
Bulan ini kehamilan Ocy sudah memasuki bulan ke 8, perutnya semakin membesar dan dia sedikit kesulitan saat bergerak, sesekali Ocy mengaduh kesakitan saat janin yang ada di dalam perutnya menendang-nendang. Sebagai suami idaman Aping selalu berusaha di samping Ocy saat-saat kehamilan wanita itu, dia dengan sigap menjaga Ocy dan memenuhi semua permintaannya.
Hari ini adalah jadwal Ocy berkunjung ke dokter kandungan, dia dengan semangat merangkul Aping untuk segera pergi ke rumah sakit.
"Hati-hati sayang, jangan berjalan terburu-buru," larang Aping pada Ocy saat melihat wanita itu melangkah sedikit cepat dari biasanya, Ocy hanya mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan Aping barusan kemudian dia memelankan langkah kakinya, entah kenapa hari ini dia sangat bersemangat hingga lupa bahwa perutnya sudah membesar.
Mereka telah sampai di rumah sakit dan segera bertemu dengan dokter Asni.
"Selamat pagi dok," ucap Ocy menyapa dokter Asni.
"Selamat pagi tuan Aping dan nyonya Ocy," balas dokter Asni sambil tersenyum ramah.
"Silahkan," ucapnya lagi sambil mempersilahkan Ocy ke tempat pemeriksaan segera, Ocy mengikuti ucapan dokter Asni, Aping menemani Ocy untuk melihat perkembangan janin mereka.
__ADS_1
Dokter Asni mulai melakukan USG perut Ocy, terlihat di layar monitor terlihat visual bayi yang sedang bergerak aktif, dan sedikit terlihat jenis kelamin anak mereka.
"Lihat ini, sepertinya 90 persen kemungkinan anak kalian berjenis kelamin laki-laki," ucap dokter Asni, Aping tersenyum bahagia, akhirnya dia akan mempunyai penerus anak laki-laki untuk melanjutkan usahanya kelak.
Sedangkan Ocy menginginkan anak perempuan, namun dia harus menelan ludahnya sedikit kecewa, tapi dengan cepat pikirannya kembali bersyukur baik laki-laki atau perempuan dia tetaplah anak mereka, dan mereka harus membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
"Dia tumbuh sehat ya tuan, nyonya, air ketuban dan detak jantungnya normal, mudah-mudahan empat sampai lima minggu ke depan dia akan segera menghirup udara di dunia ini," ucap dokter Asni sambil tersenyum.
Aping dan Ocy saling bersyukur dalam hati atas nikmat yang Maha Kuasa berikan kepada mereka berdua, mereka tak sabar untuk segera melihat anak mereka.
"Sayang, nanti papa pulang, kamu bisa jemput nggak di bandara?" tanya Ocy pada Aping yang sedang berkonsentrasi mengemudi.
"Iya nanti aku usahain bisa nganter, sebelum itu aku ada pekerjaan sebentar di kantor, kamu nanti langsung istirahat aja ya sampai rumah," ucap Aping.
__ADS_1
Ocy mengangguk dan membenarkan posisi duduknya, rasa begah membuatnya susah bergerak leluasa, rasa kantuk pun sering datang tiba-tiba pada Ocy.
Setengah jam kemudian mereka telah sampai di rumah, Aping segera mengantarkan Ocy ke kamar.
"Istirahat ya sayang, aku ke kantor dulu sebentar," ucap Aping sambil mengecup lembut kening Ocy.
Wanita itu hanya membalas dengan senyuman dan mencoba menutup matanya yang sangat mengantuk, Aping segera menuju ke kantor karena harus mengikuti rapat dengan salah satu investornya.
Di kantor sekertaris Geo sudah menunggunya dengan beberapa lembaran kertas berisi laporan hari ini tentang bisnisnya dengan investor itu, Aping menyahut lembaran-lembaran itu dari tangan sekertarisnya, membaca sekilas kemudian menatap ke sekertaris Obi.
"Apa ini?" tanya Aping mempertanyakan isinya.
"Maaf tuan, itu beberapa laporan dari pihak investor kita kali ini, mereka sebagian menarik kembali saham mereka secara sepihak," ucap sekertaris Obi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Aping.
__ADS_1
"Masukkan siapa saja yang semena-mena ke daftar blacklist," ucap Aping dengan wajah serius.