
Semua siswa berkumpul di tengah - tengah lapangan yang di kelilingi tenda - tenda mereka.
Menunggu pak Han dan guru lainnya.
Sore itu rencana pertama camping adalah penjelajahan.Dimana hutan di sebelah tempat mereka camping menjadi arenanya.
"Harap tenang anak - anak!" teriak pak Han menghentikan keriuhan siswa. Sekejap mereka berhenti berbicara.
"Siang ini kita akan melakukan penjelajahan dengan satu kelompok beranggotakan lima anak satu pemimpin kelompok, dan bapak akan sebutkan kelompok masing - masing," pak Han mulai menyebut nama - nama siswa dalam kelompok masing - masing.
Aping satu kelompok dengan Geo dan empat teman lainnya. Sebagai pemimpin adalah Aping. Sedangkan Cen dan Zai satu kelompok dengan Ocy Lisa dan dua teman yang lain.
"Pak boleh kah Ocy satu tim dengan saya," pinta Aping. Semua mata melihat ke arah Aping. Ada yang iri mendengar perhatian Aping pada Ocy sehingga meminta cewek itu berada satu timnya.
"Maaf Ping gak bisa ini udah ketentuan," pak Han menolak permintaan Aping. Sejenak para cewek yang mengincar Aping tersenyum senang.
Mereka kemudian memulai perjalanan. Aping memimpin anggotanya memulai strategi untuk menemukan benda - benda yang harus mereka cari sesuai arahan pembina mereka.
Banyak tanda arah yang di pasang di berbagai tempat di dalam hutan itu. Agar siswa tak tersesat.
Di tim Ocy dipimpin oleh Zai mereka pun sudah berjalan ke dalam hutan. Zai dan Cen di depan sedangkan Ocy dan tiga teman lainnya berada di belakang. Suasana hutan semakin ke dalam mulai lembab, cahaya matahari sedikit kesulitan masuk karena tinggi dan rimbunnya pepohonan.
__ADS_1
"Geo gue khawatir sama Ocy," ucap Aping saat mereka berjalan sejajar.
"Udahlah Ping lo tenang aja lagian dia juga sama Cen dan Zai Lisa juga ikut dia," Geo menenangkan Aping. Aping hanya diam hatinya merasakan akan terjadi sesuatu pada Ocy. Tapi segera dia tepis.
"Mungkin gue terlalu khawatir, pasti dia baik-baik saja," batin Aping.
Senja mulai menurun di ufuk barat. Perlahan berganti gelap. Mereka belum menyelesaikan tugas yang di berikan pak Han.
Saat tim Zai sampai di tengah hutan seseorang menarik tubuh Ocy yang berada di bagian belakang. Menutup mulutnya dengan sapu tangan yang telah di beri bius, hingga membuat Ocy tak bisa melawannya. Tubuhnya terlalu lemas untuk melawan tenaga pria itu. Hingga pandangannya menjadi gelap seketika.
Ke lima temannya tak menyadari bahwa Ocy sudah tak berada bersama mereka.
"Loh mana Ocy ya?" Lisa mencari Ocy yang tadi di belakangnya.
"Bukannya tadi sama lo Lis?" tanya Zai.
"Iya tadi emang di belakang gue tapi sekarang gak ada apa dia tertinggal di belakang ya?" Lisa panik dan berlari ke jalan sebelumnya yang mereka lalui.Ke empat temannya ikut mencari Ocy.
"Ocy!"
"Lo dimana?" mereka saling teriak menyebut nama Ocy. Namun tak ada sahutan.
__ADS_1
Menelepon pun tak bisa di sana tak ada sinyal yang masuk. Akhirnya mereka bergegas kembali ke tenda. Berharap Ocy di sana.
Saat semuanya sudah berkumpul kembali.
Aping menghampiri Zai dan Cen.
"Mana Ocy?" tanya Aping yang sedari tadi tak melihatnya.
"Kita juga gak tau Ping dari tadi kita nyariin dia kirain udah di sini," ucap Zai.
Aping melotot mendengar penjelasan Zai.
Zai menciut melihat sorotan tajam mata Aping.
"Lo gimana sih sampai gak tahu Ocy hilang?" sambil mencengkeram kerah baju Zai.
Cen mencoba menenangkan Aping.
"Lo tenang dulu Ping kita cari si Ocy."
"Tenang lo tau dia di sana sendiri lo tau kan disana gelap," Aping semakin tak terkendali melihat kecerobohan dua temannya itu.
__ADS_1
Kini perasaan Aping tak tenang segera dia berlari ke arah hutan untuk mencari Ocy.Trio dodol mengikutinya di belakang.
"Lo dimana Cy bodoh banget sih lo kayak gini aja tersesat," gumam Aping dalam hati.