Aping

Aping
Rumah Aping


__ADS_3

Pukul sebelas malam mereka baru sampai di rumah Aping. Ocy menatap mata Aping yang kosong. Wajahnya tersirat kerinduan yang begitu dalam pada ibunya.


"Lo istirahat dulu Ping."


Aping menatap Ocy.


"Makasih Cy."


"Lo tidur sini aja gak usah pulang udah malem." Aping mengkhawatirkan keadaan Ocy.


"Gue pulang aja Ping gak enak kalau ada yang tahu kita berdua aja di sini," Ocy beranjak ingin meninggalkan Aping. Namun langkahnya terhenti karena tangannya ditarik oleh Aping. Tubuhnya terhuyung hingga ambruk di pangkuan Aping.


"Gak usah ngeyel udah malem bahaya lo di luar sendirian," ucap Aping sambil memeluk Ocy dari belakang. Tubuh Ocy membeku seketika.Napas hangat Aping terasa di tengkuknya. Ocy mencoba melepaskan diri dari Aping. Namun Aping menambah erat pelukannya.


"Sebentar aja biarin kita gini bukannya ini yang lo mau?" ucap Aping.


Ocy hanya mampu terdiam sedikitpun dia tak bisa mengelak. Di biarkan nya Aping memeluknya. Hingga rasa kantuk menyergap keduanya.


"Tidurlah di sini biar gue di sofa ruang tamu," ucap Aping sambil melepas pelukannya.


"Iya Ping." Ocy segera beranjak ke tempat tidur. Karena matanya benar-benar mengantuk.


Aping berjalan menuju sofa ruang tamu, membaringkan tubuhnya di sana. Namun bukannya tidur matanya malah semakin terjaga.


"Kenapa sih gue gak bisa tidur gini," batin Aping.


Dia berjalan menuju kamarnya, dilihat Ocy sudah terlelap di sana. Aping mendekatinya dan berbaring di samping Ocy. Menatap punggungnya dan memeluknya. Merasakan aroma tubuh Ocy yang menenangkan,hingga membawanya ke alam mimpi.


Esok bagi Ocy mengerjap kan matanya. Merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya. Ocy berbalik dikejutkan dengan Aping berada di sampingnya dan memeluknya.

__ADS_1


"Jadi dia tidur di sini semalam? kok gue gak ngerasa ya jangan-jangan dia macem-macem lagi?" Ocy menatap tubuhnya.


"Masih utuh kok," gumamnya kecil.


"Lo berisik banget sih gue gak ngapa-ngapain lo juga," Aping terbangun mendengar gumaman Ocy.


"Dasar mesum lo sana minggir!" Ocy menendang tubuh Aping membuatnya terguling ke lantai.


"Rasain lo," tawa Ocy meledak.


"Kasar banget sih lo dasar cewek bar-bar," Aping berdiri dan mengelus dahinya yang terbentur lantai kamar.


"Biarin bar-bar gini-gini banyak yang naksir," ucap Ocy penuh percaya diri,dan berjalan ke kamar mandi. Meninggalkan Aping dengan dahi yang memerah.


"Orang idiot yang suka sama lo!" teriak Aping yang masih bisa di jangkau telinga Ocy.


"Dasar cowok aneh bilang gue cewek bar-bar tapi main peluk seenaknya aja." Ocy berbicara sendiri di kamar mandi. Saat selesai mandi Ocy baru ingat bahwa dia lupa membawa handuk.


"Piiiing!" Ocy berteriak memanggil Aping.


Aping yang masih di dalam kamar mendengar teriakan Ocy.


"Apa sih berisik lo?"


"Ambilin gue handuk," pinta Ocy.


"Ogah," ucap Aping santai namun berjalan mengambil handuk.


"Ayolah Ping terus gue gimana keluarnya," Ocy mulai panik.

__ADS_1


"Buka pintunya," Aping berada di depan pintu kamar mandi.


Ocy membuka sedikit dan mengeluarkan kepalanya. Menatap Aping dan mengambil handuknya.


"Makasih," Ocy terkekeh sambil menutup kembali pintu kamar mandi.


"Jangan lama-lama gue juga mau mandi!" teriak Aping menggema di sudut ruang kamar itu.


"Iya bentar," Ocy keluar hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh mulusnya.


Aping tak sengaja menatapnya.


"Astaga!" dengan cepat menutup matanya.


"Lo meracuni mata gue deh Cy cepat pergi!"


Aping segera masuk ke kamar mandi,takut khilaf dengan pemandangan di depannya.


"Sial pagi-pagi udah digoda aja," batin Aping meronta-ronta sesuatu di bawah sana menyiksanya.


Ocy membolak-balik baju di lemari Aping, mengambilnya dan memakainya.


"Agak kebesaran sih tapi gak papa deh dari pada gak ada," menatap tubuhnya di cermin yang terlihat seperti orang-orangan sawah.


Aping dengan cepat menyelesaikan mandinya. Keluar kamar mandi dan melihat Ocy telah memakai bajunya yang agak kebesaran.


"Lo gak ke sekolah?" tanya Aping.


"Lo pikun apa ini kan tanggal merah," ucap Ocy santai.

__ADS_1


Aping menatap kalender di kamarnya, hari ini memang tanggal merah.


"Wah bener deh," Aping tersenyum.


__ADS_2