
Satu tahun berlalu Aping dan Ocy jalani bersama Zaka, bayi laki-laki itu kini tumbuh dengan sangat menggemaskan, di usianya yang sudah menginjak satu tahun Aping dan Ocy sengaja tidak membuatkan pesta meriah untuk Zaka, tapi lebih memilih syukuran bersama anak-anak yatim dan piatu di panti asuhan yang selama ini Aping sebagai donatur utamanya, ya sejak di tinggal kedua orang tuanya Aping menjadi semakin dewasa bahwa hidup tidaklah harus sendiri meski dia di tinggal kedua orang tuanya, dia masih memiliki keluarga yaitu anak-anak di panti asuhan yang nasibnya sama dengan Aping.
Ocy menatap Aping yang sedang menggendong Zaka di lengannya, tampak raut kerinduan terlihat di wajah suaminya itu, sama seperti Ocy yang juga merindukan mamanya, dia bisa merasakan bagaimana hati suaminya itu.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Ocy mendekati Aping.
"Gak papa kok yang," balas Aping sambil menatap kedua mata Ocy, dia tahu apa yang difikirkan istrinya itu,dengan cepat seulas senyuman hadir dibibirnya.
"Aku tahu kamu rindu mereka, aku juga sama tapi lihatlah kita sekarang sudah seperti mereka, menjadi orang tua bagi Zaka," ucap Ocy sambil bergelayut manja di pundak Aping dan mengelus puncak kepala Zaka yang berada di gendongan Aping, mereka terdiam sejenak hingga akhirnya memilih untuk kembali ke rumah mereka.
Malamnya Aping dan Ocy berada di kamar mereka sedangkan Zaka sudah tidur di ranjang samping ranjang mereka.
"Sayang, besok aku harus ke Singapura bertemu klien kita di sana, kamu gak papa kan aku tinggal beberapa hari saja?" tanya Aping pada Ocy.
"Iya gak papa kok, lagian aku kan ada Zaka yang nemenin, kamu hati-hati di sana," ucap Ocy.
Aping tersenyum dan berbaring di samping Ocy sambil memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
"Makasih sayang, kamu selalu mengertiku dan mau bersabar bersamaku," ucap Aping di belakang tengkuk Ocy, hembusan hangat dari bibir Aping bisa Ocy rasakan.
"Iya sayang, udah kita tidur yuk," ajak Ocy.
Namun tiba-tiba Aping membalikkan tubuh Ocy dan menindihnya, posisi mereka sangat intim.
__ADS_1
"Gak mau tidur, maunya itu," ucap Aping manja sambil melirik sesuatu di balik piyama Ocy, wanita itu mengerti apa yang di maksud Aping, malam ini menjadi malam panjang yang melelahkan.
*****
Pagi-pagi Aping sudah bersiap untuk ke bandara, karena kebetulan pukul delapan pagi dia harus melakukan penerbangan ke Singapura.
"Sayang aku berangkat dahulu ya," pamit Aping menghampiri Ocy yang menggendong Zaka, bayi itu baru terbangun dari tidurnya.
"Iya sayang hati-hati ya," ucap Ocy sambil mencium punggung tangan Aping.
"Iya, Zaka sayang kamu jangan nakal ya sama mama di rumah, nanti kakek kesini main sama Zaka," ucap Aping sambil mencium pipi Zaka, bayi itu merespon dengan tersenyum manis pada Aping.
"Iya papa, Zaka gak akan nakal kok," ucap Ocy menirukan suara anak kecil.
Ya sejak pertemuan Obi dan Alzi, mereka semakin dekat meski hanya sebatas teman, Aping meminta Alzi bekerja sebagai pengawal untuk Ocy dan Zaka, mendampingi istrinya kemana saja, tentunya Alzi sudah di bimbing oleh Obi dalam hal bela diri.
Alzi tengah berdiri di samping mobil saat Aping dan Ocy keluar dari dalam rumah.
Alzi membukakan pintu mobil yang akan di gunakan oleh Aping ke bandara.
"Silahkan tuan," ucapnya.
"Oya kamu jaga baik-baik istri dan anak saya, kalau ada apa-apa segera hubungi Obi," ucap Aping kemudian masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Baik tuan."
Alzi kemudian menutup pintu mobil, Aping dan Obi melaju dengan kecepatan sedang menuju ke bandara.
Alzi mendekat ke arah Ocy dan Zaka, mengikuti mereka masuk ke dalam rumah.
"Alzi kamu temenin dulu Zaka ya, aku mau mandi dulu," pinta Ocy sambil menyerahkan Zaka pada Alzi, mereka sudah sangat dekat seperti tante dan keponakan sendiri.
"Iya non," balas Alzi sambil menerima Zaka, mereka kemudian menuju ke ruang bermain yang sudah di siapkan oleh Aping di rumah itu, sesekali Alzi tersenyum ketika melihat ke arah Zaka yang sedang bermain, ekspresi wajah balita itu sangat menggemaskan, Alzi seperti ingin segera memiliki anak seperti Zaka, namun angannya selalu lenyap saat mengetahui bahwa cintanya tak mungkin terbalas.
" Andai dia bisa mengerti tentang perasaan ini," batin Alzi memikirkan pria yang bersarang di hatinya sudah setahun ini.
Di bandara tiba-tiba Obi terbersin-bersin tanpa sebab.
"Aih siapa yang lagi mikirin saya nih," batin Obi.
Aping menatap heran ke arah sekertarisnya itu, mereka kini sudah berada di bandara Aping di dampingi oleh Obi akan menuju ke Singapura.
"Kamu gak papa kan?" tanya Aping pada Obi.
"Gak papa kok tuan, mari kita segera menuju ke dalam pesawat," ajak sekertaris Obi.
Keduanya kini sudah menuju ke Singapura, dalam perjalanan Aping merasa sangat gundah, entah kenapa dia sangat berat meninggalkan Ocy dan Zaka kali ini.
__ADS_1
Meski hanya tiga hari saja dia akan di Singapura namun perasaannya meminta Aping untuk lebih cepat kembali ke Jakarta.