
Siang ini Lisa dan Trio dodol pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Aping.Mereka baru sempat menjenguknya usai pulang sekolah.
"Ping!" teriak histeris Cen saat membuka pintu. Untung saja Aping tidak sedang tidur. Dengan gerakan slow motion dia mendekati Aping serta merentangkan kedua tangannya hendak memeluk tubuhnya.
"Berhenti! selangkah lagi lo mendekat,gue gak segan buat mindahin hidung lo ke kutub Utara," ucap Aping dengan tatapan tajamnya ke arah Cen yang tinggal selangkah lagi memeluknya. Seketika Cen mematung di tempat dengan tangan yang masih dia rentangkan. Aping benar-benar jijik melihat tingkah Cen yang melewati batas.Lisa,Zai,Ocy dan Geo hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah abstruk temannya itu.
"Jahat banget sih lo Ping," Cen merengek.
"Udah-udah kita kesini kan buat jengukin Aping,gimana Ping keadaan lo?" tanya Zai melerai keduanya.
"Udah mendingan kok Zai," ucap Aping.
"Bagus deh Ping,kita kaget banget dapet kabar lo masuk rumah sakit kayak gini,emang gimana ceritanya?" Zai penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Ceritanya panjang,intinya mereka mau mencelakai keluarga Ocy," ucap Aping santai.
__ADS_1
"Gue nggak nyangka Kiran di balik ini semua," ucap Geo yang lebih dulu mengetahui ceritanya dari Ocy.
"Kiran?" tanya Zai dan Cen berbarengan menatap Geo meminta penjelasan.
"Lo tanya aja Ocy?" ucap Geo menatap ke arah Ocy.
"Udah deh mending kita hibur si Aping biar cepat sembuh dan bisa kembali ke sekolah,lagian masalahnya udah kelar yang penting teman kita baik-baik saja kan?" Lisa yang sedari tadi diam akhirnya berbicara. Mereka semua mengangguk setuju,yang terpenting kedua temannya itu sudah selamat dari kejahatan Kiran. Hingga sore menjelang mereka masih menghibur Aping,canda tawa sesekali terdengar diantara mereka. Aping merasa sangat beruntung dengan kehadiran teman-temannya,sejenak rasa jenuh berbaring di rumah sakit bisa terobati.
*****
Hari ini Aping bisa kembali ke rumah Ocy setelah seminggu dia terbaring lemah di rumah sakit. Rasa bosan yang menyelimutinya seketika hilang saat dirinya bebas dari ranjang rumah sakit itu.
Tok tok tok.
Ocy mengetuk pintu,namun kamar sepi tak ada yang membuka pintu.
__ADS_1
"Ping," panggil Ocy,tak ada sahutan juga. Ocy kemudian menarik handle pintu itu yang tidak dikunci oleh Aping. Ekor matanya menyapu seluruh isi ruangan.
"Ping lo dimana?" tanya Ocy yang tak melihat siapapun di kamar Aping. Tiba-tiba dari balik pintu kamar mandi muncul Aping dengan hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya. Sontak Ocy menutup wajahnya.
"Lo ngapain Cy?" tanya Aping tidak tahu maksud kedatangan Ocy ke kamarnya.
"Gue udah siapin sarapannya,lo langsung turun aja abis ini!" perintah Ocy yang segera berlalu dari kamar Aping.
Aping hanya mengangguk dan segera mamakai bajunya.
Aping,Pak Jaya dan Ocy sudah berada di meja makan,mereka makan bersama pagi itu.
"Ping bisa kita bicara di ruang kerja Om habis sarapan ini?" tanya pak Jaya usai menyelesaikan sarapannya.
"Bisa Om saya akan menemui om nanti," ucap Aping.
__ADS_1
"Baiklah," pak Jaya menghela napas.
Ocy memperhatikan guratan di wajah papanya,sepertinya ada sesuatu yang papanya pikirkan. Namun Ocy tak mengetahui apa itu.