kedua kepalan tangannya. Tubuhnya bergetar hebat menahan luapan tangis yang siap meledak.


"Gue gak perlu mengikat lo buat bisa mengerti perasaan lo Cy."


Aping meletakkan kedua telapak tangannya ke pipi Ocy. Mata mereka beradu seolah dunia hanya milik mereka berdua.


"Lihat di mata gue,apa ada keraguan di sana?" tanya Aping pada gadis di depannya itu.


"Lo selalu narik ulur hati gue Ping," Ocy tak mampu menatap lagi mata Aping,dia menundukkan kepalanya menghindari tatapan itu.


"Gue gak ada niat narik ulur hati lo Cy, lihat mata gue," Aping mengangkat dagu Ocy agar menatapnya.


"Gue cinta sama lo," kata itu keluar dari bibir Aping begitu saja. Dia tidak lagi bisa menahannya. Sedangkan Ocy menatap Aping dengan tidak percaya apa yang dia ucapkan tadi.


"Lo gak lagi bercanda kan Ping?" tanya Ocy.


"Gue cinta dan sayang sama lo Ocylia Defta Sanjaya."


Aping mempertegas ucapannya. Ocy menangis dalam pelukan cowok itu,hatinya di penuhi dengan sejuta kebahagiaan. Aping membiarkan Ocy menuntaskan tangisannya.

__ADS_1


"Lo sangat menyebalkan!" Ocy memukul kecil dada Aping.


"Tapi gue ngangenin kan?" Aping terkekeh melihat pipi Ocy yang merona.


"Jadi apa lo gak mau membalas cinta gue?" tanya Aping hati-hati.


"Gue gak mau Ping," ucap Ocy santai.


Deg. Perkataan Ocy sukses membuat Aping berhenti bernapas sejenak.


"Gue maunya nikah sama lo," lanjut Ocy membuat Aping menghela napasnya.


"Idih ogah gue ngelamar lo,itu kan tugas cowok," ucap Ocy melepas pelukan Aping.


"Apa lo bisa jaga hati lo buat gue?" tanya Aping mengingat besok dirinya harus pergi meraih impiannya.


"Kenapa lo harus jauh ninggalin gue Ping?" Ocy balik bertanya.


"Karena gue bukan apa dan siapa-siapa saat ini bagimu Cy,gue bukan seseorang yang bisa lo banggakan dengan semua kekurangan yang gue punya," Aping menatap langit yang gelap di atas sana.

__ADS_1


"Gue gak butuh semua itu Ping!"


"Gue tahu Cy,tapi setidaknya beri kesempatan gue untuk berdiri dengan kedua kaki gue sendiri dan saat itu tiba gue akan datang ke lo," Aping memberi harapan pada Ocy meski waktu yang akan menentukannya.


Ocy tampak menghela napas panjang. Berat sekali kisah cinta yang harus di jalaninya,dengan jarak yang akan memisahkan keduanya. Hanya kepercayaan yang saat ini mereka pegang.


"Apa lo akan lupain gue setelah lo di sana?" tanya Ocy yang menjadi ketakutannya.


"Apa hati gue bisa Cy?" memegang pundak Ocy dan menatap matanya,seolah membiarkan gadis di depannya mencari jawabannya sendiri di dalam matanya.


Aping mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ocy,hanya beberapa centi saja keduanya berjarak. Hingga ciuman lembut menyatu di bibir Ocy sekilas,meninggalkan rasa yang tak bisa dia jelaskan.


Aping tersenyum menatap gadis di depannya yang membeku saat bibirnya menyatu dengan bibir milik Aping.


"Sadar Cy,jangan minta lebih!" Aping sedikit berteriak di telinga Ocy,menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


Pletaaak.


Aping sukses mengaduh kesakitan, dahinya telah mendapat sentilan dari jari Ocy.

__ADS_1


"Lo yang main serobot,lo bilang gue yang minta lebih,lo gila apa Ping?" Ocy melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya menahan kesal.


__ADS_2